Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 38 Mengenang kenangan dulu


__ADS_3

Rara sudah berada di kamar tamu yang Tian miliki, ia melihat semua barang-barang dan semua foto-foto tampak di pajang di sana membuatnya sedih ketika melihat hal itu.


" Tian kenapa kamu begini.. apa selama ini kamu juga sama seperti aku yang tidak pernah melupakan kenangan kita " batin Rara sambil meneteskan air matanya


Ia memeluk boneka yang dulu pernah di berikan Tian untuknya, setelah mereka putus Rara memang mengembalikan semua barang-barang yang di berikan oleh Tian dahulu.


" Halo Tedy.. apa kamu merindukan ku.. " ucap Rara sambil menangis dengan suara pelan takut Tian terbangun dan masuk kesini.


" Kamu tahu Tedy, semenjak kamu tidak ada hidupku hancur.. sekarang ibu juga sudah meninggal " ucapnya dengan hati yang sedih menceritakan kehidupan dulu kepada Boneka yang dulu selalu ia peluk saat mau tidur.


Rara mulai membaringkan tubuhnya di ranjang itu, tampak warna kamar itu adalah warna kesukaan Rara dahulu. Rara juga melihat beberapa Foto dirinya yang masih di pajang di sana.


Rara sangat merindukan kenangan indah bersama Tuan dahulu, kamar ini benar-benar membuat Rara ingat masa-masa dimana ia dan Tian sangat romantis kala itu.


Tampa sadar Rara pun terlelap dalam tidurnya dengan mata yang terus berlinangan air matanya.


Keesokan harinya,,


Rara masih terlelap dalam tidurnya sedangkan Tian kini sudah memasak sarapan untuknya dan Rara, ia benar-benar antusias hari ini, ia berharap jika Rara bisa mengingat akan dirinya dan semua kenangan indah bersamanya dulu.


Ia membuat nasi goreng dengan telur mata sapi berbentuk hati, sebagai ungkapan rasa cintanya dan juga dulu Rara lah yang selalu memberikan sarapan seperti itu padanya.


" Aku harap kamu bisa bersama-sama dengan ku lagi seperti dulu, aku benar-benar menantikan hari itu " ucap Tian sambil tersenyum melanjutkan kembali memasaknya


Tian juga sudah menghubungi Bimo untuk menggantinya Meting pagi dengan para klien karena ia harus mengantarkan Rara dan menemaninya terlebih dahulu.


Bimo pun sudah mengerti jika posisi Rara sangat penting pagi majikannya itu, Bimo hanya bisa mendukung saja.


Setelah selesai memasak Tian langsung menuju kamar tamu untuk membangunkan Rara untuk bersiap-siap sarapan pagi bersama dengannya.


Tok... Tok... Tok...


Tian sudah mengetuk pintu beberapa kali namun Tidak ada jawaban dari Rara membuat Tian sangat khawatir, ia langsung membuka pintu kamar yang itu, untungnya kamar itu tidak di kunci.


" Gawat, Rara kemana.. apa dia kabur " ucap Tian kaget dan langsung masuk kedalam kamar itu


Ia melihat wajah Rara yang tampak polos tanpa riasan, Tian tersenyum merasa lucu melihat ekspresi wajah Rara yang sedang tidur. Tian langsung duduk di samping ranjang tempat tidur itu agar melihat wajah Rara lebih dekat.


" Wajahmu masih sama seperti dahulu, sama-sama cantik dan tidak bisa aku lupakan " ucap Tian dalam hatinya sambil memandang wajah Rara


" Boneka Teddy bear ini adalah boneka kesukaan mu saat itu, kamu selalu memeluknya ketika aku menelepon mu dahulu " ucap Tian pelan sambil tersenyum

__ADS_1


Rara belum menyadari jika Tian sudah berada di sampingnya, ia masih tertidur lelap saat ini. Tiba-tiba suara Handphone Rara berbunyi tanda seseorang menghubunginya dan orang yang menghubunginya adalah Vino.


