
Tanpa di duga sang ayah malah menyusul Riri ke kantor, ia benar-benar khawatir dengan keadaan putrinya itu.
Pa Mail sudah sampai di ruangan Rara, ia sengaja tidak bicara jika ia mau pergi ke kantor pada Rara, ia takut jika putrinya itu akan menutupi rasa sedihnya.
Ceklek,,
Ia melihat Jika Putrinya itu malah terlihat sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya, meskipun dari raut wajahnya bisa terlihat jika Riri sedang sedih.
" Ayah... " ucap Rara ketika melihat orag yang membuka pintu ruangan
" Apakah kamu sibuk nak " ucap Pa Mail
" Aku memang sedikit sibuk Ayah, ayo silahkan masuk " ucap Rara menyambut senang kedatangan sang ayah.
" Haruskah kamu pura-pura tersenyum seperti ini, ayah tahu pasti sedih " batin Pa Mail
" Aku tahu jika kedatangan ayah kesini hanya ingin melihat keadaan ku baik-baik saja.. maafkan aku ayah aku harus menyembunyikan perasaan Ka Riri sebenarnya " batin Rara
" Ayah mau minum apa, biar Rio bawakan " ucap Rara
" Tidak usah, kedatangan Ayah kesini hanya ingin melihat keadaan mu nak " ucap Pa Mail
" Memangnya kenapa ayah " tanya Rara
" Kamu jangan menyembunyikan lagi semua perasaan mu, ayah tahu kamu pasti sangat sedih, maafkan ayah.. ayah tidak bisa mendidik adikmu.. " ucap Pa Mail sambil meneteskan air matanya
" Kenapa ayah menangis, ayah tidak salah... mungkin ini semua sudah takdir dari Tuhan " ucap Rara sambil Menghampiri ayahnya dan tak lupa juga menghapus air matanya
" Maafkan ayah.. ayah benar-benar minta maaf, ayah bingung.. ayah bukan ayah yang tegas.. seharusnya tidak seharusnya ayah mengijinkan Riska menikah dengan Vino " ucap Pa Mail memeluk putrinya itu dengan rasa bersalahnya
Mungkin jika kita di posisi Pa mail pun akan bingung menentukan, di lain sisi Riri adalah putri kesayangannya tapi di sisi lain Riska juga putrinya, apalagi kehamilan Riska yang suatu saat akan di ketahui orang akan menjadi aib untuknya apalagi jika Riska melahirkan anak tanpa sosok suaminya.
Tapi menikahkan Riska dengan Vino juga keputusan berat baginya, ada hati yang sangat terluka disana. Riri adalah korban jika Vino dam Riska bersatu.
" Ayah, aku akan jujur sesuatu pada ayah " ucap Rara melepaskan pelukannya
" Apa nak katakanlah, kalau bisa ayah banyu pasti ayah akan bantu kamu nak " ucap Pa Mail
" Sebenarnya di acara pernikahan Riska dan Vino aku akan menggugat cerai Vino.. " ucap Rara membuat ayahnya benar-benar kaget
" Apa... " ucap Pa Mail
" Aku minta maaf pada ayah.. aku tidak bisa melihat suamiku sendiri menikah dengan adikku sendiri, tapi aku juga ga mau jika Ayah menanggung beban ini sendiri.. makanya aku sudah putuskan semuanya " ucap Rara
__ADS_1
" Apapun keputusan mu, ayah akan mendukung mu.. ayah tahu kamu wanita yang kuat.. kamu bisa melewatinya " ucap Mail
" Terima kasih ayah, sudah mengerti keputusan ku " ucap Rara memeluk ayahnya kembali.
