
Keesokan harinya,,
Seperti kemarin Rara bangun ketika cahaya matahari menembus kamarnya. ia langsung menunju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Ia sudah janjian dengan Mas penjual nasi uduk untuk Pergi ke pemakaman sang ibu. ia berharap jika secepatnya ia akan menemukan makan sang ibu rencananya sudah bulat ia akan memindahkan makam sang ibu ke kota dimana Sang kakak berada bagaimanapun caranya.
Itu satu-satunya cara agar sang ayah tirinya tidak bisa mencari alasan ataupun berhubungan dengan dirinya. ia tahu betul sifat ayah tirinya itu, ia pasti akan mengambil kesempatan untuk mendapatkan uang.
Ia sudah menyuruh Rio untuk mengirimkan ambulan beberapa mobil pengawal untuk mengawal jenazah sang ibu. Rio juga sudah mengatur pemakaian yang ada di kota itu.
Setelah selesai mandi Ia memakai rambut palsu dan memakai riasan wajah agar wajahnya terlihat berbeda dengan dirinya sebelumnya seperti kemarin.
" Semoga hari ini aku bisa bertemu dengan makam ibu " ucap Rara dengan senyuman dan semangat di wajahnya. Ia langsung mengunci pintu kontrakannya menuju penjual nasi uduk itu.
Ia berjalan menuju warung nasi uduk di pinggir jalan. Ia langsung menghampiri Mas yang jualan itu.
" Mas " panggil Rara sambil tersenyum ramah
Pedagang itu langsung menengok ke arah suara itu tampak juga seorang wanita menghampiri kami dengan senyum ramahnya.
" Eh, mba yang kemarin " ucapnya sambil tersenyum
" Ia Mas... perkenalkan nama saya Riri " ucap Rara memperkenalkan namanya dengan nama sang kakak
" Say Arif MB, tapi orang-orang panggil saya mas.. " ucapnya
" Oh ia ini istri saya namanya Lulu " ucapnya
" Saya Riri " ucap Rara menjabat tangan Lulu
" Mba duduk dulu, kemarin Mas juga cerita kalau mba menggalang dana untuk pengobatan Rara ya.. Rara itu anak baik dia selalu beli makan disini untuknya dan sang ibu " ucap Lulu
" Ia Mba Lulu, rencananya saya mau memindahkan Rara ke rumah sakit yang bagus di luar kota.. " ucap Rara
" Wah kalau itu rencananya aku setuju " ucap Arif
" Kalau begitu bisakah kita ke makamnya sekarang " ucapnya Rara
" Bisa mba Riri... " ucapnya Arif
" Mas hati-hati dijalan.. " ucapnya Lulu mencium tangan suaminya
__ADS_1
" Ia, kamu juga hati-hati.. Aku pamit ya " ucap Arif
" Ia mas " jawabnya
" Mba Lulu saya permisi " ucapnya Rara
" Ia mba " jawabnya
Mereka langsung menuju makam Bu Renata. Dengan perasaan senang Rara menuju makam sang ibu. Mereka berjalan kaki menuju ke sana, meskipun jauh namun mereka tidak lelah.
" Ini lokasi pemakaman Bu Renata.. ibu dari Rara " ucapnya
Betapa terkejutnya Rara ketika sebuah batu nisan bertuliskan nama sang ibu lengkap dengan tanggal kelahiran dan kematiannya tertera disana.
" Ibu.. apa benar ini makam ibu " batin Rara
Rara tak kuat menahan air matanya, ia langsung terduduk lemas di samping kuburan sang ibu dengan air matanya yang terus mengalir
" Ibu " lirihnya sambil memeluk kuburan sang ibu
Arif yang melihat hal itu langsung bingung, seseorang yang baru ia kenal memanggil Bu Renata dengan sebutan ibu. Ia juga tidak pernah tahu keluarga Bu Renata karena keluarga yang tinggal di kampung itu sudah meninggal dan sebagian lagi ia hafal betul. Tapi untuk wanita yang di hadapannya ia sungguh tidak tahu.
" Bu... maafkan aku.. andai dulu aku tidak percaya omongan ayah dan meminta dokter untuk melakukan operasi untuk ibu secepatnya.. ibu mungkin tidak akan seperti ini.. maafkan aku bu " ucap Rara dengan menangis tersedu-sedu
" Saya putrinya Mas.. " ucap Rara langsung melepaskan rambut palsunya dan memperlihatkan wajah aslinya
" Maksud mba.. Bu Renata hanya punya satu putri dan itu mba Rara dia masih berada di rumah sakit " ucap Arif
" Bukannya Rara di rumah sakit, apa dia sudah sembuh.. tidak.. wajahnya tidak mirip " batin Arif
" Rara... " ucapnya benar-benar kaget ketika rambut palsunya di buka
" Benar-benar mirip dengan Rara " batin Atif
" Saya bukan Rara, tapi saya Riri.. saya kakaknya Rara.. kami kembar dan kami harus terpisah karena perceraian Ayah dan ibu " ucap Rara sambil menangis menjelaskan semua ini pada Arif ia sudah ia kenal dari dulu
" Maf saya kira Mba Rara.. soalnya wajahnya sangat mirip, Saya lega ternyata Mba masih anggota keluarga Bu Renata dan Rara.. saya hanya bisa berkata Mba Riri yang sabarnya.. semua sudah takdir Tuhan " ucapnya Arif
" Ia Mas Arif.. terima kasih sudah membawaku kesini, aku sudha mencari makam ibu kemana-mana namun tidak ketemu.. tapi hati ini aku senang bisa bertemu dengan makam ibu " ucap Rara langsung memakai rambut palsunya
" Saya juga senang melihatnya.. tapi ngomong-ngomong kenapa kamu pakai rambut palsu " tanyanya
__ADS_1
" Mas Arif kan tahu jika ayah tiri saya hanya menginginkan uang saja, jika aku muncul dengan wajah seperti ini.. ia pasti akan memeras saya... " ucap Rara dengan wajah sedihnya
" Saya juga pernah mendengar jika Pa Tono mengambil uang dari hasil Rara menjual ginjalnya " ucap Arif
" Ia betul Mas, saya harap Mas juga rahasiakan ini semua dari Pa Tono " ucap Rara
" Riri tidak usah khawatir.. saya akan merahasiakannya " ucapnya Arif
" Kalau begitu antar saya pada pengurus makam ini.. ada hal yang harus saya bicarakan dengan mereka " ucap Rara berdiri
" Kalau begitu ayo kita Kesana, biar saya tunjukan jika Riri putrinya Bu Renata " ucapnya Arif
" Terima kasih Arif untuk semuanya " ucap Rara benar-benar senang
" Sama-sama.. ayo Ri " ajaknya
" Akhirnya Bu hati yang di tunggu-tunggu tiba, aku akan menjauhkan ibu dari lelaki brengsek itu.. ibu terlalu baik padanya dia harus menerima balasannya " ucapnya Rara dalam hatinya
Mereka pergi menuju orang yang selalu mengurus semua makan di pemakaman ini, rencananya Rara akan memindahkan makan sang ibu. Ia berharap jika Rencananya akan lancar.
Ia sudah berdiskusi dengan pengurus pemakaman disana, Mereka mengijinkan Bu Renata di pindahkan ke luar kota meskipun awalnya rencana itu di tolak apalagi tidak ada persetujuan dari Pa Tono.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,