Reinkarnasi : Mengubah Takdir

Reinkarnasi : Mengubah Takdir
Episode 66 Mengumpulkan Kekuatan


__ADS_3

Rara sudah menyelesaikan pekerjaannya, bahkan ia harus pulang telat agar pekerjaannya selesai.


Kini ia sudah sampai di rumahnya tepat pukul tujuh malam. Ia langsung masuk kedalam, ia melihat semua sudah menunggunya di ruang makan.


" Kamu dari mana saja sih kenapa baru pulang " ucap Vino


" Pekerjaan ku banyak " ucap Rara terlihat cuek pada Vino


" Nak ayo kita makan sama-sama, Meti sudah siapkan makanan kesukaan mu " ucap Pa Mail membujuk Rara agar makan dahulu sebelum ia beristirahat


Rara tidak bisa menolak apa yang di perintahkan oleh sang ayah, ia juga tidak mau jika sang ayah sedih, ia harus tampak seperti biasanya dan tidak boleh menampakan kesedihannya meskipun dalam hatinya Riri masih sedih.


Rara duduk di kursi makan seperti biasa, ia juga tampak sedih ketika ia melihat kalau rumahnya sudah di dekorasi untuk acara besok.


Tanpa meminta ijin dahulu pada Rara sebagai pemilik rumah ini, Bu Reni dan Riska tampak bahagia bisa melangsungkan acara pernikahan besok.


" Kamu makan apa biar aku ambilkan " ucap Vino


" Sayang biarkan saja ka Riri yang ambil sendiri, kamu mau makan apa biar aku ambilkan " ucap Riska


" Lelah juga melihat drama seperti ini terus " batin Rara


" Contoh Riska, dia memang calon istri yang baik untuk kamu Vino,.. harusnya tugas seorang istri itu melayani suaminya.. ga perlu tuh kerja-kerja sampai lembur segala " sindir Bu Reni


" Bu cukup, waktunya makan bukan berdebat " ucap Pa mail kesal


" Ayah selalu saja belain Riri " ucap Bu Reni


" Kalau suaminya baik.. ya istrinya juga bakal baik.. semua tergantung cerminan diri kita bu.. aku pernah di posisi yang ibu bilang melayani suami dan tidak bekerja tapi hasilnya malah suamiku berselingkuh di tempat kerjanya " ucap Rara membuat Vino dan Riska tersindir


" Kenapa Ka Riri malah menyindir aku " batin Riska


" Lama-lama aku jengkel juga sama Bu Reni.. gara-gara dia Riri seperti marah padaku,, aku harus bersikap baik padanya " batin Vino


" Tidak bisakah mereka bersikap baik pada Riri, biar bagaimanapun Riri sudah baik pada mereka " batin Pa Mail


" Sudah Bu, Kita makan saja " ucap Pa Mail


Tampak semua orang makan disana namun bisa di lihat jika Rara Memang tak berselera makan ia hanya memakan sedikit makannya. Sedangkan Riska, Bu Reni dan Vino tampak menikmati makanan yang di hidangkan.


" Nak, makan yang banyak " ucap Sang ayah yang melihat makanan Rara hanya di makan sedikit


" Ia ayah " ucap Rara sambil tersenyum di paksakan


" Ini makanannya enak banget bu " ucap Riska lahap menyantap makanannya


" Kamu jangan makan banyak-banyak nanti baju pengantinnya tidak akan muat " ucap Bu Reni sambil tersenyum melihat ke arah Rara


" Ia kamu jangan makan banyak-banyak " ucap Vino

__ADS_1


" Tapi ini kemauan bayi kita sayang " ucap Riska dengan nada manja


" Yasudah kamu habiskan sekalian " ucap Vino


" Terima kasih sayang kamu benar-benar sangat pengertian padaku.. aku tambah sayang sama kamu " ucap Riska


" Aku sudah kenyang " ucap Rara bangkit dari kursinya dan menuju kamarnya


Sementara Pa mail pun ikut menyudahi makannya, ia langsung menghampiri sang putrinya yang melangkah menuju kamarnya.


