
Irsyad yang baru saja kembali dari mencari makan siang langsung menemui Arga yang berada di ruangannya. "Hey bro!" ujar Irsyad saat memasuki ruangan Arga. "Sibuk banget bos?" Lanjut Irsyad melihat Arga yang masih saja berkutat di depan layar laptopnya.
"Iya nih, banyak data yang harus gue evaluasi lagi. Eh iya lu darimana, terus itu bawa apa?" Tanya Arga menoleh melihat Irsyad datang dengan membawa sebuah tentengan.
"Oh ini soto mie langganan gue, tadi gue sengaja mampir beli buat makan siang. Kenapa, lo mau?"
"Eh tunggu, lu beli soto mie? Tapi tadi katanya Amelia (sekretaris Arga) Dopet lo ketinggalan di mejanya dia, gimana caranya lu beli itu soto kalau dompet aja lo nggak bawa."
Membahas dompet, seketika Irsyad langsung teringat dengan momen saat tadi dirinya membeli soto mie. "Oh iya bener, gue emang nggak bawa dompet tadi. Tapi lu tau nggak Ga?"
"Tau apaan!" Arga bangkit dari kursi kerjanya dan kemudian berjalan menghampiri Irsyad yang tengah duduk di atas sofa tempat biasa Arga menerima tamu. Irsyad tampak tengah menuang kuah soto mie itu ke mangkuk. "Tau apa?" Tanya Arga lagi yang kini sudah duduk di sebelah Irsyad. "Jadi tadi tuh pas gue beli soto mie ini..." Irsyad lalu menceritakan kejadian saat ia membeli soto dan bertemu seorang gadis yang baik hati yang mau meminjaminya uang.
Setelah mendengar cerita sahabatnya itu Arga langsung mendegus dan tersenyum kecut. "Hari gini mana ada cewek kaya gitu Syad, syad...! Ati-ati aja lo sama cewek gitu."
"Tapi dia beneran baik Ga, mana cakep banget lagi! Ini yang disebut soto cinta," jelas Irsyad sambil senyum-senyum mengingat perempuan yang ia temui tadi. Melihat temannya senyum-senyum begitu membuat Arga sedikit bergidik geli. "Dih lebay banget lu Syad, baru ketemu cewek sekali lu udah kesem-sem bilang cinta gitu. Jangan-jangan lu dipelet sama tuh cewek lagi!"
Irsyad menatap Arga dengan tergelak, "Yaelah lu kuno banget, mana ada hari gini pelet-pelet. Lagian tuh cewek cakep banget, mana baik lagi. Gausah pake pelet juga gua yakin banyak orang udah kepelet sama kecantikannya."
Arga yang tak habis pikir pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Norak lo!" Cibir Arga sembari menopang satu kakinya keatas pangkuannya.
Melihat Arga menyilangkan satu kaki ke panguannya, spontan mata Irsyad yang awalnya fokus untuk menyendok soto mienya pun berubah fokus menjadi ke arah kaki Arga yang kini disilangkah diatas pangkuannya. "Lu kenapa Syad, ngelihatin kaki gue sampe melongo gitu?" Irsyad menatap Arga dan berkata, "Ga, lu ke kantor itu dalam kondisi sadarkan?"
__ADS_1
"Sadar kok, emang kenapa sih?" Arga pun seketika baru ingat soal kaus kaki polkadotnya. Dan dengan gerakan kilat ia langsung menurunkan kakinya karena malu pada Irsyad. Sontak Irsyad pun tidak bisa lagi menahan gelak tawanya. Lelaki itu menertawakan Arga hingga air matanya keluar.
"Diem lu!" Ujar Arga sambil menahan rasa malu.
"Oke, oke gue diem, tapi...." Irsyad kembali tergelak sampai-sampai ia lupa memakan soto mienya.
"Makan tuh soto, jangan ketawa mulu!"
"Tapi serius, lu itu pake kaus kaki polkadot gonjreng gitu dalam rangka apa sih Ga?"
"Nggak dalam rangka apa-apa, iseng aja!" Balas Arga dengan ketus.
Arga pun seketika terdiam dalam lamunannya. Heh... ini semua kan emang terpaksa, dan semua ini gara-gara si Salwa gue jadi harus pake kaus kaki norak ini! Mana ketauan si Irsyad lagi, kan tengsin gue jadinya! Argh... sial banget deh, nyesel pake nih kaus kaki jadinya.
"Woy Arga!" Seru Irsyad.
"Apaan sih bawel! Udah mending lu makan tuh soto, gua mau keluar cari angin dulu!" Arga yang tidak mungkin menjawab pertanyaan Irsyad pun akhirnya hanya bisa menghindar dengan alasan ingin pergi cari angin.
"Woy bos! Bos berkaus kaki polkadot," ejek Irsyad diikuti gelak tawanya.
"Manggil gue gitu lagi, gua potong gaji lu!" Ancam Arga yang kemudian pergi keluar meninggalkan ruangnnya.
__ADS_1
Irsyad pun terkekeh melihat tingkah Arga sahabatnya itu. "Arga... arga... lu tuh kenapa sih sebenernya? Kacau!" Ucap Irsyad bertanya-tanya dengan tindakan aneh sahabatnya itu.
~~
Malam pun tiba, Salwa yang baru saja pulang satu jam yang lalu tidak sadar ternyata malah ketiduran di kasur. Sepertinya Salwa cukup kelelahan di hari pertamanya bekerja. "Ya ampun ketiduran," Salwa mengulet meregangkan tubuhnya. "Aduh kok rasanya badan pegel-pegel banget ya? Kalau gitu abis mandi buat coklat anget deh buat ngerileksasi," ujar Salwa sambil masih meregangkan sendi-sendinya. Setelah nyawanya terkumpul, Salwapun mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
~~
Di apartemennya Arga tampak keluar dari lift sambil berbicara di ponsel menuju ke apartemen miliknya. "Terserah lu, yang jelas gue minta lu siapin tempat di luar kantor buat meeting kita besok! Okey?" ujar Arga pada orang yang tengah ia ajak bicara di telepon. Arga tiba di depan pintu apartemennya, ia pun menekan password pintunya dan membukanya.
~~
Sampai di dalam, Arga yang belum sama sekali melepas sepatu dan atribut lainnya malah langsung melemparkan tubuhnya ke atas sofa. Arga memijat pelipisnya sambil berteriak, "Mbok Darmi, mbok.... Mbok Dar...!"
"Apa sih teriak teriak!"
🌹🌹🌹🌹
Hay Temen-temen jangan lupa di Like, Comment, Vote dan share ya... ke temen-temen kalian.
Love -C
__ADS_1