Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 76 Petunjuk


__ADS_3

Di kota dimana Rara berada ia sedang menyamar dengan rambut pendek dan kaca mata yang ia kenakan. Ia tahu jika di kota ini Candra berkuasa ia takut jika Candra akan mengetahui keberadaan dia.


Kota ini adalah kota dimana ia di besarkan dahulu, kota yang menyimpan banyak kenangan masa lalu disana.


Dengan rasa bingung ia menyusuri setiap kuburan dan informasi yang bisa menuntun dia ke kuburan sang Ibu.


" Ibu.. harus kemana lagi langkah kaki ini melangkah,, aku sudah menyusuri 10 kuburan disini namun hasilnya masih sama " batin Rara


Rara sudah beberapa hari ini akhirnya menemukan kontrakan dekat rumahnya dulu bersama ibunya.


Sebenarnya ia kenal dengan para tetangga disana, namun demi penyamaran ya ia pura-pura tidak kenal.


" Semoga Betah ya, ini kunci kontrakannya " ucapnya sang pemilik kontrakan memberikan kunci kontrakan yang akan di huni Rara


" Terima kasih ya Bu... " ucap Rara sambil tersenyum


Ia bisa melihat jika rumah sang ibu terlihat kosong, apalagi ia tidak melihat gerak gerik sang Ayah tirinya disana.


" Sebenarnya ayah kemana ya, oh ia biasanya dia tidur jam segini dan pergi berjudi di club ketika malam hari " batin Rara


Ia masuk dan membereskan barang-barang yang ia bawa kedalam rumah, ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang bau keringat karena sedari tadi mencari keberadaan kuburan sang ibu.


Setelah mandi ia menggunakan pakaian santainya dengan rambut palsu dan kaca mata yang ia kenakan. ia mengambil keresek berupa makanan yang sudah ia beli tadi.


" Sekarang waktunya makan.. nanti malam aku harus masuk kedalam rumah ibu " ucap Rara


Ia menikmati makanan itu dengan lahap entah itu karena lapar atau memang ia suka makanannya, ia memakan makanan itu sampai habis tanpa sisa.


Setelah kenyang ia pun menyandarkan tubuhnya di kursi itu. Dengan perut kekenyangan ia membuka Handphonenya. Tak lama Rio menelepon dirinya.


Kring... Kring...


" Halo Rio " ucap Rara


Hati Rio kini senang karena sang majikan mengangkat teleponnya dari kemarin ia mencoba menghubungi Majikannya itu namun tidak aktif, ia khawatir jika terjadi sesuatu pada Majikannya itu.


" Nona apa kabar, saya telepon dari kemarin tapi tidak aktif " ucap Rio.


" Maafkan saya Rio.. kemarin saya sibuk " ucap Rara

__ADS_1


" Nona saya mau memberitahukan jika Pa mail kini berada di mansion namun diawasi oleh Tian Tian " ucap Rio


" Biarkan saja Tian yang rawat untuk sementara waktu... aku jadi lebih tenang.. oh ia Bagaimana perusahaan " tanya Rara


" Semua pekerjaan berjalan lancar, nona tidak usah khawatir.. tapi yang menjadi khawatir itu adalah Nona Riska dan tuan Vino " ucapnya


" Memangnya kenapa mereka " tanya Rara


" Nona Riska dan Vino sudah keluar dari rumah Nona.. ia mereka mengontrak di rumah yang kecil bersama Bu Reni.. hidup mereka jadi prihatin " ucap Rio


" Itu balasan untuk mereka.. aku rasa itu pantas " ucap Rara


" Betul nona.. saya dan Tuan Tian menyebarkan informasi jika keluarga anda bangkrut sehingga mereka bertiga tidak akan menuntut semua harta atas nama Nona " ucap Rio


" Saya berterima kasih padamu dan Tian.. kalian sangat membantu ku, nanti setelah urusan saya selesai, saya akan kembali " ucapnya Rara


" Baik Nona, saya akan menunggu kedatangan nona.. nona jaga kesehatan disana.. kalau ada apa-apa hubungi saya.. " ucap Rio


" Kamu tenang saja.. oh ia Tian tidak tahu kan keberadaan ku " tanya Rara


" Tidak Nona.. saya merahasiakan ini semua " ucap Rio


" Bagus " ucap Rara senang


" Ok " ucap Rara.


Rara langsung menutup teleponnya, ada rasa lega di hatinya apalagi mendengar jika ayahnya aman dalam perlindungan Tian.


Tian laki-laki yang mampu memberinya kebahagiaan dari dulu sampai sekarang, namun untuk saat ini rahasianya ia akan sembunyikan sampai ia tahu tubuh Rara sebenarnya.


" Terima kasih Tian sudah baik dan peduli padaku.. aku berharap jika suatu saat aku bisa berjodoh dengan mu.. " batin Rara


Setelah ia menutup teleponnya ia langsung kembali ke kamar untuk merebahkan tubuhnya sambil menunggu malam tiba. matanya terpejam dalam keheningan suasana disana.


Waktu yang di tunggu-tunggu tiba, Rara terbangun dari tidurnya, ia melihat jam disana sudah menunjukan pukul Sepuluh malam. Ia Langsung berlari ke kamar mandi untuk mencuci mukanya agar tampak lebih segar.


Setelah itu ia berdandan layaknya Rara, ia sengaja berdandan jadi dirinya sendiri, ia takut jika ia menyamar akan di sebut maling oleh tetangga sekitar.


Namun sebelum pergi ke rumah sang ibu, ia masuk kedalam restoran cepat saji yang ada disana. ia menghilangkan jejak terlebih dahulu agar Tidak menimbulkan kecurigaan orang lain.

__ADS_1


Masker yang sedari tadi ia pakai akhirnya ia lepaskan. Setelah membayar minuman yang ia minum ia langsung pergi ke rumah sang ibu.


Jalanan disana tampak sepi, ia lebih senang karena tidak ada satupun yang melihatnya. ia langsung menuju rumahnya. ia tampak memegang gagang pintu namun sepertinya dugaannya sang ayah sudah meninggalkan rumah itu.


Rara memanjat jendela yang berada di kamarnya, karena semenjak dulu ia suka sekali kabur lewat sana.


Ia melihat kamarnya yang masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah. Sedih memang jika mengingat semua kenangan dirinya apalagi bersama sang ibu.


" Ibu aku merindukanmu " ucap Rara dalam hatinya sambil melihat foto dirinya dan sang ibu yang tampak sedang tersenyum.


Ia menghapus air matanya lalu segera bergegas menuju kamar sang ibu, ia harus menemukan petunjuk dimana sang ibu di kubur.


Ia tampak membuka lemari dan mencari-cari berkas yang ada disana. Tampak berkas rumah sakit dimana dulu ia di operasi. Ini juga satu-satunya petunjuk untuk bisa menemukan tubuh Rara.


" Besok, aku harus ke rumah sakit ini " ucap Rara memadukan berkas itu kedalam Tasnya, ia juga tak lupa membawa foto bersama sang ibu yang tadi ada di kamarnya.


Rumah ini tampak berantakan, sampah berserakan bahkan kamar tampak berdebu. Ayahnya tidak pernah membersihkannya ia bisa menebak itu.


Waktu sudah menunjukan tengah malam, ia takut jika sang ayah akan segera pulang. ia pun memutuskan untuk pergi dari rumah itu agar sang ayah tidak curiga.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,


__ADS_2