Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 60


__ADS_3

Mayang yang berada di ruangannya hanya bisa misuh-misuh karena kesal dirinya tidak bisa pergi bersama Arga kali ini. Sambil berkacak pinggang Mayang yang masih tak terima dengan alasan Arga tadi pun tak kuasa menggerutu."Hih sebenernya siapa sih orang yang dijanjiin sama Arga, kenapa dia sampe bela-belain segitunya dibanding aku!"


**


Di pintu masuk area pemakaman, Mama Rania dan Papa Ramdani terlihat tengah menunggu Arga dan Salwa datang untuk berziarah. Mama Rania tampak paling tidak bisa tenang, ia benar-benar menunggu kehadiran putri dan menantunya itu datang. "Mama sabar dulu yuk...,"ucap Papa Ramdani untuk menenangkan sang istri yang sedang gusar. Dan untungnya, beberapa saat kemudian tibalah Salwa bersama dengan sang suami, datang menghampiri Rania dan Ramadani sambil membawa buket bunga untuk diletakan di makam nanti.


"Halo Mama, Papa!" Seru Salwa yang kemudian mempercepat langkah kakinya untuk menghampiri kedua orang tuanya. Mama Rania yang tadinya sudah mau kesal pun tidak jadi kesal karena kehadiran anak dan menantunya.


"Sorry ya Ma, Pa... kita agak telat," ucap Arga yang kemudian salim dengan kedua mertuanya itu.

__ADS_1


"Nggak papa kok, paling cuma agak buat Mama Rania uring-uringan," canda Papa Ramdani meledek sang istri. Alhasil Mama Rania pun hanya bisa tersipu malu diledek oleh sang suami.


"Udah dong Pa jangan ngeledek Mama gitu, mending yuk sekarang kita ke makam," ajak Salwa seraya membela sang Mama.


"Oh iya, ini udah sore takut pemakaman bentar lagi ditutup," kata Arga menyetujui perkataan Salwa.


Salwa ; Hai kak Salma, apa kabar? Aku seneng bisa bisa nengokin kakak lagi. Oh iya hari ini kita lengkap kesininya. Ada papa mama, danーArga. Kak... aku lagi belajar nerima semua takdir aku, aku berharap apa yang aku jalani sekarang adalah yang terbaik, terutama pernikahaan aku sama Arga. Aku terus berdoa semoga pernikahaan yang aku jalani sekarang adalah salah satu sumber kebahagiaan aku kelak. Salwa melirik ke arah Arga yang tengah berdoa. Kak, i wanna be honest with you. Laki-laki yang sekarang jadi suami aku, sejujurnya dia adalah laki-laki yang kini mulai memenuhi isi relung hati aku. Aku minta maaf karena memupuk rasa buat Arga, tapi kakak tenang, aku pastikan nama kakak yang udah terukir dihatinya nggak akan pernah terhapus. So... izinin aku mencintai dia.


**

__ADS_1


Sementara itu, Mayang akhirnya pergi sendirian tanpa Arga, dan sepulangnya ia dari tujuannya pergi. Mayang yang sudah penat, malah masih harus terjebak kemacetan lalu lintas yang membuatnya semakin frustasi. "Elah, nih kota dari dulu nggak berubah! Macet terus!" Ujar Mayang kesal, ia pun menyetel musik guna mengurangi stress karena macet. Saat hendak ingin membuka kaca jendela mobil untuk penyegaran angin di mobilnya. Tidak sengaja Mayang malah memergoki Arga keluar dari sebuah minimarket. "Loh itu kan Arga!" Sontak Mayang pun langsung membuka lebar-lebar kaca jendela mobilnya demi mengetahui apa yang tengah dilakukan oleh Arga saat ini. "Tunggu, dia sama siapa?" Mayang melihat Arga berjalan diikutin seorang perempuan yang ternyata, "Itukan Salwa! Kok bisa sama Arga gitu? Apa jangan-jangan janji sama orang lain itu maksudnya sama Salwa?" Mayang terlihat cemburu. "Wah, kacau! Ini nggak bisa di biarin, aku harus ikutin dan selidikin mereka sekarang juga!" Akhirnya Mayang pun memutuskan untuk diam-diam membuntuti mobil Arga.


Mayang terus saja membuntuti diam-diam mobil yang dinaiki Arga dan Salwa. Hingga akhirnya mereka tiba di kawasan apartemen Arga. Untungnya Mayang sudah punya akses yang membuatnya cukup mudah untuk masuk ke kawasan apartemen tersebut, sehingga dirinya bisa mengikuti Arga. Di basement Mayang melihat Arga dan Salwa keluar dari mobil, dari dalam mobilnya yang terparkir, ia terus memperhatikan gerak gerik Arga maupun Salwa. Sejauh ini mereka masih biasa aja sih...! Namun, keingintahuan Mayang tentang hubungan Arga dan Salwa semakin memuncak. Alhasil, setelah Arga dan Salwa keluar dari basement, Mayang pun menyusul dan membuntuti mereka lagi. Dirinya ingin membuktikan perkataan Irsyad yang bilang bahwa Salwa tinggal di unit yang berbeda dengan Arga. Bermodalkan topi, kacamata hitam dan sweater, Mayang menyamar agar tidak ketahuan.


Akhirnya mereka bertiga naik lift dengan beberapa orang lain juga di dalamnya, hingga lift berhenti di lantai tempat unit Arga tinggal, Arga dan Salwa keluar lift diikuti Mayang juga. Arga ternyata agak risih dengan Mayang yang menyamar, namun ia mencoba cuek dan tak peduli dengan keanehan penyamar itu. Merasa dicurigai Arga, Mayang yang menyamar itupun pura-pura berjalan ke unit apartemen lain. Dari sana Mayang memprhatikan langkah Arga dan Salwa hingga akhirnya ia melihat sendiri baik Arga maupun Salwa sama-sama masuk ke dalam unit apartemen yang sama. Hal itu pun sontak membuat Mayang terbelalak. "Jadi, mereka masuk apartemen yang sama? Itu berarti jelas lulur yang waktu itu pasti punya Salwa. Tapi kenapa Arga nggak jujur waktu itu?" Mayang semakin yakin dengan kecurigannya selama ini. "Gue yakin banget, pasti ada yang ditutupin sama Arga soal Salwa. Tapi tenang, aku bakal tahu sebentar lagi.Yang jelas, Salwa tinggal disini itu satu atap sama Arga bukan misah. Cih! Kayaknya aku harus waspada sama tampang sok polosnya si Salwa!" Mayang merasa sudah cukup bukti hari ini, ia pun bergegas pergi agar tidak ketahuan oleh Arga.


🌹🌹🌹


Vote, Like, Comment.

__ADS_1


__ADS_2