
Sementara Vino sudah bangun pagi-pagi sekali, ia langsung menuju kantin untuk membeli air hangat dan bubur untuk istrinya.
Ia memang sengaja menyiapkan semua ini agar nanti ketika mertuanya datang, dia terlihat seperti seorang suami yang mencintai istrinya.
Kini Pa Mail dan Bu Rena sudah berada di rumah sakit, Bu Rena memang sudah tahu kejadian sebenarnya karena Riska sebelumnya bercerita padanya. Tidak halnya dengan Pa Mail, sampai saat ini ia tidak tahu akan apa yang dilakukan anak tirinya itu.
Bu Rena memang sengaja ikut bersama dengan sang suami agar ketika suaminya marah pada anaknya ia bisa membela putrinya tersebut.
Pa Mail tampak tenang masuk kedalam ruangan Riri bersama dengan sang istri. ia melihat Vino sedang menyuapi Riri karena tangannya di perban. betapa hancur hatinya ketika melihat kondisi Riri putri kesayangannya, Bukan hanya tangan kakinya juga di perban membuat hatinya sedih dan cemas.
" Sayang.. apa yang sebenarnya terjadi, kenapa ini bisa seperti ini.. " tanya sang ayah dengan wajah sedihnya menatap wajah putrinya sendiri dan memeluknya
" Katakan pada ayah siapa yang melakukan ini padamu " tanya Pa mail dengan wajah geram ia tidak terima jika putrinya jadi seperti ini.
Ekspresi wajah Vino dan Bu Reni kini terlihat sedikit pucat mendengar ucapan Pa Mail, mereka takut jika tau Riska yang melakukan ini pasti dia akan sangat marah.
" Semoga saja Riri tidak tahu kalau Riska yang menabraknya, bisa gawat kalau ayah sampai tahu,, bisa-bisa dia diusir dan aku juga akan kena imbasnya " batin Bu Reni dengan wajah pucat dan cemasnya
" Matilah kamu Riska, dasar wanita yang ga punya otak, ga seharusnya dia lakukan ini pada Riri, jadi ribet kan urusannya semua ini gara-gara Riska " batin Vino tampak kesal dengan apa yang dilakukan Riska
" Ayah, sebenarnya yang melakukan ini padaku adalah Riska " ucap Rara sambil meneteskan air matanya ia pura-pura terlihat lemah agar sang ayah merasa kasian padanya dan
berpihak padanya.
" Apa Riska,, Sudah jangan menangis nak, ada ayah disini.. ayah akan kasih pelajaran pada anak itu.. " ucap Pa Mail memeluk putrinya dengan erat.
__ADS_1
" Satu persatu akan ku hancurkan kamu Riska,, ini belum berakhir ,, lihat saja nanti" batin Rara senang melihat kemarahan sang ayah
" Bisa gawat jika Pa Mail marah,, semoga Riri tidak mengadu macam-macam pada Pa Mail.. bisa ribet urusannya, bagaimana jika aku jatuh miskin, aku tidak mau hal itu terjadi " batin Vino
" Riri sayang, mana mungkin Riska tega berbuat seperti itu padamu, mungkin kamu salah lihat atau salam paham padanya " ucap Bu Reni dengan tersenyum canggung membela putrinya.
" Kenapa tidak tega bu,, dia saja tega telah berselingkuh dengan suamiku sendiri " ucap Rara marah dengan pembelajaran Bu Reni, biar bagaimanapun disini ada ayahnya yang akan membela dia dibandingkan Riska.
" Apa,, selingkuh.. keterlaluan sekali putrimu,, ini balasan yang harus aku terima ketika aku sudah memberikan dia makan dan segala kebutuhan yang kamu dan anakmu butuhkan, lalu ini balasannya hah " teriakan Pa mail benar-benar marah pada Bu Reni.
Bu Reni dihadapanku dan Vino langsung ditampar dengan keras hingga duduk di lantai, Bu Reni langsung menangis merasakan sakit dipipinya. Rasa sakitnya tidak sebanding dengan rasa khawatirnya jika dia di usir dari rumah.