" Maafkan aku ayah, mungkin ini yang terbaik untuk semuanya, untuk ka Riri, Riska dan ayah " batin Rara
" Dan pada akhirnya Riri yang berkorban untuk semuanya.. aku merasa sangat sedih..Ya Tuhan berikan kekuatan untuk anak ku agar dia kuat dalam menghadapi masalahnya " batin Pa Mail
" Kamu jaga kesehatan.. jangan sampai kecapean.. ayah akan jadi orang yang pertama yang merasa bersalah jika kamu sampai kepikiran masalah ini dan sakit " ucap Pa Mail
" Ayah tenang saja.. aku akan baik-baik saja, asalkan Ayah juga baik-baik saja " ucap Rara sambil tersenyum
" Ayah bangga sama kamu nak, kamu memang kebanggaan ayah dari dulu " ucap Pa Mail
" Terima Kasih ayah " ucap Rara
" Kalau begitu ayah pamit, ayah tidak mau menggangu pekerjaan mu, kalau ada sesuatu yang kamu ingin ceritakan hubungi ayah.. ayah siap mendengarkan " ucapnya Pa Mail sambil tersenyum
" Ia ayah, terima kasih " ucap Rara masih tersenyum
Pa mail keluar dari ruangan Rara, setelah kepergian Pa mail Rara hanya terdiam. Tenyata ada seseorang yang dari tadi melihat dan mendengar apa yang Rara katakan.
" Kamu benar-benar Wanita yang kuat,, kamu memang wanita yang pantas di bahagiakan.. aku berjanji Ra akan selalu bahagiakan kamu " batin Tian
Jujur saja hatinya marah ketika mendengar jika Rara yang mengijinkan pernikahan antara Vino dan Riska yang jelas-jelas dia tahu jika Vino adalah suaminya Rara.
Namun ketika mendengar pembicaraan antara Rara dan Pa Mail, rasa marah itu berubah dengan rasa sedih seperti yang Pa Mail Rasakan. Bagaimana bisa ia memikirkan semuanya dengan matang tanpa dia memikirkan perasaannya sendiri.
Perselingkuhan Vino dengan Riska bukan hanya satu kali tapi berulang kali hingga kini Riska mengandung anak Vino, tapi Rara masih tampak tegar dan kuat itu yang membuat ia yakin jika yang ada di dalam tubuh Riri adalah Rara.
Sosok wanita yang ia cintai dari dia Kuliah, Rara baginya sangat berarti ia tidak mau lagi kehilangan sosok wanita yang ia cintai.
Ia langsung masuk kedalam ruangan Rara, awalnya ia mengira jika yang masuk kedalam Ruangannya adalah sosok sang ayah namun ternyata bukan.
" Ada apa kamu kesini " ucap Rara
" Apa kamu gila " ucap Tian dengan nada biasa tidak Semarang tadi
" Maksud mu " tanya Rara bingung
" Kamu mengijinkan pernikahan suamimu sendiri dengan adik tiri mu " ucap Tian yang tak habis pikir
" Riska sedang hamil " ucap Rara
__ADS_1
" Lalu apa hubungannya dengan kamu.. itu akibat perbuatan mereka sendiri tidak ada hubungannya dengan kamu " ucap Tian
" Anak itu tidak punya salah, perbuatan kedua orangtuanya yang biadab " ucap Rara
" Maksud kamu apa " tanya Tian heran
" Apa kamu pernah berpikir jika pemikiran yang kamu katakan itu salah, anak itu tidak bersalah dia juga berhak punya pengakuan dari ayahnya.. jika Vino tidak menikahi Riska lalu anak itu bagaimana.. dia tidak akan dapat pengakuan dari negara jika Vino adalah anaknya meskipun kita tahu jika Vino memang bapaknya " ucap Rara membuat Tian terdiam memikirkan perkataan Rara
" Kasihan anak itu akan di cap di masyarakat sebagai anak haram.. padahal yang haram itu perbuatan kedua orang tuanya.. apa pernah kamu berpikir sampai Kesana... " ucap Rara
" Keputusan ku sudah bulat.. jika kamu tidak bisa menerima keputusan ku.. kamu boleh keluar dari ruangan ini " ucap Rara
" Bagaimana bisa aku tidak bisa menerima keputusan mu, bahkan aku akan mendampingi mu sampai kapanpun Ra " batin Tian
" Aku bisa mengerti.. tapi bagaimana dengan pernikahan mu dan Vino " tanya Tian
" Keputusan ku sudah bulat,, Aku akan menggugat cerai Vino besok setelah pernikahannya dengan Riska " ucap Rara membuat Tian tersenyum senang
" Aku mendukungmu Ra " ucap Tian
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,
__ADS_1