Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 79


__ADS_3

Salwa bersama dengan gadis yang ia temui dijalan itu tiba juga di kafe tempatnya bekerja. Ia pun langsung mengajak masuk sang gadis bersamanya ke dalam kafe.


"Ini kafe punya kamu?" Tanya si gadis itu saat memasuki kafe.


"Oh bukan, ini kafe punya teman aku, dan kebetulan aku yang bertanggung jawab di cabang ini."


"Oh begitu..."


"Eh iya kamu duduk dulu ya disini." Salwa menyuruh gadis itu duduk, sementara ia menghampiri meja resepsionis untuk menghampiri Nina. Nina yang sejak awal sudah memperhatikan gadis yang datang bersama Salwa pun langsung berbisik pada Salwa. "Eh Mbak, itu cewek yang dateng sama Mbak siapa? Temen?"


"Bukan, dia itu...." Salwa pun menceritakan kronologi pertemuannya dengan gadis tersebut pada Nina.


"Huh? Dicopet?" Ucap Nina tampak terkejut.


"Iya dia bilangnya sih gitu."


"Duh mbak kok percaya aja sih, gimana kalau aslinya dia tuh tukang tipu. Kan sekarang modus penipuan tuh udah aneh-aneh banget. Jangan gampang percaya sama muka melas oranglah."


Salwa menoleh melihat si gadis yang tengah duduk sambil memainkan hiasan yang ada diatas meja. "Um kamu bener sih, awalnya aku pikir gitu. Tapi entah kenapa perasaan aku bilang dia bukan orang jahat kok."


"Huft, yaudah terserah Mbak Salwa aja deh."


Salwa pun kemudian pergi meminta kepada pelayan, agar menghidangkan beberapa menu yang ada dikafe, ke meja gadis yang ditemuinya dijalan itu.


"Udah?" ujar si gadis pada Salwa yang sudah kembali dan duduk dihadapannya.


"Iya udah kok, oh iya kalau boleh tau nama kamu siapa? Aku Salwa kamu?" Salwa mengulurkan tangannya dengan ramah.


"Nama aku Audy," jawabnya sambil menyambut uluran tangan Salwa.


"Oh iya mbak Salー" Baru saja ingin mengajak bicara Salwa tiba-tiba saja pelayan datang dan membawakan beberapa menu makanan serta minuman untuk Audy. Melihatnya, Audy yang sejak tadi merasa lapar pun langsung melihat ke arah Salwa dengan mata membulat seolah menegaskan apa maksud makanan dan minuman yang dibawa pelayan tersebut. Dengan cepat Salwa pun langsung mengangguk.

__ADS_1


"Jadi beneran ini makanan buat aku makan?"


"Iya, kamu laper kan? So ini semua buat kamu."


Audy pun langsung tersenyum lebar mendengar ucapan Salwa, dan tanpa banyak kata ia pun langsung mulai menyantap makanan tersebut dengan lahap. Setelah selesai menyantap makanannya, Salwa pun mulai menanyakan kepada Audy kronologis dirinya sampai bisa kecopetan. Dan dengan wajah polosnya Audy pun menceritakan apa yang dirinya alami hari ini sejak tiba dibandara.


"Huh, jadi kamu dari Malaysia kesini sendirian?" Salwa arkhirnya sudah tau kronologi Audy yang ternyata baru saja tiba dari luar negeri dan malah mendapat musibah kecopetan. "Terus kamu habis ini mau kemana? Kamu udah hubungin keluarga kamu belum?"


Audy menggeleng, dirinya sendiri saat ini tidak tahu harus kemana. Yang jelas dirinya akan segera ke kantor polisi untuk mengurus masalah dirinya yang dicopet. "Mbak Salwa kamu mau nggak nemenin aku ke kantor polisi?"


"Aku?" Salwa heran.


"Iya kamu, soalnya aku nggak tau alamat kakakku disini, belum lagi aku nggak punya uang sama sekali buat naik kendaraan."


