
Keesokan harinya,,
Rara sudah bangun pagi-pagi sekali. Ia melihat Meri sedang memasak sarapan untuk dirinya. Rara langsung duduk di kursi dan memperhatikan Meti memasak.
" Nona anda sudah bangun, sebentar lagi sarapan Anda siap, mohon di tunggu sebentar " ucap Meti dengan wajah gugup karena ia belum selesai memasak sedangkan majikannya sudah terlihat Rapi.
" Kamu tenang saja Meti, aku memang sengaja bangun lebih awal, tolong kamu siapkan bekal makanan untuk Bu Popi dan Juga Vino, hari ini aku mau menjenguk mereka terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor " ucap Rara
" Baik Nona " ucapannya buru-buru menghidangkan makanan untuk majikannya itu
Kini Makanan sudah siap didepan mata Rara namun ia tampak malas jika harus sarapan sendirian.
" Meti " panggil Rara
" Ia nona, ada yang bisa saya bantu.. " ucap Meti sopan
" Kamu temani saya sarapan " ucap Rara sambil tersenyum
" Tapi nona " ucapnya terasa canggung
" Cepat sini duduk, kita makan sama-sama " ucap Rara tampak semangat mengambil nasi goreng yang sudah tersaji disana
" Aku merasa sangat malu dan canggung tapi permintaan Nona mana mungkin Aku membantahnya, nona memang orang yang baik tidak sepantasnya ia di perlakukan jahat oleh Tuan Vino, untung Tuan Tian menyuruhku kesini dan membantu menyiapkan keperluan Nona.. memang Nona tidak pantas di perlakukan buruk.. " ucap Meti dalam hatinya sambil tersenyum
" Aku tidak mau kesepian lagi.. Meti juga kelihatan jika orangnya baik... tidak salah jika aku juga bersikap baik padanya " batin Rara
Mereka tampak langsung mengambil sarapan masing-masing, dengan berhadap-hadapan mereka sarapan bersama-sama.
Tiba-tiba suara bel rumah Rara berbunyi tanda seseorang datang, Meti dengan sigap langsung berdiri dan pergi dari sana untuk membuka pintu rumah majikannya itu.
Ting... Tong.. Ting... Tong..
" Nona saya bukakan dulu pintunya " ucap Meti
" Kalau orang yang tidak di kenal jangan di buka " ucap Rara
" Baik Nona " ucapnya sambil menganggukkan kepalanya tanda menyetujui perkataan sang majikan.
Ting... Tong.. Ting... Tong..
" Tunggu sebentar " ucap Meti mengintip siapa yang datang
Karena yang datang adalah Majikannya juga, siapa lagi kalau bukan Tian, ia langsung membukakan pintu.
Ceklek
" Tuan.. " ucap Meti kaget
" Dimana Rara.. maksudku Riri " ucap Tian dengan wajah sinisnya
" Ada di dalam Tuan, nona sedang sarapan " ucap Meti
__ADS_1
Tian langsung masuk kedalam rumah Rara, ia melihat wanita yang ia cintai itu sedang menikmati sarapannya. ia langsung menghampirinya dan duduk di hadapannya.
" Kamu... Uhuk... uhuk... " ucap Rara kaget melihat kehadiran Tian di hadapannya. yang lebih membuat Rara kaget adalah melihat tatapan Tian yang tajam padanya.
" Nona, Tuan Tian... " ucap Meti menghentikan ucapannya karena mendapat tatapan tajam dari Tian
" Kamu duduk kembali dan selesaikan sarapanmu " ucap Rara dengan santainya
" Tidak Nona saya sudah kenyang.. saya permisi ke dapur menyelesaikan pekerjaan saya yang belum selesai " ucapnya Pamit
" Kamu disini saja " ucap Rara
" Tidak kamu pergi saja, ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan Riri " ucap Tian
" Baik Tuan saya permisi " ucap Meti
Rara langsung menatap wajah Tian dengan tatapan heran, karena tidak bisanya Tian seperti ini, apalagi dia nekad sampai masuk kedalam rumahnya bersama dengan Vino.