" Mana mungkin Riska berbuat seperti itu pada Riri mas,, kamu harus percaya padaku Mas.. aku yakin Riska tidak akan berbuat jahat seperti itu " ucap Bu Reni sambil menangis.
Kini giliran Vino yang langsung di tampar oleh Pa mail, Vino mendapatkan beberapa tamparan dan pukulan dari Pa mail. Vino merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
" Ayah.. maafkan aku,, aku khilaf,, aku sudah berjanji pada Riri akan berubah dan tidak akan mengulangi semua kesalahan ku lagi " ucap Vino sambil menangis tersedu-sedu
Kali ini pikiran kacau yang ada dipikirannya hanya bagaimana caranya agar ia dan Riri tidak bercerai, ia takut jatuh miskin seperti dahulu kehidupan susahnya susah.
Rara tersenyum jahat ketika melihat kedua orang yang ada dihadapannya benar-benar tidak berdaya di hadapan ayahnya yang sedang emosi.
Sementara sang ayah merasa sakit hatinya kesal dan bahkan marah, Ia tidak membayangkan betapa hancurnya putrinya saat ini, dia dikhianati oleh Suami dan adiknya sendiri.
Rara menatap wajah sang ayah, ia senang karena sosok ayah yang ia rindukan kini berada tepat di hadapannya. Andai ayah dan ibu tidak berpisah mungkin Rara tidak akan merasakan menderita dari kecil bersama dengan ibu kandungnya karena sering di siksa oleh ayah tirinya.
__ADS_1
Namun ia bersyukur dan tidak bisa menyalakan takdir karena takdir juga yang memberikan ia kesempatan bisa bertemu dengan kakak dan ayah kandungnya sendiri.
" Kamu jangan sedih lagi ya nak, kamu harus cepat berpisah dengan Vino " ucap Pa Mail yang langsung menatap mata vino yang sedang kesakitan dihadapannya
Duar,,
Bagaikan tersambar petir disiang bolong ucapan Pa mail Memang hal yang ia takutkan oleh Vino selama ini, bisa-bisa rencananya gagal sebelum ia kaya.
" Ayah, tolong maafkan Vino ayah,, Aku tahu Vino salah tapi Riska juga salah,, aku sudah memaafkan Vino, biar bagaimanapun Vino adalah suamiku " ucap Rara sambil tersenyum jahat melihat wajah suaminya yang ketakutan bahkan sampai berlutut di hadapan sang ayah
" Semudah itu kamu memaafkan dia,, dia sudah menyakiti mu nak,, kamu tidak salah kan nak " ucap Sang ayah yang tak habis pikir dengan pemikiran putrinya
Tiba-tiba handphone milik Sang ayah berbunyi tanda seseorang mengabarkan jika Vidio Riska dan Vino tersebar di seluruh negeri ini, bahkan beberapa stasiun televisi memberitakan Vidio tersebut.
Pa Mail benar-benar marah saat itu, bisa-bisanya saham perusahaannya akan turun dan dia akan mengalami kerugian yang sangat besar pikirannya.
Rara susah menduga jika berita ini akan cepat menyebar, bahkan ketika dengan sengaja Rara menyalakan televisi yang ada disana.
Bu Reni dan Vino benar-benar kaget melihat hal tersebut, mereka merasa hidupnya sudah tamat, kemarahan Pa mail mungkin jauh lebih kejam dari sekarang pikiran mereka.
" Ayah dengarkan aku,, kalau aku bercerai dengan Vino dan tidak membantah gosip itu perusahaan kita akan bangkrut, aku kita pasti rugi besar.. " ucap Rara dengan wajah sedihnya
" Lalu ayah harus bagaimana,, ayah ga mau juga melihat kamu menderita gara-gara mereka.. ayah sayang sama kamu nak " ucap Sang ayah memeluk kembali Riri merasa tak tega pada Riri
" Bagus, ayah mulai berpihak padaku,, akan ku gunakan hal ini agar aku bisa masuk ke dalam perusahaan dan mengusir mereka " batin Rara senang
__ADS_1
Bersambung...