
Bu Reni memesan taksi menuju mansion karena rumah itulah satu-satunya yang ia bisa tempati.
" Sial, niat hati ingin lepas dari Pa Tua itu malah aku harus kembali ke Mansion " ucapnya Bu Reni dalam hatinya
" Ayo kalian masuk " ucap Bu Reni
Mereka pun menaiki taksi yang sudah di pesan Bu Reni, sepanjang jalan Riska kesal dengan keadaannya sekarang ia masih berharap jika rumah itu akan menjadi miliknya.
" Ini semua gara-gara Riska yang aku nikahi, coba kalau dia bisa sabar sedikit mungkin semua kekayaan Riri pasti milikku " batin Vino
Bu Reni langsung membayar taksi tersebut setelah mereka sampai di Mansion, mereka kaget ketika keluar dari mobil melihat tulisan jika rumah ini di sita oleh pihak bank.
" Bu, apa-apaan ini " ucap Riska
" Ibu juga ga tahu " ucap Bu Reni bingung
" Lalu kita harus bagaimana " tanya Vino
" Sebentar Ibu hubungi dulu Ayah kamu.. " ucap Bu Reni langsung mengambil handphonenya di saku celananya lalu ia segera menelepon Meti pembantunya itu.
Tut.. Tut... Tut...
" Halo... " ucap Bu Reni dengan nada ketus
" Halo Bu, ada yang bisa saya bantu " ucap Meti
" Kamu dimana sekarang " ucap Bu Reni tampak kesal
" Saya di rumah sakit Bu, oh ia Bu,, kata dokter Ibu harus segera melakukan pembayaran rumah sakit untuk pengobatan Tuan " ucap Meti
" Sial,, kenapa malah aku di tagih oleh pihak rumah sakit.. tapi aku harus bagaimana.. aku juga ga mau jika harus merawat Mas Mail " batik Reni
" Bilang saja bila saya sudah pergi keluar kota.. " ucap Bu Reni asal bicara
" Tapi Bu " ucap Meti bingung
" Mulai hari ini kamu di pecat.. jangan menagih uang hajimu padaku.. minta saja sama Riri... aku juga ga tahu keberadaan Riri " ucap Bu Reni
" Apalagi saya Bu, saya juga tidak tahu keberadaan Nona Riri " ucap Meti
" Pokonya di antara kita tidak ada hubungan apapun,, jangan menggangguku lagi " ucap Bu Reni
" Lalu Tuan Mail Bagaimana " tanyanya
" Biarkan saja .. aku juga tidak peduli " ucap Bu Reni
" Astaghfirullah,, ternyata Ibu tiri Nona Riri beginilah sikapnya.. pantas saja aku merasa dia sangat jahat ternyata benar.. untung ini hanya pura-pura,, kalau dia tahu jika rumah tidak di sita bank pasti itu rumah di kuasai Bu Reni dan Riska.. mereka sama-sama orang jahat " batin Meti
Bu Reni langsung menutup teleponnya ia merasa sangat kesal, di usir dari rumah Riri, dan tidak bisa tinggal di mansion yang selama ini jadi kebanggaannya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain Meti tampak melihat ke arah majikannya, ia merasa kasian melihat Pa Mail yang terbaring lemah di bantu oleh alat, untung semua pengobatannya di tanggung oleh Tuan Tian kalau tidak mungkin sudah tidak tahu nasibnya sekarang.
" Nona Riri cepat Pulang.. Pa mail jantungnya kambuh lagi " itu lah isi pesan yang Meti tulis pada Riri, ia berharap majikannya yang satu itu cepat pulang.
.
.
Sedangkan di tempat lain Bu Reni tampak kesal bagaimana tidak ia jatuh miskin dalam sekejap padahal kemarin ia masih merasa bahagia dan merasa banyak uang tapi sekarang malah begini.
" Akh,,... " ucap Bu Reni berteiak
" Ada apa Bu,, jangan membuat kami kaget " ucap Riska
" Betul itu Bu " ucap Vino
" Diam kalian.. ibu sedang pusing.. ibu ga mau jatuh kiskin " ucap Bu Reni panik
" Apa jatuh miskin " ucap Vino kaget
" Tidak.. aku tidak mau jatuh miskin.. lagian perhiasan Bu Popi banyak di tas Vino.. aku harus meminta Vino untuk menjualnya " bayin Riska
" Kenapa ini semua harus terjadi sih, aku jatuh miskin... ini pasti gara-gara aku menikah dengan Riska " ucap Vino dalam hatinya
" Sayang... " ucap Riska sambil merengek pada suaminya itu
" Kamu kan banyak perhiasannya.. lebih baik kamu jual ya.. " ucap Riska membujuk suaminya
" Jadi punya banyak perhiasan.. ayo sekarang kita ke toko perhiasan untuk menjualnya " ucapnya Bu Reni
" Tapi Bu.. ini perhiasan punya ibu ku " ucap Vino
" Siapa yang peduli, yang penting kita jual perhiasan itu dan kita punya uang untuk hidup " ucap Bu reni
Kriuk... Kriuk..
Perut Vino dan Riska sama-sama mengeluarkan bunyi itu, mereka merasa cacing di dalam perut mereka sudah meminta jatah makan karena dari tadi mereka memang belum makan.
" Kamu dengarkan itu,, perut Istri mu lapar belum makan, bayi dalam kandungannya juga lapar.. masa kamu Setega itu.. lagian perutmu juga barusan berbunyi.. ibu yakin jika kamu juga lapar " ucap Bu Reni
" Akh, benar-benar hari ini.. di dari rumah.. masa aku jual perhiasan.. tapi aku juga tidak punya pilihan lain " batin Vino
" Yasudah ayo, kita cari toko perhiasan lalu kita makan " ucap Vino membuat Bu Reni atau Riska senang.
" Ibu mau makan di restoran " ucap Bu Reni
" Maf Bu, tidak bisa kita makan di restoran seperti itu " ucap Vino
" Loh kenapa sayang " tanya Riska
__ADS_1
" Kita harus berhemat sedikit dulu.. karena uang yang ku punya tak sebanyak dulu " jawabnya Vino membuat keduanya kaget
" Apaan sih Vino, tahu dia akan membawa aku dalam kemiskinan tak mau aku bersama dengan Vino " batin Riska
" Yasudah lah dari pada tidak makan sama sekali " ucapnya Bu Reni
ketiganya langsung pergi dari sana, mereka langsung menuju toko perhiasan yang lumayan jauh jaraknya. Vino mencoba berhemat dengan cara berjalan kaki.
" Hus.. hus... Sayang aku capek " ucap Riska dengan nada tersengal-senggal
" Sebentar lagi juga sampai " ucap Vino
" Bu aku lelah " ucap Riska
" Kamu ini kenapa banyak ngeluh... " ucap Bu Reni
" Aku kan lagi hamil bu.. " ucap Riska dengan nada bicara kesal
" Justru jalan kaki tuh baik untuk kamu dan bayimu " ucap Vino
" Benar yang di katakan Vino " ucap Bu Reni
" Sampai kapan aku harus menderita dengan Vino, tapi aku tidak boleh begini.. aku akan merebut semua perhiasan kamu " batin Riska
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yuk,, di karya baru aku ya teman-teman yang berjudul : " Bilang pada Tuhanmu " karya ini menceritakan tentang Kisah Asmara antara Nicholas dengan Rania yang berbeda agama,, akan kah mereka bisa bersatu atau mereka harus berpisah karena beda keyakinan.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
,, Minal aidzin Walfaidin mohon maaf lahir batin ya teman-teman, selamat hari raya idul Fitri,,
__ADS_1