Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 67 Resmi Bercerai


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Rara seperti biasanya, ia pagi-pagi sekali sudah bangun, ia melihat jika Vino tidak ada di sampingnya, ia berpikir positif jika Vino mungkin tidur di kamar Bu Popi seperti kemarin.


Ia bangkit menuju lemari bajunya, ia mengambil koper dan memasukan sebagai bajunya kedalam koper. Ia sudah siap untuk meninggalkan Vino dari kehidupannya.


Setelah selesai ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan juga menyegarkan pikirannya, jangan sampai rencana yang sudah matang itu gagal.


Kini ia sudah rapi dan segar, ia mendandani wajahnya dengan cantik, tak lupa juga ia mengenakan dress yang bagus yang ia punya.


Terdengar suara berisik dari luar kamarnya, itu suara Bu Reni yang sedang sibuk mengatur acara pernikahan putrinya itu.


" Aku yakin Ka Riri kuat.. kita hadapi sama-sama ka.. " ucap Rara sambil melihat wajah dirinya di cermin


Rara keluar dari kamarnya, ia melihat banyak orang yang tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan Riska. Entah mengapa hatinya sakit apalagi ia tidak bisa membayangkan jika Vino mengucapkan ijab Qabul nanti.


Ia menuju ruang makan, disana Meti sudah menyiapkan sarapan namun yang duduk di ruangan itu hanya ada Rara dan sang ayah. Tampak raut wajah sang ayah sedih apalagi ketika melihat wajah putrinya.


" RI,, kamu harus kuat ya " ucap Pa Mail


" Ayah tenang saja.. aku pasti kuat " ucap Rara sambil tersenyum


" Ayo kita makan.. Meti sudah buatkan makanan kesukaan mu " ucap Pa Mail


" Ia ayah " ucap Rara


Rara langsung memanggil Meti untuk sarapan bersama-sama dengan dirinya dan sang ayah.


" Meti... " panggil Rara


" Ia Nona... " ucapnya


" Duduk, kita makan sama-sama " ucap Rara sambil tersenyum


Sang ayah hanya bisa tersenyum dengan sikap putrinya memang Riri orangnya baik, dari dulu Pa Mail tahu betul jika Riri adalah sosok yang baik, ia tidak pernah membedakan siapapun dari kalangan apapun.


" Tapi Nona " ucap Meti merasa canggung meskipun ia tahu jika majikannya itu sangat baik


" Sudah kamu duduk saja " ucap Pa mail sambil tersenyum


" Baik Tian kalau begitu " ucap Meti duduk dan sarapan bersama mereka


" Nona Riri orangnya baik, tapi malang nasibnya, kalau aku jadi dia pasti aku sudah mengamuk,, rumahnya sendiri mau di jadikan acara pernikahan madunya meskipun yang menjadi madunya adalah adik tirinya " batin Meti


Mereka makan dengan lahap, Riri cukup tegar terlihat dari wajahnya namun namanya hati seorang ayah, apalagi Riri putri kesayangannya pasti sangat sedih bisa di lihat dari wajah Pa mail.


Meti juga melihat jika majikannya itu wanita yang kuat dan tegar, tidak semua orang bisa kuat jika di posisi majikannya itu.


" Meti,, aku titip ayah ya.. kamu akan kerja di mansion bersama pelayan di sana " ucap Rara di depan Pa Mail


" Ayah baik-baik saja nak " ucap Pa mail


" Ayah, Meti adalah salah satu orang yang dekat dengan ku, aku harap ayah bisa menerima dia.. selama aku tidak ada, ayah harus nurut sama Meti, dia akan mengurus kesehatan ayah, ayah minum obat dan cek up dia yang urus " ucap Rara

__ADS_1


" Tapi Nona mau kemana... " tanya Meti heran


" Aku tidak akan kemana-mana.. " ucap Rara sambil tersenyum


" Aneh, kenapa aku merasa jika Nona Riri akan pergi jauh, atau hanya pikiran ku saja " batin Meti


" Aku harus pergi ke kantor dulu, nanti siang aku kembali lagi kesini " ucap Rara pamit sambil mencium tangan sang ayah


Tiba-tiba Bu Reni datang menghampiri Rara, ia heran kenapa disaat penting seperti ini Rara malah pergi ke kantor.