Handphone milik Rara langsung di matikan karena Tian tidak mau jika Vino terus mendekati Rara. Yang ia tahu dari informasi yang sudah ia bayar bahwa sekarang Vino bukan hanya ingin menguasai Kekayaan Rara, tapi Vino juga sekarang mulai menyukai Rara.


Hal itu di membuat Tian menjadikan Vino sebagai musuh nomber satunya, selain laki-laki yang kemarin ia lihat makan bersama dengan Rara dan Rio disebuah Cafe.


" Kenapa sih lelaki ini masih saja menghubungi Rara terus... bikin kesal saja... dasar laki-laki brengsek " batin Tian kesal


Tak lama kemudian Rara terbangun dari tidurnya, ia melihat jika Tian sudah ada di sampingnya sambil tersenyum.


" Kenapa kamu disini " ucap Rara Heran


" Memangnya kenapa kalau aku ada disini, ini kan apartemen ku " ucapnya dengan wajah menggoda Rara


" Ish, pasti mau macam-macam kan " tanya Rara


" Dasar pikiran mu kotor sekali, aku kesini untuk membangunkan mu, sarapannya sudah siap.. ayo sarapan bareng " ucap Tian


" Aku kira dia ngapain " batin Rara kesal


Rara hendak mengikuti Tian dari belakang namun langkahnya terhenti saat Tian berhenti berjalan membuat Rara menabrak punggung Tian.


" Aduh sakit tahu " ucap Rara dengan wajah kesalnya


Sedangkan Tian tertawa melihat tingkah Lucu Rara ketika marah padanya, masih sama seperti dahulu ketika mereka masih bersama.


" Ish, kesel-kesel.. " ucap Rara dengan wajah marahnya sambil melihat kaca disana.


Rara segera mencuci mukanya dan bahkan menggosok giginya dengan sikap gigi yang masih baru. Setelah selesai ia langsung menuju ruang makan dimana Tian berada.


Rara duduk di samping Tian dengan wajah marahnya, ia benar-benar kesal dengan sikap Tian hari ini.


" Kenapa kamu cemberut begitu " tanya Tian


" Tidak ada apa-apa " ucap Rara cuek


" Coba lihat makanan kesukaan mu " ucap Tian sambil tersenyum


" Kotak makanan ini sama seperti yang selalu berikan pada Tian dulu.. Tian sungguh masih mencintai ku " batin Rara


" Semoga saja Rara mengingat semua kenangan kita dulu.. aku masih sangat mencintai mu Ra " batin Tian

__ADS_1


" Bagaimana, apa kamu suka?? " tanya Tian dengan wajah antusiasnya


" Biasa saja " ucap Rara


" Lihat lah telur mata sapinya, lucu kan " ucap Tian masih ingin melihat reaksi Rara


" Kamu lebay " ucap Rara sambil tersenyum


" Meskipun Rara tidak mau mengakuinya tapi aku yakin jika Rara masih mengingat aku.. aku senang dia tersenyum seperti dahulu.. sangat Indah " batin Tian


" Tapi Kamu suka kan " goda Tian pada Rafa membuat Rara menghentikan senyumnya


" Ish, apaan sih.. ayo kita lanjutkan makannya " ucap Rara


" Baiklah " ucapnya Tian sambil tersenyum


" Kenapa rasanya seperti dahulu ketika aku sering membuatkan dia sarapan " batin Rara merasa heran


" Pasti dia sekarang bingung.. aku tahu jika kamu Rara orang yang selama ini aku cari " batin Tian


" Bagaimana Rasanya " tanya Tian


" Biasa saja " ucap Rara tersenyum licik di depan Tian


Tian yang mendengarkan hal itu terucap dari mulut Rara sebenarnya kesal namun ia tahan karena ia tahu jika Rara dari dulu lebih suka menahan gengsinya.


.


.


Bersambung...


Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


...,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,...


__ADS_2