
Keesokan harinya,,
Riska dan Vino di kejutkan dengan suara berisik di depan rumah, Mereka langsung terbangun dan menghampiri suara berisik itu.
" Sayang, itu di luar ada suara berisik apa ya " ucap Riska terbangun
" Aduh sayang, aku masih ngantuk... aku masih cape " ucap Vino dengan mata terpejam
Vino merasa capek dan lelah karena dirinya dan Riska sudah melakukan malam pertama, sebenarnya bukan malam pertama karena mereka sudah melakukan sebelumnya, mereka melakukan kewajiban mereka setelah resmi menjadi pasangan suami istri.
" Sayang, ayo kita lihat dulu " ucap Riska
" Ish, kamu berisik sekali " ucap Vino langsung bangkit dan memakai baju tidurnya.
Vino langsung pergi dari kamar dan di ikuti oleh Riska, mereka tampak mengendap-endap kearah asal suara itu.
Mereka tampak mengintip dari jendela, disana ada beberapa lelaki dengan badan yang besar dengan tampang seram dan galak.
" Mas, mereka siapa... ko aku jadi takut " ucap Riska
" Mana aku tahu... tapi mereka memang menakutkan " ucap Vino dengan wajah ketakutan
" Sayang, harusnya kamu keluar dan hadapi mereka bukannya malah ketakutan " ucap Riska
" Kamu mau tanggung jawab jika aku kenapa-kenapa gara-gara mereka " ucap Vino
" Terus siapa yang harus hadapi mereka " ucap Riska
" Ya kamu lah " ucap Vino
" Ko aku sih sayang, harusnya itu kamu " ucap Vino
" Tapi Sayang " ucap Riska
" Udah Cepat kamu Kesana, hadapi mereka " ucap Vino sambil mendorong tubuh Riska
" Ko Vino gitu sih, apa dia tidak khawatir akan keselamatan aku dan anaknya " batin Riska
Tok... Tok... Tok...
Mereka tampak mengetuk pintu dengan keras hingga suaranya mengagetkan Bu Reni yang sedang Tidur.
Bu Reni dengan emosi langsung keluar kamarnya, ia melihat Vino dan Riska yang sedang mengintip dari jendela.
" Riska siapa itu, berisik sekali " ucap Bu Reni
" Aku tidak tahu Bu.. " ucap Riska
" Kalau begitu y di buka dong Vino, agar mereka tidak berisik " ucap Bu Reni dengan nada kesal
" Ibu saja yang buka pintu aku tidak berani " ucap Vino dengan nada cuek
" Kamu ini kenapa sih malah bilang ga berani, kamu ini laki-laki tapi ko mental wanita " ucap Bu Reni masih kesal.
__ADS_1
Tok... Tok... Tok...
Tok... Tok... Tok...
" Siapa sih bikin emosi saja " ucap Bu Reni
" Minggir kamu, biar ibu yang buka pintu " ucap Bu Reni pada putrinya yang masih ragu membuka pintu
Tok... Tok... Tok...
" Buka pintunya " ucap suara laki-laki di luar rumah
Tok... Tok... Tok...
" Ia, ia tunggu sebentar " ucap Bu Reni langsung membuka pintunya
Ceklek,,
Bu Reni kaget ketika ada tujuh orang berbadan besar dengan wajah yang menyeramkan yang pastinya galak.
" Kalian siapa " tanya Bu Reni dengan gugup
" Mana yang namanya Tuan Vino " ucap salah satu dari mereka
" Ada di dalam,, biar saya panggilkan " ucap Bu Reni
" Vino... " teriakan Bu Reni
Riska langsung mendorong tubuh sang suami agar bisa menghadapi ketujuh laki-laki itu, bagaimana juga Riska kesal ketika yang harusnya jadi pelindung untuknya adalah suaminya tapi Vino seperti cuek padanya. Lebih parah ketika Sang kakak masih ada disini.
" Sial Riska.. kenapa aku malah di dorong kesini lagi.. mana tubuh mereka besar-besaran aku hanya akan menjadi rengginang jika di hajar mereka " batin Vino
" Dia yang bernama Vino " ucap Bu Reni merasa lega karena menantunya itu ada disini
" Sebenarnya mereka siapa sih, ada hubungan apa mereka dengan Vino " batin Bu Reni
" Kamu yang bernama Vino " ucap laki-laki itu
" Ia betul.. Maaf kalian siapa " tanya Vino
" Kami disuruh Nona Riri untuk mengusir Anda semuanya keluar dari rumah ini " ucap laki-laki itu
" Apa... " ucap Mereka kaget
" Segera tinggalkan rumah ini atau kami akan mengusir paksa kalian " ucapnya
" Tunggu dulu,, ini rumah sudah menjadi milikku kenapa aku yang harus keluar dari rumah ini " ucap Vino
" Benar itu, dia pemilik sah rumah ini, bukan Riri " ucap Bu Reni membela menantunya itu
" Kalau begitu tunjukan pada kami jika kamu memang pemilik rumah ini " ucapnya
" Lihat saja aku akan menunjukkan pada mereka semua jika rumah ini sudah atas nama ku " ucap Vino dalam hatinya
__ADS_1
" Vino cepat kamu bawa sertifikat rumah ini agar mereka semua pergi dari sini " ucap Bu Reni
" Baik Bu " jawabnya
Vino langsung menuju kamarnya, sedangkan Riska membuntuti suaminya seperti tadi. ia melihat jika Suaminya itu sedang mencari kunci seperti akan membuka sesuatu.
" Sayang kamu lagi nyari apa " tanya Riska bingung
" Bantu aku cari kunci lemari ini " ucap Vino
Mereka tampak mencari kunci lemari itu, Vino lupa jika dia selalu menyimpan kunci lemari itu di tas yang selalu ia bawa ke kantor.
" Mas disini tidak ada.. " ucap Rara
Vino langsung mengambil tas miliknya , ternyata benar kunci itu selalu berada disana. Ia langsung membuka lemari itu, Riska tampak terkejut karena di sana ada satu set perhiasan yang tampak berkilau.
" Ternyata Vino punya perhiasan cantik seperti itu, tapi kenapa dia tidak memberikannya padaku " batin Riska
" Kenapa tidak ada " ucap Vino panik
" Coba cari lagi sayang " ucap Riska mulai panik
" Mungkin di kamar ibu " ucapnya langsung pergi ke kamar Bu Popi
Riska seperti biasanya ia mengikuti langkah Suaminya itu, ia juga melihat ternyata di kamar Bu Popi juga banyak perhiasan yang membuat dia terpana.
" Aduh dimana sertifikat rumah ini " ucap Vino mulai bingung
" Bagaimana ini sayang, kalau tidak ada sertifikat itu kita akan di usir " ucap Riska membuat Vino semakin bingung
" Kamu bisa diam tidak.. aku lagi bingung nih " ucap Vino
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,