" Apa-apa kamu Riri, disaat yang lain sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan Riska dan Vino kamu malah pergi ke kantor " ucap Bu Reni


" Apa salahnya Bu, biarkan Riri pergi ke kantor " ucap Pa Mail


" Tapi Mas... " ucapan Bu Reni terhenti


" Bu,, yang nikah kan Riska apa hubungannya dengan ku.. lagian disini aku harus membantu apa.. semuanya ibu sudah siapkan " ucap Riri


" Tapi Ri,, " ucap Pa Bu Reni


" Sudah lah Bu,, aku sibuk.. aku harus pergi " ucap Rara langsung pergi dari sana menuju mobilnya.


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia berusaha tegar namun ketika di dalam mobil air matanya tidak bisa di bendung lagi.


" Sudah lah ka, jangan menangisi Vino, dia laki-laki brengsek " ucap Rara menghapus air matanya


Entah mengapa hatinya sakit, mungkin itu reaksi Riri yang sebenarnya ketika saat ini. Rara mencoba menenangkan hatinya itu. Ia tahu jika hatinya sakit karena itu yang di rasakan sang kakak.


" Setelah ini tidak akan ada lagi yang menyakiti kakak.. percaya padaku.. Vino pasti akan menyesal karena sudah memperlakukan Kakak seperti ini.. " ucap Rara


" Kamu sudah datang pagi-pagi sekali ada apa " tanya Rara


" Hari ini kamu cantik sekali " ucap Tian sambil tersenyum melihat penampilan Rara


" Jawab pertanyaan ku " ucap Rara


" Oh ia, aku hanya ingin memberikan ini " ucap Tian memberikan Map pada Rara


Rara langsung membaca isi map nya, ia tersenyum senang ketika ia melihat jika dirinya sudah resmi berpisah dengan Vino.


" Apa ini asli " tanya Rara


" So pasti.. " ucap Tian sambil tersenyum


" Bagaimana kamu bisa mendapatkan tanda tangan Vino " tanya Rara heran


" Kemarin aku meminta Pa Kemal selaku Wo, untuk meminta tanda tangan Vino dan berhasil " ucap Tian


" Itu namanya kamu curang " ucap Rara


" Yang penting surat ini asli dan sudah di akui hukum.. sekarang kamu janda " ucap Tian


" Terima kasih suratnya.. " ucap Rara

__ADS_1


" Kamu harus ingat jika nanti kita harus datang ke acara pernikahan Riska dan Mantan Suami mu itu... " ucap Tian


" Ia.. aku tahu " ucap Rara


" Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu, nanti siang aku jemput kamu ya.. " ucap Tian sambil tersenyum


Tian segera meninggalkan kantor Rara, sedangkan Rara tampak melihat surat cerai itu, ada rasa bahagia dan rasa sedih yang bercampur menjadi satu.


Suara ketukan Pintu terdengar, siapa lagi yang masuk sambil membawa kopi kesukaan Rara kalau bukan Rio. Ia juga baru tahu jika surat cerai sang majikan sudah resmi.


" Nona ini kopi anda " ucapnya Rio


" Terima kasih " ucap Rara sambil tersenyum


" Nona, aku tahu mungkin ada rasa berat melepaskan orang yang kita sayang, tapi percayalah nona hidup akan lebih bahagia jika orang yang kita cintai juga mencintai kita " ucap Rio mencoba menghibur majikannya


" Kau benar,, selama ini kadang kita terlalu di butakan oleh yang namanya cinta, padahal kebahagiaan adalah nomber satu untuk pasangannya " ucap Rara


" Aku harap Nona jangan larut dalam kesedihan,, karena pada dasarnya bersedih itu normal ketika kita kecewa tapi kita juga tidak bisa larut dalam kesedihan,, masih ada orang-orang disekitar kita yang peduli sama kita " ucapnya Rio


" Tumben kamu berkata bijak " ucap Rara heran


" Aku ingin menghibur nona " ucap Rio


" Terima kasih Rio.. kamu laki-laki baik, semoga suatu saat kamu bisa menemukan wanita yang tepat " ucap Rara


" ia nona, Terima kasih doanya " ucap Rio


" Kalau begitu lanjutkan pekerjaan mu " ucap Rara


" Baik Nona " ucapnya langsung meninggalkan ruangan majikannya


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,


__ADS_2