Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 39 Geledah


__ADS_3

Rara dan Tian sudah selesai Sarapannya, mereka kini naik kedalam mobil Tian, sebelum Tian ke kantor ia ingin mengantarkan Rara ke rumahnya.


Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di rumah Rara. Tian pun langsung melajukan kembali mobilnya.


" Terima kasih " ucap Rara sambil tersenyum turun dari mobil


" Sama-sama, kalau butuh apa-apa hubungi aku " ucapnya langsung melajukan mobilnya


Rara langsung masuk kedalam rumahnya, tampak sepi tidak ada kehadiran Vino dan juga Bu Popi.


" Pagi Nona... " ucap sang pelayan tersenyum menyambut kedatangan majikannya


" Apa Vino ada telepon kesini " tanya Rara


" Ada Nona " Ucapnya


" Lalu kamu angkat " tanya Rara kembali


" Ia Nona, tadi pagi Tuan Vino telepon saya, dia menanyakan keberadaan Nona "


" Lalu kamu jawab apa " ucap Rara antusias


" Saya bilang Nona ada di kamar, kurang enak badan, jadi belum bangun dari tadi " ucapnya jujur


" Bagus, apa Vino mengatakan sesuatu lagi " tanya Rara


" Tuan Vino berkata jika Nona sudah vabgun, harus segera mengaktifkan Handphonenya Nona, dia juga berkata jika operasi ibu Popi lancar " ucapnya


" Syukurlah kalau begitu " ucap Rara


" Nanti bantu aku geledah kamar Bu Popi, semua barang-barang Milik Bu Popi yang berharga berikan padaku " ucap Rara sambil tersenyum jahat


" Baik Nona " ucap Sang pelayan


" Saya ke kamar dulu, jangan bilang pada Vino kalau saya pulang pagi-pagi " ucap Rara


" Baik Nona " jawabnya langsung pergi dari sana


" Bagaimana saya bilang anda pulang pagi orang Tuan Tian berpesan pada saya kalau Tuan Vino telepon saya harus bilang jika nona sedang tidak enak badan, entah apa yang di lakukan Tuan Tian dan Nona, tapi menurutku Nona lebih cocok dengan Tuan Tian di bandingkan dengan Tuan Vino " batin si pelayan


Rara langsung kembali lagi ke kamarnya, ia membaringkan tubuhnya sambil di selimut, ia langsung mengambil handphonenya lalu segera menelepon sang suami.


" Kenapa Handphone ku mati, perasaan semalam baterainya masih banyak, apa jangan-jangan ini ulah Tian, tapi mana mungkin " batin Rara


" Wah dia menghubungi ku dari semalaman ternyata, ah tapi apa pentingnya toh bagiku dia tidak berharga " ucap Rara


Tut .. Tut... Tut...


" Halo sayang " ucapnya Rara dengan nada lemah seperti orang sakit


" Sayang, kamu dari mana saja, aku khawatir padamu... kamu juga aku teleponin kamu iuga ga aktif.. jangan buat aku cemas " ucap Vino

__ADS_1


" Kamu khawatir bukan padaku tapi pada hartaku, dasar matre " batin Rara


" Maaf sayang, semalam kepalaku pusing aku pulang kerumah dan langsung beristirahat, aku sampai lupa mengisi baterai " ucap Rara bohong


" Lalu sekarang bagaimana keadaan mu, apa perlu aku Kesana dan membawamu ke rumah sakit " ucap Vino


" Tidak usah sayang, kamu jaga saja ibu dirumah Sakit, aku akan beristirahat sebentar dan nanti juga baik kan, nanti aku akan kembali kerumah sakit menemuimu dan ibu " ucap Rara pura-pura lemah di hadapan Vino


" Kamu tenang saja, biar aku yang jaga ibu kamu banyak-banyak istrirahat ya sayang " ucap Vino sok perhatian


" Aku harus terlihat baik di depan Riri, ini kesempatan bagus untuk menarik perhatian dan simpatik dari Riri " batin Vino


" Ia sayang terima kasih sudah mau mengerti kondisi ku sekarang, lalu sekarang bagaimana keadaan ibu?? " ucap Rara


