
Rara Langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kalau harus jujur harinya sekarang sedang gelisah. Disisi lain ia senang harus berpisah dengan Vino tapi di sisi lain ia juga merasa sedih harus kehilangan Vino.
Rara tahu jika tubuhnya ini sekarang adalah tubuh sang kakak, dimana kakaknya itu sangat mencintai Vino tapi hidup juga harus realistis karena kebahagiaan harus kita dapatkan dan perjuangkan.
Air mata sekarang membasahi pipinya Rara, ia tahu betul jika sang kakak sekarang sedang benar-benar sedih. ia menghentikan sejenak mobil yang ia kendarai.
" Ka Riri.. aku tahu sekarang perasaan ka Riri sedih tapi ini semua yang aku lakukan untuk ka Riri.. aku tidak mau ka Riri di jahatin mereka terus.. " ucap Rara pada dirinya sendiri
" Kakak percaya padaku.. kakak tidak sendirian masih ada aku dan Ayah yang akan selalu mendukung ka Riri.. aku hanya ingin kakak bahagia.. kakak harus dapatkan kebahagiaan kakak sendiri.. " ucap Rara sambil tersenyum melihat pada cermin yang ada di mobilnya.
Kini tangisnya sudah tidak membasahi pipi Rara lagi, ia yakin jika sang kakak sudah mengerti akan hal itu. ia kembali lagi melanjutkan perjalanan menuju Kantornya.
Kini ia sudah sampai di kantor, ia langsung masuk kedalam Ruangan. betapa kagetnya dia ketika melihat setumpuk pekerjaan yang harus ia kerjakan.
" Apa nona mau kopi " tanya Rio
" Menurutmu.. bagaimana.. ini pekerjaan menumpuk sekali " ucap Rara
" Maaf Nona.. itu memang berkas yang harus anda tanda tangani " ucap Rio
" Baiklah waktunya bekerja.. kamu buatkan saya Kopi tapi sebelum itu panggilkan dulu bagian staf kepegawaian ke ruangan ku " ucap Rara
" Memang ada masalah apa Nona " tanya Rio
" Bukan urusanmu.. cepat panggilkan saja mereka " ucap Rara
" Baik Nona " ucap Rio langsung pergi dari ruangan Rara dan memanggil staf kepegawaian seperti yang di perintahkan Rara.
Tak butuh waktu lama mereka sudah berada di ruangan Rara, tampak ketiga staf kepegawaian kaget ketika mereka di minta menghadap Rara Yang sebelumnya belum pernah bertemu.
" Kalian staf kepegawaian " tanya Rara
" Ia Nona " ucap Mereka dengan wajah tegang
" Nona ini kopi anda " ucap Rio
" Baik terima kasih " ucap Rara kini duduk saling berhadapan dengan mereka
" Rio, mana dokumen yang saya minta " tanya Rara
" Ini Nona " ucapnya
Rara langsung membuka dokumen tersebut, dokumen itu berisi tentang struktur organisasi perusahaan itu.
" Kalian pasti sudah tahu, karyawan siapa saja dulu yang dekat dengan suami saya.. bahkan jadi bawahannya " ucap Rara
__ADS_1
" Kami tahu nona " ucap mereka kompak
" Bagus.. pindahkan ke cabang luar pulau,, aku tidak mau ada pengkhianat di perusahaan kita... dan kalian buatkan surat pemecatan untuk Vino dan Riska mulai sekarang " ucap Rara
" Hah, di pecat nona " ucap Mereka kaget karena vino adalah suami majikannya dan Riska adalah adik dari majikannya
" Kenapa " ucap Rara
" Tidak apa-apa nona, kami akan segera buatkan surat pemecatannya sekarang juga " ucap Mereka
" Aku tunggu satu jam lagi " ucap Rara
" Baik Nona " ucap mereka
" Kalian lanjutkan pekerjaan kalian seperti biasanya.. ingat aku tidak suka dengan pengkhianat.. jangan sebarkan hal ini dahulu.. dan untuk mereka yang di pindahkan kalian siapkan tiket pesawat dan rumah tinggal yang sederhana untuk mereka.. mulai nanti siang ini mereka resmi aku pindahkan.. jangan bilang masalah ini pada Vino " ucap Rara
" Baik Nona " ucap Mereka
" Jika hal ini sampai bocor informasinya pada suami saya.. aku akan kirim kamu ke Afrika.. " ancam Rara
" Baik Nona.. kami tidak akan membocorkan masalah ini " ucap Mereka langsung meninggalkan ruangan Rara karena takut dengan ancamannya.