" Riri tunggu " ucap Pa Mail


" Ayah ada apa " tanya Rara heran karena sang ayah malah membuntutinya


" Ada yang ayah mau bicarakan " ucap Pa Mail


" Ayo masuk ke kamarku, agar tidak ada yang menguping pembicaraan kita " ucap Rara


" Baiklah " jawabnya


Mereka langsung masuk kedalam kamar Rara, kebetulan juga ada yang mau Rara sampaikan pada sang ayah.


Ceklek,,


" Ayah ada apa mencari ku, apa ayah sudah kenyang makannya " ucapnya Rara


" Kenapa ayah " tanya Rara


" Mana mungkin ayah berselera makan sedangkan putri ayah juga tidak berselera makan " ucap Sang ayah


" Tadi aku sebenarnya sudah makan di kantor, aku ikut makan dengan yang lainnya karena aku tidak mau ayah sedih " ucap Rara


" Maafkan ayah ya nak.. harusnya ibu dan Adik mu tidak boleh bersikap seperti itu " ucap Mail


" Tidak masalah ayah.. lagian semuanya juga akan berakhir kan besok " ucap Rara


" Terima kasih nak, sudah mau berkorban " ucap sang ayah


" Ayah salah, aku bukan berkorban tapi aku ingin mencari kebahagiaan ku sendiri, jika memang kebahagiaan ku tidak bersama dengan Vino.. aku bisa apa.. aku ingin menemukan kebahagiaan ku sendiri yang selama ini tidak aku dapatkan dari Vino " ucap Rara


" Coba dari dulu ayah tidak merestui Vino menikah denganmu pasti kamu tidak akan merasakan seperti ini " ucap Pa Mail dengan penuh penyesalan


" Tidak ada yang harus di sesali ayah, semua orag pasti harus melewati perjalanan hidup, dan prosesnya itu tidak semudah yang kita bayangkan, aku yakin rencana Tuhan akan indah pada akhirnya " ucap Rara sambil tersenyum


" Kamu memang selalu saja membuat ayah bangga, kamu adalah kesayangannya ayah " ucap sang Ayah


" Ayah, setelah semuanya selesai aku mau liburan dulu.. bolehkan ayah " ucap Rara sambil tersenyum


" Kamu mau liburan kemana biar ayah ikut " ucapnya

__ADS_1


" Ayah, aku mau liburan sendiri.. aku ingin menikmati kesendirian ku.. aku juga pergi hanya sebentar ko " ucap Rara


" Kamu ga pergi dari masalah kan nak " ucap Sang ayah


" Tidak ayah, aku hanya butuh waktu sendiri untuk aku mengumpulkan tenaga ku agar aku lebih kuat lagi menjalani hidup " ucap Rara


" Maafkan aku ayah harus membohongi mu, aku akan pergi tanpa aku tahu kapan aku kembali.. aku harus kembali juga untuk apa.. mungkin kesendirian ku juga bisa membuatku lebih bahagia " ucap Rara dalam hatinya


" Ayah tahu kamu pasti ingin sendiri karena kamu sedih memikirkan Riska dan Vino yang tega menikah sementara kamu harus mengorbankan kebahagiaan mu " batin Pa mail


" Baiklah ayah akan mengijinkan mu tapi dengan satu syarat " ucap Pa mail


" Katakan ayah " ucap Rara


" Kamu harus segera pulang kesini.. kamu jangan tinggalin ayah lebih lama lagi " ucap Pa mail


" Ayah jangan khawatir " ucap Rara sambil tersenyum


" Baiklah Kalau begitu, kamu sekarang istrirahat ya,, ayah pergi dulu ya " ucap Pa mail


" Ia ayah " ucap Rara


Pa Mail segera meninggalkan kamar Rara, sedangkan Rara langsung menuju kamar mandi ia mengguyur tubuhnya. Ia harus menyiapkan mentalnya untuk bisa menerima kenyataan hari esok.


Hati Riri belum siap akan hal itu namun Rara sudah siap menerima hal itu, hati dan otak terkadang tidak kompak seperti biasanya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,

__ADS_1


__ADS_2