Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 34 Kesepakatan


__ADS_3

Rara pamit pada sang ayah, meskipun sang ayah menyuruhnya untuk tinggal di rumah itu namun Rara menolaknya dan bersikeras ingin pulang ke rumahnya sendiri. Sang ayah pun tidak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan Rara.


" Kalau terjadi apa-apa kamu cepat hubungi ayah " ucap sang ayah memeluk putrinya


" Ia ayah jangan khawatir.. ayah jaga kesehatan ayah jangan sampai ayah drop " ucap Rara memeluk sang ayah


" Terima kasih ayah, aku sangat menyayangimu ayah.. " batin Rara


" Rasanya berat melepaskan Riri saat ini namun aku juga tidak memaksanya untuk tinggal disini " Batin Pa Mail


Rara segera meninggalkan rumah sang ayah, ia langsung menuju Mobil Rio yang sedari tadi sedang menunggunya.


Rio langsung melajukan mobilnya menuju Cafe dimana dia dan temannya bertemu. Entah apa yang di rencanakan Majikannya itu Rio tidak bisa menebaknya.


" Apa Vino ada menghubungi mu " tanya Rara


" Tidak Nona " ucapnya


" Sebenarnya ada apa dengan Vino kenapa dia cuek padaku.. atau memang dia menginginkan perceraian ini.. sial aku tidak bisa mengancamnya lagi kalau begitu " batin Rara


" Sepertinya Nona Riri kecewa.. apa jangan-jangan Nona Riri masih mencintai Tuan Vino, hanya wanita bodoh yang masih mencintai laki-laki seperti tuan Vino " ucap Rio dalam hatinya


" Nona ada kabar terbaru yang akan membuat Nona senang " ucap Rio membuat Rara heran


" Kabar apa? " ucap Rara penasaran


" Ternyata Tuan Vino membawa Nona Riska ke sebuah rumah yang ada di pinggiran gunung " ucap Rio


" Mau apa mereka Kesana, apa mereka tidak punya uang untuk menyewa hotel " ucap Rara sambil menggelengkan kepalanya


" Menurut orang suruhan saya, katanya Tuan Vino menemui dukun beranak untuk menggugurkan anak dalam kandungan nona Riska " ucap Rio


" Apa... " ucap Rara kaget, menurutnya bagaimana bisa Vino melakukan hal itu apalagi anak itu di yakini anaknya


" Bisa gawat kalau anak dalam kandungan Riska meninggal, bisa gagal rencana ku " batin Rara


" Lalu bagaimana keadaan Riska sekarang " ucap Rara


" Nona Riska melarikan diri dari sana karena Nona Riska bersikeras ingin mempertahankan anaknya " ucap Rio


" Bagus kalau begitu " ucap Rara


" Orang kami juga sudah menbawa Nona Riska yang pingsan di tengah hutan, kami membawa Nona Riska ke sebuah Rumah yang aman dari kejaran Tuan Vino " ucap Rio


" Kerja yang bagus.. memang seharusnya Riska tidak boleh menggugurkan anaknya " ucap Rara


" Lalu bagaimana dengan rencana Nona selanjutnya " tanya Rio


" Kamu jaga Riska baik-baik dulu, kita harus amankan dulu dia dari kejaran Vino, aku yakin Vino akan menyuruh orang untuk mencari keberadaan Riska " ucap Rara


" Baik Nona " ucap Rio


Rara langsung mengambil handphonenya yang berada di tasnya, ia langsung menghubungi Suaminya itu.


Tut.. Tut.. Tut...


" Halo sayang, kamu dimana " tanya Vino dengan nada panik

__ADS_1


" Kamu dimana " tanya Rara padahal ia tahu jika Vino sedang mencari keberadaan Riska


" Aku ada di rumah " ucapnya berbohong


" Jangan bohong " ucap Rara dengan nada marah


" Aku masih di luar sayang, aku akan segera pulang sekarang " ucapnya gugup


" Belikan makanan martabak kesukaan ku.. kalau kamu pulang " ucap Rara mengukur waktu agar Vino tidak cepat sampai ke rumahnya


" Baiklah sayang, kamu mau rasa apa " ucapnya senang namun teleponnya malah di tutup oleh Istrinya itu


Rara langsung menutup teleponnya sementara Vino merasa senang karena istrinya itu seperti biasanya pasti akan memaafkan dirinya apalagi barusan istrinya itu meminta di belikan makanan, karena jika istrinya itu marah pasti akan mendiamkannya.