Sementara Rio tampak masih bingung dengan keputusan Rara, kali ini keputusannya cukup berani.
" Aku yakin.. sebentar lagi aku akan berpisah dengan Vino.. kamu sekarang siapkan surat gugatan perceraian ku " ucap Rara
" Apa.. " ucap Rio benar-benar kaget
Dan keputusan Majikannya kali ini cukup membuat Rio senang, ia tahu bagaimana terluka hati majikannya itu. apalagi dia juga korban broken home karena perselingkuhan ayahnya dulu.
" Baik Nona saya akan kerjakan sekarang " ucap Rara
" Kalau itu sudah menjadi keputusan Nona Riri, aku akan mendukung mati-matian kalau perlu sampai bawa beberapa pengacara " batin Rio melangkah dari ruangan Rara
Rara kembali bekerja, namun ia juga tidak Bisa membohongi pikirannya jika bayangan masa lalu Sang kakak dengan Vino terlintas.
" Sudah lah ka... masih banyak laki-laki di luar sana yang bisa menyayangi dan mencintai kakak dengan sepenuh hati.. Vino laki-laki brengsek yang tidak pantas kakak tangisi " ucap Rara menyakinkan pemilik tubuh ini untuk tegar.
Ia melihat Poto Pernikahan Sang kakak dan Vino yang masih terpajang di meja kerja Rara.
" Aku tidak pernah Rela jika Ka Riri berada di tangan Vino.. kakak adalah wanita yang sangat baik.. ada kalanya orang baik juga harus pergi ketika kehadirannya sudah tak di hargai lagi " ucap Rara
Hari ini benar-benar Rara di buat tidak bisa fokus, apalagi ketika Rio memberikan surat gugatan perceraian yang harus ia tanda tangan. Seketika tangannya enggan menandantangani semua ini.
" Nona jika anda masih Ragu.. jangan lakukan.. nanti anda akan menyesal " ucap Rio
__ADS_1
" Sebenarnya saya tidak menyesal dengan surat perceraian ini, hanya saja kenangan bersama Vino masih selalu hadir di pikiran saya " ucap Rara
" Itu wajar Nona.. tapi nona juga harus ingat betapa kejamnya Tuan Vino memperlakukan Nona dulu.. bahkan sampai tega berselingkuh dengan adik tiri anda sendiri " ucapan Rio membuat air mata Rara mengalir
" Ka Riri.. kenapa... kakak harus kuat.. jangan lemah seperti ini " batin Rara
" Aku belum rela melepaskan Vino.. " ungkapan isi hati Riri
" Nona... apa yang membuat anda sedih harus anda lepaskan bagaimanapun juga nada berhak bahagia, meskipun bukan dengan Tuan Vino " ucap Rio sambil memberikan Tisu pada Rara
" Mungkin awalnya berat tapi kita harus bisa, aku yakin Nona sangat kuat.. nona adalah wanita yang kuat dan tegar.. aku akan berdiri di samping nona menemani Nona " ucap Rio
" Apa yang di katakan Rio benar ka.. aku juga yakin kakak kuat dan bisa.. kita sama-sama jalani ini.. " batin Rara
" Ayo bangkit Ka.. kita buktikan pada Vino,, kita akan buat dia menyesal sudah menyia-nyiakan Kakak.. " batin Rara
" Kamu benar.. " ucap Rara menghapus air matanya
Kini hati Rara merasa lebih lega, ia juga langsung menandatangani surat gugatan perceraian itu. Rara senang jika pada akhirnya Sang kakak benar-benar sudah bisa melepaskan Vino.
" Terima kasih ka.. aku bangga sama kakak, kakak wanita yang luar biasa " batin Rara senang
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,
__ADS_1