Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 53 Bu Popi Drop


__ADS_3

Bu Reni dan Pa Mail melihat Vino yang keluar dari ruangan Riska dan Bu Popi sambil berlari mulai cemas mereka masih bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Sementara di dalam ruangan hanya ada Riska, Bu Popi dan Rara saja, yang anehnya adalah Riska malah tertawa ketika Vino berlari seakan ia senang dengan apa yang di lakukan Vino.


" Hahhaha, kamu lihat kan ka bagaimana Vino panik.. itu tandanya Vino sangat mencintai ku.. dimatanya Aku yang paling penting di banding kamu Ka " ucap Riska dengan senyuman penuh kemenangan


" Ri, kamu jangan dengarkan Ucap wanita ular ini, ibu yakin jika Vino lakukan itu hanya karena bayi yang di kandung oleh Riska " ucapnya Bu Popi tampak menenangkan Rara


" Sebenarnya aku tidak peduli pada Vino, tapi jika aku kelihatan lemah di depan Riska, ia pasti semakin merasa menang, aku harus bermain cantik untuk melawan dia " batin Rara


" Aku rasa Ka Riri pasti sakit hati dengan apa yang di lakukan Vino, tapi itu lebih baik deh agar mereka cepat-cepat bercerai... akusudah ingin memiliki Vino seutuhnya " batin Riska


" Aku Takan membiarkan Kamu menyakiti Riri, bagaimana pun aku tidak akan menyetujui pernikahan Riska dengan Vino " batin Bu Popi


" Ibu tenang saja, yang dipikirkan Vino hanya tentang anaknya bukan wanita yang mengandung anaknya.. " ucapnya Riri


" Terserah kalian mau bicara apa yang jelas Vino sebentar lagi akan menjadi milikku " ucap Riska


" Jangan kepedean " ucapnya Rara sambil tersenyum sinis


" Kita lihat saja nanti " ucap Riska tersenyum sinis


" Rencana apa lagi yang akan dia lakukan.. aku harus mengetahuinya " batin Rara


" Aku Takan membiarkan Vino menikahi mu " ucap Bu Popi dengan nada marah pada Riska


" Kenapa Bu, dulu ibu begitu menyetujui hubungan ku dengan vino kenapa sekarang ibu malah menentang ku " ucap Riska marah


" Karena Rara akan selamanya jadi menantuku bukan kamu " ucap Bu Popi dengan wajah semakin marah


" Cukup Bu Popi, tidak sepantasnya ibu berkata begitu pada anak ku Riska, kalau bukan karena mengandung anak Vino.. Riska juga tidak akan mau di nikahi " ucap Bu Reni marah ketika mendengar ucapan Bu Popi pada putrinya itu, ia langsung masuk kedalam dan memaki Bu Popi.


" Kamu... " ucap Bu Popi merasakan sesak di dadanya


" Vino harus menikah dengan Riska bagaimana pun caranya, mau Bu Popi setuju atau tidak " ucap Bu Reni


" Sampai saya matipun saya tidak akan setuju " ucapnya terbata-bata dengan sesak di dadanya


" Bu ibu kenapa " ucap Rara pura-pura panik dengan keadaan Bu Popi


" Aku tidak peduli, yang penting Riska menikah dengan Vino titik " Bentak Reni


Sesak nafas Bu Popi semakin menjadi-jadi Apalagi setelah Bu Reni membentaknya, ada kemungkinan juga jika jantung Bu Popi kambuh


" Ibu,, ibu Kenapa " ucap Riska menghampiri Bu Popi dengan tatapan tak senang pada sang kakak yang lebih dekat dengan Bu Popi


" Pergi kamu " ucap Bu Popi pada Riska namun karena Riska marah ia luapkan pada sang kakak

__ADS_1


" Pergi sana " ucap Riska mendorong tubuh Rara Hinga terjatuh


" Sial, kalau aja tidak ada ayah disini sudah ku balas kau Riska " batin Rara


" Riska apa-apaan kamu " ucap Vino yang sedang membuka pintu dan melihat Riska mendorong istrinya itu


" Vino.. ibu... " ucap Rara pura-pura menangis


" Apa ibu,, ibu kenapa " ucap Vino langsung membangunkan Rara dan segera menghampiri Sang ibu


" Dia.. dia... " ucapnya Bu Popi dengan nafas tersengal-sengal lalu para dokter menghampirinya.


