Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 76


__ADS_3

"Ka- kamu ngapain kesini?" Tanya Salwa yang kelihatan panik melihat Arga.


"Ngapain? Ya, jemput kamulah... lama banget sih mandinya. Lagian ngapain kaget gitu?" Arga berjalan mendekati Salwa. Sayangnya Salwa malah tampak mengambil langkah mundur sambil terlihat panik.


Bagi Arga, melihat sang istri yang malah mundur karena didekati, membuatnya malah menyunggingkan senyum miring. Sebaliknya, Arga bukan berhenti dirinya malah makin medekati Salwa dan "Hap! Kena kan..." Arga menangkap tangan Salwa, gadis itu pun langsung gerogi dan panik. "Ar- Arga mau ngapain kamu? Kok aku dipegang kaya gini!"


"Ya ngelakuin hal yang seharus suami lakuin sama istrinyalah...," ujar Arga dengan lirikan menggoda. "Hayo mau lari kemana?" Ledek Arga melihat sang istrinsudah hampir terpojok dan tak bisa kabur lagi. Dan tanpa banyak kata, akhirnya Arga pun langsung menarik Salwa dan menggendongnya.


"Arga, apa-apaan! Turunin dong, aku malu!" Protes Salwa.


"Udah istriku diem aja, nurut aja."


"Ih Arga.... turunin," Salwa terus merengek minta diturunkan oleh Arga.


"Iya, ntar turun kok di kasur aku," jawab Arga sambil senyum-senyum usil. Tampaknya Salwa hanya bisa pasrah saja kali ini.


*


Setibanya di kamar Arga, ia langsung merebahkan tubuh Salwa diatas ranjangnya. Salwa yang gelagapan langsung pura-pura ingin ke kamar mandi.

__ADS_1


"Udah nanti aja ke kamar mandinya," Arga menghalangi Salwa dan malah ikut berbaring disebelah istrinya itu. Tubuhnya yang lebih besar dari Salwa membuat Arga lebih mudah untuk mengekang sang istri. Arga langsung membelai wajah cantik Salwa, menyingkiran anak-anak rambut yang menggerayangi wajahnya. Salwa menatap Arga, tatapannya lembut dan penuh cinta. Tatapan yang sebelumnya tak pernah ia lihat, bahkan ini pertama kalinya Salwa melihat Arga sebelum tidur, dan akan seperti ini setiap harinya.


"Aku seneng banget akhirnya bisa menyentuh kamu tanpa beban," ucap Arga dengan nada lembut. Salwa tersenyum mendengarnya. "Aku juga, aku seneng kita bisa jadi layaknya suami istri pada umumnya."


Arga pun mendaratkan ciuman dikening Salwa, kecupan lembut yang begitu di idam-idamkan Salww selama ini dari sang suami. Arga pun mencium pipi Salwa hingga tengkuk lehernya, sayangnya saat Arga mulai menggerayangi bagian tubuh Salwa yang lain, Salwa justru menghentikan Arga dengan meletakan jemarinya di bibir laki-laki itu. Dengan raut wajah tersipu Salwa berkata. "Arga, maaf ya... bukannya aku nggak mau ngelakuin kewajiban aku, cuma...."


"Cuma apa, kamu nggak tau apa, aku udah tahan-tahan dari lama loh!" Terang Arga agak emosi.


"Cuma... hari ini aku lagi dateng bulan, hehehe..."


Arga pun langsung menepuk jidatnya dan kesal. "Huh, sialan!"


Arga tiba-tiba menyeringai. "Yaudah, tapi aku mau dengar kamu panggil aku sayang terus cium jidat aku!"


"Huh?" Salwa kaget dengan permintaan Arga, tapi sebagai istri yang sesungguhnya tentu saja hal wajar jika sang suami memintanya melakukan hal itu. "Yaudah deh, huft..."


"Kok kayak nggak ikhlas?"


"Ikhlas kok..."

__ADS_1


"Yaudah lakuin dong..."


Salwa menatap Arga dalam-dalam, "Sa- sayang."


"Kurang keras."


"Sayang."


"Kurang mesra."


Salwa pun menghela napas dan menatap Arga dengan lebih intens dan sedikit agak nakal, kali ini Salwa pun memegangi kepala Arga. "Sayang... mau aku cium?"


Arga tersenyum lalu mengangguk. Salwa pun mencium kening Arga, dan Arga pun dibuat kaget kala Salwa yang sehabis mencium keningnya langsung beralih mencium bibirnya tanpa ia minta. Arga pun fengans senang hati membalas ciuman mesra itu.


**


Di tempat lain, Mayang yang berada dikamarnya terlihat stress dan emosi. Ia bahkan mengacak-acak meja riasnya. Dengan raut wajah marah Mayang memandangi dirinya di depan cermin datarnya dan berteriak, "Aku nggak terima! Aku sama sekali nggak terima! Argh!" Mayang melempar bedaknya ke cermin. "Nggak mungkin aku yang lebih lama kenal sama Arga dikayak giniin! Arga nggak mungkin milih cewek itu!" Mayang benar-benar merasa tidak terima karena Arga lebih memilih bersama Salwa dibanding menerima perjodohan dengan dirinya. "Pokoknya, gimana pun caranya, aku harus bikin Arga ninggalin Salwa, iya... aku harus lakuin sesuatu." Mayang berdiri sambil mengepal-ngepal tangannya. "Kalau aku nggak bisa sama Arga, itu tandanya Salwa juga nggak boleh dapetin Arga." Mayang terdiam sejenak, ia berjalan ke arah lemari yang ada di kamarnya, diambilnya sekaleng minuman beralkohol dari sana dan diminumnya. Setelah meminum sekaleng minuman tersebut tiba-tiba wajah Mayang berubah, ia justru menampakan senyum penuh intrik. "Aku tau! Aku tau gimana caranya buat misahin Arga sama Salwa. Lihat aja Arga, terutama kamu Salwa, aku Mayang Bestari bakalan bikin kamu dicampakkan sama Arga cepat atau lambat."


*Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2