Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 72 Diusir??


__ADS_3

Sedangkan Bu Reni masih bersama dengan mereka, tubuhnya gemetar dan gaya bicaranya juga gugup bagaimana tidak untuk pertama kalinya ia berhadapan dengan laki-laki tubuh besar dan galak seperti sekarang.


" Mana Vino.. lama sekali " ucapnya


" Aduh sabar dong bang.. menantu saya pasti punya buktinya ko.. " ucap Bu Reni


" Jangan buang-buang waktu kami " ucapnya


" Kemana sih si vino ini lama banget, ga tahu apa tubuhku hampir gemetaran di buatnya " batin Bu Reni


" Kalau begitu kalian tunggu disini, biar aku susul Vino ya " ucap Bu Reni pamit


" Ok, tapi ingat jangan lama-lama " ucapnya


" Ia.. " ucap Bu Reni langsung berlari menuju kamar Vino.


Ia melihat jika di dalam kamar Vino tidak ada keberadaan menantunya itu, ia langsung berteriak mencari keberadaan Vino.


" Vino... Vino " ucap Bu Reni sambil berteriak keras


Vino yang mendapat panggilan itu pun langsung menghampiri mertuanya itu, dengan wajah sedih dan kecewa yang ia dapat hari ini.


" Ibu bisa ga teriak-teriak.. ini di rumah bukan di hutan " ucap Riska


" Vino kamu ini gimana sih, mereka sedang nungguin kamu " ucap Bu Reni tampak kesal


" Aduh sayang bagaimana dong.. " ucap Riska panik


" Aku juga ga tahu harus bagaimana " ucap Vino


" Memangnya ada apa,, jangan bilang kalau suratnya hilang... " ucap Bu Reni asal menebak


tapi ternyata tebakannya itu benar, Rara memang mengambil surat asli rumah ini lalu ia balik nama menjadi nama Sang kakak yaitu Riri


" Yang ibu katakan benar, Vino sekarang sedang mencari surat sertifikat itu " ucap Riska


" Apa.. kenapa bisa " ucap Bu Reni kaget


" Apa jangan-jangan memang Riri yang ambil surat sertifikat ini " ucap Vino


" Bisa jadi sayang.. lalu kita harus bagaimana " ucap Riska sudah panik


" Ya mau gimana lagi.. kota tidak ada bukti.. mau tidak mau kita pergi dari sini " ucap Vino


" Lalu rumah ini.. aku tinggal dimana " ucap Riska sambil menangis


" Sudah sayang jangan menangis " ucap Bu Reni


" Kenapa kita tinggal di Mansion kamu saja " ucap Vino membuat Bu Reni dan Riska kembali tersenyum


" Kamu benar.. kalau begitu aku siap-siap membereskan semua pakaian kota dalam koper " ucap Riska kembali bersemangat


" Kamu benar, ibu juga mau membereskan barang-barang ibu " ucap Bu Reniasuk kedalam kamarnya

__ADS_1


Mereka tampak meninggalkan Vino sendirian disana. Vino mulai bingung harus melakukan apa untuk menghadapi lelaki bertubuh besar itu.


" Vino... Vino.. keluar kamu " ucapnya


" Aku harus bagaimana " ucap Vino pada Riska


" Kamu hadapi saja mereka Sayang, aku sedang berdandan dulu " ucap Riska


" Tapi... " ucap Vino


" Kamu hampiri mereka.. cepat " ucap Bu Reni di depan kamarnya berteriak pada menantunya itu


" Sial, aku hadapi mereka... ayo vino kamu pasti bisa " batin Vino memberikan semangat pada dirinya sendiri


" Vino... " teriakan mereka didalam rumah


Mereka sudah sampai masuk kedalam rumah itu karena jengkel dengan sikap Vino yang tidak keluar dari tadi.


Vino semakin gugup melihat mereka ada di ruang tamu. ia langsung menghampiri mereka dengan wajah ketakutan.


" Mana bukti yang kamu janjikan " tanya meteka


" Maafkan aku.. sepertinya ada kesalahan pahaman disini " ucap Vino tampak menjelaskan pada mereka


" Kami tidak ingin tahu, yang jelas kalian harus segera angkat kaki dari rumah ini, kalau tidak kami akan usir kalian paksa " jawabnya


" Akh, sudah tidak ada cara lagi.. aku harus benar-benar merelakan rumah ini.. lagian kenapa Riri tega sama aku sih.. " batin Vino


" Cepat tinggalkan Rumah ini " ucapnya


" Sampai kapan " ucap mereka


" Hanya satu jam " ucap Bu Vino meminta perpanjangan waktu


" Terlalu lama.. lima belas menit.. hanya lima belas menit dari sekarang " ucap mereka


" Tapi.. " ucap Vino bingung


" Ia Tidak ada tapi-tapian kamu ganti baju sana.. jangan sampai orang malah bilang kamu gelandangan karena pakaian yang kamu kenakan sekarang " ucapnya


" Sial, aku malah di ejek seperti gelandang lagi.. tapi menang sih masa aku pergi dari sini menggunakan pakaian seperti ini.. aku harus ganti " batin Vino


" Baiklah saya permisi dulu " ucap Vino langsung pergi ke kamarnya


Dikamar ya ia melihat jika sang istri sudah berdandan cantik, ia langsung memilik pakaian yang akan ia pakai.


" Sayang kenapa kamu kesini.. apa orang-orang itu sudah pergi " tanya Riska


" Boro-boro pergi, mereka benar-benar ingin mengusir kita " ucap Vino


" Ini semua gara-gara Ka Riri " ucap Riska kesal


" Sudah jangan banyak bicara, cepat bereskan semua barang-barang kita.. kita di beri watu 15 menit " ucapnya Vino

__ADS_1


" Apa.. " ucap Riska kaget


" Semua dokumen yang ada di lemari kamu masukan kedalam koper " ucap Vino


" Kalau perhiasannya " tanya Riska


" Masukan juga " ucap Vino


" Baiklah " ucap Riska


Setelah Vino mengganti baju, ia langsung menuju kamar Bu Popi dengan membawa koper. Ia langsung membuka lemari Bu Popi yang berisikan Perhiasan.


Meskipun hari ini ia harus terusir dari rumahnya ia tidak terlalu sedih karena ia masih memiliki perhiasan sebagai harta dia.


Kini mereka sudah selesai beres-beres, mereka langsung menghampiri lelaki yang bertubuh besar itu.


" Kalian sudah siap keluar dari rumah ini " tanya nya


" Mau tidak mau kita memang harus keluar dari sini karena tidak punya bukti sertifikat rumah ini " ucap Riska


" Kalau begitu silahkan kalian keluar dari sini " ucapnya


" Padahal aku berharap jika rumah ini akan menjadi rumahku ternyata ka Riri sudha merencanakan ini semua.. rasanya aku ingin menampar pipi Ka riri " batin Riska


" Bilang sana sama Riri.. kita akan balas ini semua " ucap Bu Reni kenal


" Nanti saya akan sampaikan.. ibu juga harus ingat kalau majikan saya akan membuat ibu menyesal " ucapnya


" Sial dia malah balik menghina ku.. lihat saja nanti Riri.. akan ku buat Kau lebih menderita dari ini,, lihat saja nanti " batin Bu Reni


Mereka pergi dari rumah itu, dengan membawa masing-masing dua koper. Mereka berencana akan pergi ke Mansion Pa mail untuk tinggal disana.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,


__ADS_2