Vino memang memanggilkan seorang dokter untuk memeriksa keadaan Riska tapi siapa sangka ternyata ibunya mengalami sesak nafas dan harus mendapatkan perawatan medis.


Salah satu Suster menyuruh mereka untuk ke luar ruangan termasuk Riska karena Bu Popi tidak mau jika Riska berada di ruangannya.


" Tuan dan Nona mohon tunggu dulu di luar, dokter sedang memeriksa keadaan pasiem " ucap salah satu suster membuka pintu tanda semuanya harus keluar dari ruangan itu


" Tapi Sus saya putranya satu-satunya " ucapnya Vino dengan wajah panik


" Saya mengerti namun untuk ketenangan bersama, saya harap Tuan mengerti " ucap Sang suster


" Sudah lah, kita tunggu di luar " bujuk Rara pada Vino yang terus merengek pada suster


" Ia sayang, kamu tunggu di sini, sedangkan aku akan menemani Bu Popi " ucapnya Riska dengan percaya diri


" Maaf ya Nona, anda juga harap tunggu disini, karena pasien tidak ingin bertemu dengan anda " ucap Sang suster


" Maf saya permisi " ucap sang suster langsung menutup pintu


Riska kesal dengan perlakuan sang suster langsung menghampiri Vino, berharap calon suaminya itu akan membelanya namun Vino malah bersikap sinis padanya.


" Lepaskan tanganmu itu.. ini semua pasti gara-gara kamu kan ibu bisa jadi seperti ini " ucap Vino kesal


" Kenapa Vino malah menyalahkan aku.. kan ini semuanya gara-gara ibu " batin Riska


" Jangan sampai aku berbuat baik pada Riska di hadapan Riri, aku tak mau Riri marah padaku " batin Vino


" Bagus dengan keadaan begini Bu Popi pasti akan semakin drop " batin Rara


Bu Reni terlihat tampak panik ketika Vino menyalahkan Riska yang membuat Bu Popi drop kembali padahal yang gara-gara dirinya Bu Popi jadi seperti itu.


" Jangan sampai Vino tahu kalau ini semua adalah salahku.. aku harus pura-pura tidak tahu saja " batin Reni


Kini seoarang dokter keluar dari ruangan itu, dan menjelaskan keadaan Bu Popi pada pihak keluarganya terutama Putranya yang bernama Vino.


" Keluarga Bu Popi " ucap sang dokter

__ADS_1


" Saya putranya dok, bagaimana keadaan ibu saya " ucap Vino dengan wajah paniknya


" Keadaan Bu Popi masih belum stabil sesak nafasnya, jantungnya kembali drop, saya sarankan untum tidak membuat Bu Popi stres.. biar bagaimanapun ini sangat menggangu kesehatannya " ucap Sang dokter


" Baik dok saya mengerti, tapi ibu saya pasti sembuh kan Dok " ucap Vino dengan wajah sedihnya


" Kita hanya bisa berdoa pada Tuhan semoga datang keajaiban " ucap Sang dokter


" Dok tolong sembuhkan ibu saya " ucap Vino


" Saya akan bekerja semaksimal mungkin.. " ucapnya sang dokter


" Oh ia disini ada yang bernama Riri " tanya sang dokter


" Saya sendiri dok.. ada apa " ucap Rara bingung


" Bu Popi ingin bertemu, silahkan masuk " ucap sang dokter


" Loh kenapa Ka Riri di perbolehkan masuk.. ini tidak adil " batin Riska


" Mau apa lagi sih Bu Popi " batin Rara


" Dok saya mau menemui ibu saya " ucap Vino


" Setelah Nona Riri selesai berbicara ya.. karena keadaannya memburuk yang menjenguk pasien harus satu orang " ucap sang dokter


" Baik Dok "


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,


__ADS_2