Salwa jadi kasihan melihatnya. "Yaudah kalau gituー" tiba-tiba ponsel Salwa berdering, ternyata sebuah panggilan penting. Ia pun meminta izin pada Audy untuk mengangkat telepon sebentar. Tentu saja dengan senang hati Audy mengizinkannya, lagipula siapa dia melarang Salwa. Sambil menunggu Salwa selesai telepon Audy memandangi sekitar kafe tempat dirinya berada saat ini. "Huft, ini kalo nggak salah denger adalah salah satu kafe paling hits di kota ini. Dan nggak nyangka, ternyata manajernya baik banget mana masih muda, cantik lagi," puji Audy lalu tersenyum. Namun saat Audy melihat waktu pada jam tangannya ia pun seketika jadi terburu-buru. Audy ingin sekali pamit dan berterima kasih pada Salwa, sayangnya Salwa sepertinya tengah menerima telepon dengan serius, akhirnya Audy pun terpaksa pergi tanpa pamit pada Salwa, ia hanya bisa berpesan kepada Nina untuk menyampaikan rasa terima kasihnya pada Salwa karena sudah baik padanya.


"Loh? Kok anaknya nggak ada?" Ucap Salwa melihat meja tempat dimana Audy duduk sudah kosong.


"Huh? Pergi kemana Nin?".


"Kalo kemananya nggak tau mbak, cuma dia tadi buru-buru dan nyuruh aku buat sampein rasa terima kasih dia buat mbak Salwa katanya."


"Oh... oke" Salwa hanya bisa mengangguk paham.


**


Audy yang membawa koper berisi pakaian pun berencana pergi ke kantor polisi untuk mengurus masalah dirinya yang kecopetan. Tapi bagaimana, gadis berusia 20 tahun itu tidak berani ke kantor polisi sendirian. "Duh, aku harus gimana nih! Mana nggak ada uang sama sekali lagi." Audy duduk disebuah bangku dipinggir jalan sambil merenung, dan tiba-tiba saja otaknya muncul ide. "Oh iya kenapa aku nggak kepikiran dari tadi?" Sepertinya Audy sudah menemukan tujuan dan solusi untuknya saat ini, ia pun bergegas bangkit dari kursi lalu menarik kopernya dan segera pergi menuju suatu tempat yang ia pikir bisa membantunya.


**


Dikantornya Arga terlihat akan keluar untuk meeting pribadi bersama klien. "Amel saya mau keluar untuk meeting khusus dengan salah satu klien penting, kamu tolong urus berkas dan jadwal saya buat besok ya."

__ADS_1


"Iya Pak, tapi bapak nanti balik ke kantor lagi atauー"


"No! Nanti saya nggak balik lagi ke kantor setelah meeting, jadi urusan dikantor atau hal penting tentang berkas kontrak atau yang lainnya, nanti kamu bisa bicara sama Irsyad biar semua dia yang handling pas saya nggak ada."


"Oh baiklah kalau begitu Pak."


**


Salwa yang habis dari toilet tiba-tiba mendengar suara pesan masuk. Segera ia pun langsung mengecek handphone-nya, dan ternyata itu pesan dari Arga ;


Sayang... nanti aku jemput kamu ya pulang kerja. Aku bakal ada di depan kafe tepat jam enam sore, kamu harus udah siap pulang pas aku sampe oke 😘.


Salwa senyum malu-malu membaca pesan dari Arga. Ia pun segera membalas pesan tersebut.


"Iya, kamu bakal lihat aku kurang dari satu menit setelah kamu datang."


Salwa menggenggam ponselnya lalu menghela napas dan tersenyum. Sungguh ia bahagia karena benar-benar bisa merasakan dicintai oleh sang suami. "Jadi begini ya rasanya diperhatiin sama dicintai suami sendiri?" Senyum bahagia itu benar-benar merekah di wajah cantik Salwa.


**


Irsyad terlihat berjalan menuju meja Amel sekretaris Arga, tidak sengaja dari jauh ia malah melihat adanya sebuah percekcokan di depan meja Amel. Dari jaraknya ia berdiri ia bisa melihat Amel tengah berdebat dengan seorang gadis muda. Dengan langkah cepat Irsyad pun segera menghampiri tempat perkara.


"Ada apa ini?" Tanya Irsyad dengan cukup lantang dan berwibawa berjalan mendekati tempat Amel dan gadis itu.


"Pak Irsyad perempuan ini maksa ke ruangan Pak Arga," jelas Amel.


Arga yang sudah berada ditempat pun langsung melihat ke arah gadis tersebut.Seketika ekspresi wajah Irsyad berubah, ia malah terlihat memandangi gadis itu dengan tatapan tak biasa. "Tunggu, kamu itu kan..."


"Iya ini aku Audy adiknya kak Arga!"


🌹🌹🌹

__ADS_1


Halo jangan lupa di vote ya.... 💜


__ADS_2