
Kini mobil ambulance sudah sampai di rumah Rara, Petugas ambulance membantu menggotong jenazah Bu Popi kedalam rumah.
Sementara Di rumah semua tetangga sudah berdatangan. Pa Mail dan Bu Reni benar-benar sudah mempersiapkan semua pemakaman Bu Popi.
Tampak Vino masih menangis, ia belum terima akan kepergian Sang ibu, sedangkan Rara terlihat matanya bengkak habis menangis. Hanya Riska saja yang terlihat baik-baik saja diantara mereka.
Vino duduk di samping jenazah sang ibu. Hatinya benar-benar sedih saat ini. Rara hanya bisa memegang tangannya sesekali ia juga memeluk Vino yang memang sedang membutuhkan dirinya.
Beberapa kali Riska terlihat tidak sedang dengan kebersamaan sang kakak dan lelaki yang ia cintai itu.
" Bu lihat mereka " ucap Riska berbisik pada ibunya
" Sudah kamu jangan cari ribut, disaat seperti ini.. ingat Vino sedang sedih kamu jangan membuat keributan yang akan membuat Vino malah membenci mu " bisik Bu Reni
" Ia Bu, aku tahu " ucap Riska yang sedang terbakar api cemburu
Karena Bu Popi sudah di mandikan di rumah sakit, mereka pun segera membawa Bu Popi ke mesjid untuk di sholatkan.
Tampak Warga berbondong-bondong mengikuti jenazah Bu Popi pergi ke mesjid untuk mengsholatkannya untuk yang terakhir kalinya.
Setelah selesai mengsholatkannya barulah Jenazah Bu Popi di bawa ke pemakaman terdekat disana. Liang lahat pun sudah di persiapkan sebelumnya.
Acaranya begitu hikmat warga sekitar tampak antusias dengan pemakaman Bu Popi. Meskipun semasa hidupnya ia kurang bersosialisasi dengan tetangga namun sebagai umat muslim kita harus berbuat baik dan mendoakan Bu Popi agar tenang di sana.
Acara pemakaman pun sudah selesai, satu persatu orang-orang meninggalkan makan Bu pipi. Yang tersisa hanya ada Vino yang sedang memeluk papan nisan Bu Popi.
Hati Rara sedih melihat hal itu namun ia juga tidak berbuat apa-apa karena ia juga tidak tahu hidupnya akan bertahan berapa lama.
Riska mencoba mendekati Vino yang masih memeluk Papan nisan Bu Popi. Ia mencoba untuk merebut hati Vino kembali.
" Sayang, ayo kita pulang " ucap Riska sambil menangis melihat keadaan Vino yang seperti ini
" Lepaskan aku.. aku tidak mau pulang.. aku mau bersama dengan ibu.. ibu.. " ucap Vino masih menangis
" Vino.. ibu Popi... " ucap Bu Reni terhenti melihat tatapan tajam dari sang suami
" Jangan... biarkan saja " ucap Pa Mail
" Kalian bisa pulang duluan, aku mau bersama dengan Ibu " ucap Vino
" Tapi sayang... " ucap Riska yang tak putus asa
" Aku bilang pergi " bentak Vino pada Riska
" Riska ayo pulang dari sini.. dasar laki-laki jahat bisanya bentak-bentak kamu " ucap Bu Reni tampak kesal dengan sikap Vino
__ADS_1
" RI, ayah tunggu di rumah mu " ucap Pa Mail
" Ia ayah " ucap Rara
Bu Reni dan Riska memang sudah meninggal mereka menuju rumah Rara yang di ikuti oleh Pa mail dari belakang.
Tinggallah Rara dan Vino yang masih berada di sana. Rara bisa merasakan sesedih apa yang di rasakan oleh Vino, karena ia juga sudah kehilangan ibunya bahkan dia tidak tahu dimana makam ibunya.
" Jika kamu ingin memaksa ku pulang, kamu pulang saja duluan " ucap Vino
" Aku tidak akan memaksamu pulang, aku hanya akan menemanimu disini " ucap Rara
" Kenapa Riri berbeda dengan orang lain yang selalu memaksaku untuk sabar, ikhlas.. kenapa disaat seperti ini aku baru sadar jika Riri adalah wanita yang baik, aku salah menilai dia selama ini " batin Vino
" Kenapa harus memaksamu pulang.. aku tahu apa yang kamu rasakan karena aku juga pernah di posisi mu " batin Rara
" RI,, maafkan semua kesalahan ibu padamu.. " ucap Vino sambil menatap wajah istrinya itu
" Kamu tenang saja, aku sudah memaafkan semua kesalahan Bu Popi padaku.. " ucap Rara
" Tapi tidak dengan dirimu,, salah Kamu terlalu banyak Vino pada Ka Riri.. lihat saja akan ku buat hidupmu lebih menderita dari ka Riri " batin Rara
" Riri memang selalu baik dari dulu, aku yang tidak pernah sadar akan hal itu.. maafkan aku Ri... maaf atas semua dosaku padamu.. aku berjanji akan memperbaikinya mulai sekarang " batin Vino
Tiba-tiba hujan turun, Vino mulai panik bukan tanpa alasan ia tidak tega jika ibunya kedinginan.
" Tidak RI, kasian ibu.. ibu pasti kedinginan dan kehujanan.. aku mau beli dulu payung untuk ibu " ucap Vino
Plak,,
" Sadar Vino, ibu sudah meninggalkan... kamu harus merelakan semuanya " bentak Rara sambil menangis
" Tapi Ri... " ucap Vino menangis melihat kuburan ibunya
" Ayo pulang " ucapnya Rara langsung menarik tangan Vino agar pulang dari rumah
Dengan berat hati Vino Langsung menuruti keinginan Istinya itu, walau dalam hatinya ia masih memikirkan ibunya yang sudah tiada.
Mereka berjalan sambil hujan-hujanan, bahkan Vino menangis dalam derasnya hujan, ia benar-benar terpuruk dengan kepergian ibunya. Hari ini baginya adalah hari kesialannya.
" Bu... ibu... " ucap Vino dalam derasnya hujan
" Jangan membuat aku peduli padamu dengan keadaan mu seperti sekarang.. aku tidak mau luluh karena hal ini " batin Rara
Mereka sudah sampai di rumah dengan tubuh yang basah kuyup, Riska yang melihat hal itu langsung menghampiri Vino dan segera memberikan handuk kering pada Vino.
__ADS_1
" Sayang kenapa kamu basah kuyup begini " ucapnya Riska tampak khawatir
" Minggir " ucapnya Vino
" Ini handuk kering untukmu... kami bisa masuk angin " ucap Riska
Rara langsung pergi ke kamarnya dan segera mandi agar tidak masuk angin. Sementara Vino langsung pergi menuju Kamar Bu Popi.
Riska menatap kepergian Vino dengan rasa kesalnya, ia benar-benar di buat jengkel oleh sikap Vino akhir-akhir ini, apalagi dia selalu di cuekin oleh Vino.
" Ibu.. lihat Vino jahat " ucap Riska pada Bu Reni
" Sudah biarkan dia sendiri " ucap Pa Mail
" Ya Benar itu Riska, berikan Vino waktu sendiri " ucapnya Bu Reni
" Baiklah bu " ucap Riska dengan wajah kecewa
" Lebih baik kamu temani ibu kita masak sup buat Vino " ucap Bu Reni
" Baiklah Bu... " ucap Riska kembali lagi ceria
" Sekalian untuk Riri juga, kan dia juga kehujanan " ucap Pa mail
" Ia Mas " ucap Bu Reni tampak kesal
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,