
Keesokan harinya,,
Rara bangun ketika cahaya matahari menembus kamarnya. ia langsung menunju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Ia ingin mencari tahu keberadaan Tubuhnya sekarang, dan memindahkan tubuhnya ke kota dimana Sang kakak berada.
Sebelum waktunya habis ia harus menemukan tubuhnya dan makam sang ibu bagaimanapun caranya. tak lupa juga ia akan menggugat cerai pada Candra. Biar bagaimanapun dia masih menjadi istri Candra meskipun hanya istri sirihnya.
Ia tidak ingin lagi terlibat dengan Candra, ia ingin hidup tenang tanpa bayang-bayang Candra di hidupnya lagi. Baginya berurusan dengan Candra akan lebih rumit apalagi dia sekarang sudha resmi berpacaran.
Ia memakai rambut palsu dan memakai riasan wajah agar wajahnya terlihat berbeda dengan dirinya sebelumnya.
" Sudah selesai, waktunya aku sarapan sudah itu aku siap-siap pergi ke rumah sakit deh " ucap Rara dengan senyuman di wajahnya. Ia langsung mengunci pintu kontrakannya.
Rara sudah hapal betul jalan dan tempat makan disana. Ia juga tidak terlalu kebingungan karena tempat itu tidak ada hal baru. semuanya masih sama seperti dahulu.
Ia berhenti di tempat warung nasi uduk di pinggir jalan. Ia memesan nasi uduk untuk ya, nasi uduk ini adalah nasi uduk langganan yang dulu ia sering membelinya.
" Mas, Nasi uduk ya satu ya " ucapnya Rara sambil tersenyum ramah
Pedagang itu langsung membuatkan nasi uduk yang di pesan oleh Rara, Rara tampak sedang duduk menikmati pemandangan di pinggir jalan.
" Ini nasi uduknya " ucapnya sambil tersenyum
" Terima kasih " ucap Rara senang karena ia sudah lama tidak memakan makanan yang ia sukai.
" Mba, ngomong-ngomong mbak bukan orang sini ya " tanyanya
" Ia Mas, saya sedang menyelesaikan skripsi ku " ucap Rara berbohong terpaksa ia lakukan agar orang lain tidak curiga
" Emang Mba tinggal dimana sebelumnya " tanyanya lagi penasaran
" Saya tinggal di kota A " ucap Rara jujur
" Wah jauh juga ya Mba, rumah saya tidak jauh dari sini.. mba rumahnya di mana " tanyanya
" Saya mengontrak di rumah Bu Narsih " ucap Rara
" Hati-hati mba kalau pulang malam " ucapnya
" Memangnya kenapa Mas " tanya Rara bingung
" Pa Tono suka bikin ulah " ucapnya
" Pa Tono, bukannya itu nama ayah tiri ku.. kenapa lagi dengan dia " batin Rara
" Maksudnya Mas ini apa ya " ucap Rara tidak mengerti
__ADS_1
" Pa Tono suka merampok dan malak orang disini.. dia beraksi malam hari ketika sepi.. Mba harus hati-hati " ucapnya
" Pantas saja kemarin aku ketika masuk ke rumah ibu ga ada siapa-siapa disana, bahkan jalanan terlihat sepi " batin Rara
" Ko aku jadi seram ya mas mendengarnya.. apa keluarganya tidak mencegahnya " ucap Rara memancing pedagang itu untuk memberikannya petunjuk
" Istrinya sudah meninggal, dan anak tirinya yang aku dengar dia masih koma " ucapnya
" Wah kasihan sekali mereka.. apa Mas tau dimana istrinya di makamkan " tanya Rara
" Untuk apa Mba bertanya begitu " ucapnya penuh curiga
" Em, aku mau Galang dana untuk anaknya yang koma.. sebagai bukti aku juga harus tahu makam ibunya.. istrinya Pa Tono " ucap Rara mencari-cari alasan
" Nanti sudah selesai dagang kita Kesana " ucap Sang pedagang
" Bagaimana ini.. apa aku kerumah sakit dulu atau aku tunggu Mas ini beres jualan " ucapnya dalam hatinya yang sedang dilema
" Kalau sore bagaimana Mas.. em hari ini aku harus pergi dulu ada urusan " ucap Rara
" Tapi biasanya Sore-sore saya ga berani ke kuburan " ucapnya
" Kalau begitu boleh besok saja " tanya Rara
" Baiklah Mba, besok saja.. besok saya mau membawa istri saya kesini " ucapnya
Sedangkan pedagang itu langsung melayani pembeli lagi, Rara senang karena ada petunjuk lagi untuk menemukan keberadaan Makan sang ibu.
" Bu, sebentar lagi kita akan bertemu.. aku sudah tidak sabar ingin segera menemui Ibu " Batin Rara
Dengan lahap Rara memakan nasi uduk itu, serpihan kenangan dulu ketika masih ada sang ibu ada di benaknya. Rindu yang paling menyakitkan adalah rindu pada orang yang sudah tidak bisa kita peluk bahkan kita temui.
" Dulu aku selalu membawa nasi uduk ini makan bersama ibu, disuapin ibu.. ibu aku benar-benar merindukan mu " ucapnya Rara dalam hatinya
Ia segera menghabiskan nasi uduk itu dengan cepat, ia tak mampu lagi jika harus teringat kenangan dulu bisa-bisa ia menangis disana, Mencoba tegar dan segera membayar Nasi uduk dan segera pergi dari sana.
Ia naik taksi menuju Rumah sakit, hatinya sakit Sepenjang perjalanan menuju rumah sakit matanya tak berhenti mengeluarkan air matanya.
" Kita sudah sampai di rumah sakit mba " ucap Sang supir mengagetkan dirinya
Rara langsung membayar taksi itu lalu segera masuk ke rumah sakit. Ia langsung menemui ruang resepsionis untuk menanyakan keberadaan tubuhnya itu.
" Mba, maf saya mau tanya apa disini ada pasien yang bernama Rara Vander, " tanya Rara
" Maf anda siapa " ucapnya
" Saya adiknya nama saya Riri " ucap Rara sambil tersenyum
__ADS_1
" Maf.. Disini tidak ada Pasien yang bernama Rara.. Kamu mungkin salah rumah sakit " ucapnya membuat Rara heran
" Bukannya di berkas itu di sebutkan kalau aku dan ibu berada di rumah sakit ini waktu itu " batin Rara
" Mba jangan bohong, saya punya bukti jika Kakak saya di rawat disini " ucapnya langsung memberikan map data-data Rara dulu
" Maf, Mba.. hari ini Nona Rara tidak bisa di temui " ucapnya
" Benar firasat ku jika suster ini berbohong.. tubuhku memang berada di sini " batin Rara senang
" Kenapa Sus " tanya Rara
" Kondisinya masih belum sadarkan diri, saya juga harus meminta ijin dulu pada Dokter Bobi dia yang bertanggung jawab atas pasien itu " ucapnya
" Bobi.. sepertinya aku tidak asing dengan nama itu, tapi siapa dia.. apa dia orang jahat " batin Rara
" Baik Sus, saya kesini lagi.. saya minta nomber kontak dokter Bobi " ucap Rara
" Maaf saya tidak bisa memberikannya kepada sembarang orang.. besok mba bisa datang sore hari.. kebetulan Dokter Bobi jaga sore " ucapnya
" Baiklah " ucap Rara
Kini Rara melangkah pergi dari sana, harapannya sirna ia tidak pernah menduga jika hati ini ia tidak bisa menemukan petunjuk itu.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,
__ADS_1