" Ibu sudah melewati masa kritisnya tapi belum sadarkan diri, hiks.. hiks.. hiks.. aku sedih, aku tidak mau ibu kenapa-kenapa " ucap Tian pura-pura menangis


" Rasakan Vino itu tidak seberapa dengan rasa sakit ka Riri dulu, ini karma untuk Bu Popi " batin Rara


" Kamu yang sabar ya sayang, aku yakin ibu pasti akan sembuh seperti semula " ucap Rara


" Ia sayang terima kasih doanya, aku tidak tahu lagi jika tidak ada kamu di samping ku mana mungkin aku bisa sekuat ini, aku tidak bisa hidup tanpamu " ucap Vino sambil tersenyum licik


" Cih, kata siapa vino ga bisa hidup tanpa Ka Riri, omong kosong, ucapanmu bikin aku mau muntah mendengarnya " batin Rara


" Kalau begitu kamu jangan lupa makan ya " ucap Rara mulai muak dengan ucapan Vino


" Muak sekali aku mendengarkan kata-kata Vino, ingin rasanya aku jahit mulutnya yang sok manis dan perhatian gitu " batin Rara


" Yes, aku berhasil membuat Riri untuk sementara waktu mempercayai ku.. lihat saja Riri aku pasti bisa merebut hatimu padaku lagi dan membuatmu tergila-gila pada ku " batin Vino


" Kalau begitu sudah dulu ya aku mau sarapan dulu bubur " ucap Rara


" Ia Sayang, yang banyak ya sarapannya " ucap Vino


" Ia sayang " ucap Rara langsung menutup teleponnya


Rara langsung pergi ke kamar mandinya lalu membersihkan tubuhnya, ia bersiap-siap memakai baju santainya untuk menggeledah Kamar Bu Popi.


Namun sebelum ia menggeledah kamar Bu Popi, tiba-tiba Rio langsung menelepon Rara.


Kring.. Kring...


" Halo " ucap Rara


" Maf nona, saya hanya Inging mengingatkan jika hari ini ada Meting dengan klien " ucap Rio


" Jam berapa meting nya " tanya Rara


" Nanti setelah jam makan siang " ucap Rio


" Baiklah nanti saya ke kantor agak siangan, kamu handel semua pekerjaan saya, kalau tidak mengerti bisa tanyakan pada asisten Vino, karena hari ini Vino tidak akan masuk kerja karena mertua saya masuk rumah sakit " ucap Rara

__ADS_1


" Terkadang aku bingung dengan sikap Nona Riri, kadang benci pada Tuan Vino tapi kadang dia bersikap baik padanya " batin Rio


" Baik Nona " ucapnya


" Oh ia satu lagi, kamu cari informasi apa saya yang sekarang sedang Vino kerjakan dalam pekerjaannya " titah Rara


" Baik Nona " ucapnya


Rara langsung menutup teleponnya dan segera keluar dari kamarnya menuju kamar Sang mertua.


" Hey, kamu sini " ucap Rara pada pelayannya


" Ia Nona, ada apa " tanyanya


" Bagaimana kamu sudah menemukan barang apa saja yang berharga disini " tanya Rara


" Saya menemukan beberapa kotak perhiasan, isinya sangat banyak " ucapnya


" Saya lihat coba " ucap Rara


Sang pelayan langsung memberikan kotak perhiasan itu pada Rara, ketika Rara membuka kotak tersebut isinya Memeng perhiasan satu set, hal itu membuat Rara sangat kaget.


" Apa ini semua punya Ka Riri " batin Rara benar-benar kaget


" Kamu cari lagi semua perhiasan punya Bu Popi tanpa ada yang terlewatkan " ucap Rara sambil tersenyum licik


" Baik Nona " ucapnya


Sang pelayan pun langsung menggeledah kembali kemari Milik Bu Popi, sementara Rara langsung menghubungi temannya untuk membuat emas palsu sesuai dengan desain yang ia foto-fotokan.


.


.


.


.


Bersambung...


Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


...,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,...


__ADS_2