" Dasar wanita bodoh, ternyata tidak mudah membuatnya kembali percaya padaku, memang kamu hebat Vino bisa membuat seorang Riri tergila-gila padamu " batin Vino senang dan pergi


Sebenarnya Vino sudah berada di dekat kota, ia takut jika Riska kabur ke kota, tapi karena ada telepon dari istrinya membuat dia mengurungkan niatnya untuk mencari keberadaan Riska. Baginya yang terpenting saat ini Adalah maaf dari Istrinya.


Kini Rara dan Rio pun sampai di Cafe tersebut, mereka langsung turun dari mobil dan masuk kedalam Cafe dimana teman-temannya Rio menunggu.


Mereka langsung duduk di hadapan temanya Rio itu, temannya Rio heran ternyata yang ingin menemuinya adalah seorang wanita.


" Malam " ucap Rara tersenyum pada teman Rio


" Malam Juga.. Rip.. ini " ucapnya heran dengan kehadiran Rara disana.


" Perkenalkan Nama Saya Riri, saya majikannya Rio " Ucap Rara sambil tersenyum


" Ah ia,, Kenalkan nama saya Wiki saya seorang dokter dan juga temannya Rio " ucapnya membalas senyuman Rara


" Kenapa aku merasa jika Wiki menyukai Nona Riri, bisa gawat.. " ucap Rio dalam hatinya


" Silahkan duduk Nona " ucap Rio


Mereka pun duduk saling berhadapan, Rio pamit untuk memesankan minuman untuk majikannya itu, tujuan awalnya ingin memberikan keleluasaan untuk Majikannya berbicara pada temannya yang dokter itu.


" Ada keperluan apa anda ingin bertemu dengan saya " ucap Wiki memandang wajah Rara saat ini


" Aku dengar kamu seorang dokter?? bekerja di rumah sakit mana " ucap Rara


" Saya bekerja di rumah sakit Sejahtera, saya dokter ahli kandungan.. kalau anda mau konsultasi lebih baik di rumah sakit saja " ucapnya sinis


" Aku hanya ingin tanya, apakah kamu bisa membantu ku " ucap Rara to the points


" Bantu apa?? apa ada imbalannya " ucap Wiki sambil tersenyum licik


" Berapapun biayanya saya bayar " ucap Rara


" Saya tidak butuh uang " ucap Wiki


" Apa yang kamu mau " tanya Rara


" Aku mau makan malam bersama mu cantik " ucap Wiki


" Hanya makan malam saja.. tidak ada yang lain kan " ucap Rara


" Ok, Besok ada pertemuan dengan teman lama ku, kamu bantu harus bantu aku menjadi pendamping disana... menjadi wanitaku hanya beberapa jam " ucap Wiki

__ADS_1


" Jam berapa acaranya " ucap Rara


" Jam Tujuh malam sampai selesai " ucap Wiki merasa senang karena wanita di hadapannya mau mendampingi ke acara reuni teman-temannya


" Maaf batas waktu ku hanya pukul sepuluh malam lebih dari itu aku tidak bisa " ucapnya Rara


" Baiklah.. " ucap Wiki sepakat


" Bantuan apa yang kamu perlukan " ucapnya Wiki


" Kamu buatkan aku hasil tes kehamilan dan hasil tes kesuburan, datanya nanti aku berikan lewat Rio " ucap Rara


" Kamu yakin... apa ini tidak terlalu beresiko memanipulasi data " ucap Wiki heran


" Kenapa takut,, aku takut kamu kepala rumah sakitnya juga kan.. jadi apa yang kamu khawatirkan " ucap Rara


" Wanita ini ternyata licik juga, entah apa yang dia rencanakan.. " batin Wiki


" Baik aku akan menuruti keinginan mu " ucap Wiki


" Bagus tunggu instruksi dari ku " ucap Rara sambil tersenyum


Datanglah Rio menghampiri Rara dengan Wiki. Ia duduk di samping Wiki.


" Nona Saya sudah pesankan minuman untuk anda " ucap Rio


" Aku ada urusan, kamu tidak usah mengantarkan aku pulang.. aku bisa sendiri.. " ucap Rara membuat Rio kaget


Rara langsung pergi meninggalkan Cafe itu dan langsung masuk kedalam taksi untuk segera pulang ke rumahnya sedangkan Rio dan Wiki masih berada disana.


" Majikan mu itu sungguh cantik dan menarik " ucap Wiki sambil tersenyum membayangkan wajah Rara tadi


" Aku peringatkan padamu... Kamu jangan cari api jika kamu tidak mau terbakar.. " ucap Rio


Mereka melanjutkan pembicaraan mereka tantang berbagai hal yang mereka alami.


.


.


.


Bersambung...


Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


...,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,...

__ADS_1


__ADS_2