" Mau apa kamu kesini " ucap Rara menyudahi sarapannya dan langsung menatap wajah Tian dengan serius
" Apa hubungan Mu dengan Candra " tanya Tian membuat Rara kaget
" Kenapa Tian malah bertanya seperti itu padaku, " batin Rara sedikit gugup
" Candra?? " ucap Rara pura-pura tidak tahu
" Ayolah jangan pura-pura seperti itu, katakan Candra itu siapa, semalam aku melihat jika dia terus melihat padamu, dan lagi dia menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki tentang indentitas mu sebenarnya " ucap Tian dengan wajah kesal
" Rasanya tidak mungkin jika Rara tidak mengenali Candra, biar bagaimanapun aku harus berhati-hati pada Candra... dia licik dan kejam juga seperti ku " batin Tian
" Aku memang bertemu dengan Candra kemarin, itu juga di perkenalkan oleh Wiki, apa jangan-jangan punya rencana jahat padaku.. aku harus sewa orang agar menjaga ku " ucapnya dengan pura-pura ketakutan
" Kamu jangan khawatir, untuk keamanan mu aku sudah mengaturnya.. kamu pasti aman " ucap Tian
" Jadi selama ini Tian selalu menjaga ku diam-diam.. Terima kasih Tian,, aku tidak bisa membalas semua kebaikan mu sekarang.. mungkin lain waktu " batin Rara
" Kalau begitu biasakan kamu mengawasi Candra, aku takut jika dia punya rencana jahat padaku... dia tampaknya tidak suka padaku " ucap Rara
" Tidak suka apanya, justru aku melihat jika dia menyukai mu dan tertarik padamu makanya aku datang pagi-pagi kemari karena hatiku cemburu padanya " batin Tian
" Baiklah, kalau masalah itu serahkan saja padaku asal dengan satu syarat " ucap Tian
" Akhirnya Tian mau menuruti permintaan ku,, semoga Candra memang tidak merencanakan apapun padaku.. " batin Rara
" Katakan apa syaratnya " tanya Rara
" Kamu Tidka boleh menyukai Candra dan dekat dengan Wiki... aku tidak suka " ucap Tian sambil mengambil satu helai roti lalu memakannya
" Apa Tian cemburu.. kenapa aku merasa senang ketika Tian menunjukkan rasa cemburunya " batin Rara senang
" Entah apa yang akan aku lakukan jika Kamu masih dekat dengan beberapa lelaki " batin Tian
__ADS_1
" Bagaimana " tanya Tian tampak penasaran
" Em, baiklah.. aku akan menuruti keinginan mu " ucap Rara
" Akhirnya dia patuh juga.. aku sangat senang dengan sikapnya.. " batin Tian
Meti tiba-tiba datang dengan membawakan kotak makanan sesuai dengan perintah majikannya sebelumnya.
" Nona " ucap Meti sambil tersenyum
" Ada apa Meti " tanya Tian merasa tidak senang dengan kedatangan Meti diantara mereka berdua
" Maf Nona dan Tuan,, saya menggangu anda.. saya cuma mau memberitahu jika pesanan yang Nona minta saya sudah siapakah " ucap Meti memberikan paper bag berisi Makanan itu.
Tian justru lebih heran karena tampak ada yang di sembunyikan oleh mereka namun untuk hal yang ini Tian akan mencoba untuk tidak menanyakannya ia takut Rara akan merasa jika dirinya terlalu posesif.
" Baiklah Meti Terima kasih " ucap Rara tersenyum senang
" Sama-sama Nona " jawabnya langsung pergi kembali kedapur
" Habiskan sarapan mu, aku pergi ke kantor dulu " ucap Rara tersenyum tipis seperti menyindir Tian
" Ra... aku belum selesai makan kamu mau kemana " tanya Tian
" Sudah makan yang banyak.. maf aku terburu-buru " ucapnya langsung pergi dari rumah dan menaiki mobilnya
Tian yang melihat Rara pergi dari sana hanya bisa ikhlas,
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,
__ADS_1