
Beda halnya perasaan Vino, ia tampak gelisah meskipun di lain sisi ia bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi ayah dari janin yang di kandung Riska.
Entah mengapa sekarang perasaannya pada Riska memudar, ia bahkan tidak rela jika harus meninggalkan Riri, wanita yang selama ini tidak pernah ia inginkan.
Entah karena karma atau karena tampilan wajah Riri yang melirik menggugah hati Vino, tanpa disadari ia mulai tertarik dan menyukai istrinya itu.
" Bagaimana ini, haruskan aku meninggalkan Riri untuk Riska tapi itu tidak mungkin.. aku tidak rela melepaskan Riri " ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya.
Bu Popi yang baru saja bangun dari tidurnya tampak heran melihat putra kesayangannya itu mengacak-acak rambutnya seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Vino... " ucapnya Bu Popi
" Ibu.. mau apa biar aku ambilkan " tanya Vino dengan penuh rasa perhatian
" Kamu kenapa nak, ibu lihat Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu " tanya Bu Popi
" Tidak Bu Vino tidak apa-apa " ucap Vino
" Jangan bohong sama ibu... katakan ada apa.. kamu yakin kan pada ibu jika ibu bisa membantumu " ucap Bu Popi sambil tersenyum melihat wajah putranya
" Bagaimana ini, haruskan aku jujur jika memang Rieka sedang mengandung anak ku, tapi kata dokter jika aku mengatakan sesuatu harus di pikirkan dahulu takutnya Ibu malah semakin drop " batin Vino
" Ayo nak katakanlah " ucap Bu Popi penasaran dengan sikap sang putranya
" Tidak apa-apa Bu, ini hanya masalah kantor saja " ucap Vino tampak menutupi semua keluh kesahnya, ia takut jika kesehatan sang ibu malah semakin menurun karena kelakuannya.
" Kamu yakin hanya masalah kantor saja " tanya Bu Popi
" Yakin Bu, sekarang ibu harus makan dulu, aku mau ibu cepat sembuh, biar aku suapin " ucap Vino mengalihkan pembicaraan
" Kamu memang anak yang berbakti pada ibu.. ibu selalu mendoakan mu dan Riri langgeng sampai tua nanti " ucap Bu Popi sambil tersenyum
" Aamiin " ucap Vino sambil tersenyum ia senang jika ibunya mendoakannya seperti itu, biar bagaimanapun untuk sekarang ia masih tidak rela melepaskan Riri.
" Oh ia Bagaimana hubungan mu dengan Riri, apa baik-baik saja " tanya Bu Popi
" Kami baik-baik saja, ibu tidak usah khawatir " ucap Vino sambil tersenyum
" Maafkan aku Ibu,, Aku sudah berbohong banyak pada ibu hari ini, aku hanya tak ingin kondisi ibu semakin memburuk.. aku sayang ibu " batin Vino
__ADS_1
" Riri anaknya baik, tidak ada satu pun wanita yang akan bisa sifatnya sesabar Riri dalam menghadapin mu.. jangan pernah berpisah dengannya " ucap Bu Popi
" Ibu tenang saja, sekarang aku sadar jika Riri yang terbaik untuk ku " ucap Vino sambil tersenyum
Tiba-tiba pintu kamar Bu Popi terbuka, ternyata beberapa Suster sedang mendorong ranjang rumah sakit, dilihatnya Riska ada disana, sambil tersenyum menyapa Bu Popi dan Vino yang masih tampak heran dengan kehadirannya.
" Malam Bu pipi dan Vino " ucap Riska sambil tersenyum
Ranjang tempat tidur Riska di berada tak jauh dari ranjang tempat tidur Bu Popi, ini memang rencana Riska agar ia bisa lebih dekat dengan Bu Popi dan Vino.
Ia yakin jika dia bisa mengambil hati mertuanya itu, jalannya untuk menikah dengan Vino akan semakin mulus, apalagi ia mendengar dari mulut Sang kakak jika mereka akan segera bercerai dengan Vino.
" Aku harus menarik perhatian Bu Popi, karena sebentar lagi aku akan menikah dengan vino, aku harus baik pada Bu Popi " batin Riska
" Ngapain sih, dia ada di sini... bagaimana jika Riri lihat, ini Masalah akan semakin besar.. dasar wanita bodoh hanya membuat aku sial saja " batin Vino
" Kenapa Riska ada disini, aku takut jika Riri lihat pasti mereka akan bertengkar lagi, aku tidak boleh biarkan ini semua ini terjadi " batin Bu Popi
" Suster kenapa orang ini di bawa kesini " tanya Bu Popi dengan nada marah
" Nona Riska memaksa kami agar di buat satu kamar dengan ibu, Dia bilang jika ibu dan Tuan vino adalah satu keluarga " ucap Sang Suster mengatakan apa yang di katakan Riska
" Satu keluarga " ucap Bu Popi heran
" Jaga ucapanmu " ucap Vino dengan nada marah
" Kenapa Raut wajah Vino menjadi begitu, sepertinya ia marah padaku, tapi aku tahu jika marahnya Vino tidak akan lama.. aku harus terus mendekatinya jangan sampai ia tidak mau menceraikan Ka Riri " batin Riska
" Tolong Tuan tenangkan diri anda, ini rumah sakit jangan membuat keributan disini demi kenyamanan pasien " ucap sang suster
" Baim sus, maafkan saya " ucap Vino
" Kamu ngapain kesini " tanya Bu Popi dengan nada sinis
" Ibu.. kata dokter kandungan aku lemah.. aku harus mendapatkan perawatan sini, dari pada Vino bulak balik ke kamar aku lebih baik aku sini satu ruangan dengan ibu agar Vino bisa menjaga aku dan juga Ibu " ucapnya sambil tersenyum
" Siapa yang mengijinkan mu untuk tinggal disini " bentak Vino pada Riska
" Sayang, aku sedang mengandung anak mu.. kamu jangan kasar padaku.. harusnya kamu manjakan aku " ucap Riska dengan nada sedihnya
__ADS_1
" Anak " ucap Bu Popi dengan nada heran
" Jaga ucapanmu, hasil DNA tidak bisa dilakukan maka anak itu bukan anak ku " ucap Vino membuat Riska meneteskan air matanya
" Lihat saja Vino, aku akan membuat kamu bertekuk lutut padaku.. bagaimana pun caranya " batin Riska
" Kenapa dia harus berkata jika anak itu adalah anak ku di depan ibu lagi, bagaimana jika ibu malah semakin sakit gara-gara Riska.. aku harus mengusirnya dari kamar ibu " batin Vino
" Sudahlah jangan bertengkar, ibu lapar " ucap Bu Popi membuat Vino langsung membuka kotak makan yang di berikan oleh Riska yang tadi menyuruh tukang ojeg mengantarkan makanan untuk mertuanya dan Vino.
Vino langsung membuka kotak makanan itu dengan wajah senangnya apalagi ini kotak dari Riri, istrinya sendiri yang buatkan ini semua.
" Sepertinya enak, bolehkan aku minta sayang " ucapan Riska pada Vino
" Tidak boleh " ucap Bu Popi
" Aku setuju dengan Ibu.. kita memang tidak boleh berbagi " ucap Vino
.
.
.
.
.
Bersambung...
Halo semuanya, menyambut Bulan Ramadhan aku punya novel baru cocok untuk mengisi waktu ngabuburit kalian...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,,Selamat menjalankan ibadah Puasa,,