
Salwa menatap ke arah rombongan karyawan PT. Roseland Brighter yang tengah berjalan memasuki kafe. Salwa benar-benar dibuat kaget dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bagaimana bisa ia tidak tahu jika pemilik perusahaan yang membooking kafenya adalah ternyata Arga, suaminya sendiri. Aduh gue harus gimana nih? Gue beneran nggak nyangka kalau bakal ada kejadian kayak gini. Salwa memutar otak mencari ide bagaimana caranya agar dirinya tidak sampai terlihat oleh sang suami.
"Ya ampun itu Arganata Yudhistira, ternyata aslinya beneran lebih ganteng," puji Nina dengan heboh saking terpesona melihat sosok Arga yang, tanpa ia tahu kalau sebenarnya adalah suami dari Salwa. Disebelahnya, Salwa yang melihat tingkah Nina pun seketika langsung muncul ide. Ah gue tau harus apa! "Oh iya Nin, saya mau ke kamar kecil dulu ya sebentar!"
"Eh, ta- tapi mbak Salwa, ini Pak Arga sm pegawainya udah dateng semua loh."
"Soal itu mah udah gampang, yang penting layanin aja mereka dengan baik, saya beneran kebelet nih! Udah ya...," ujar Salwa yang kemudian dengan langkah cepat menuju ke toilet
"I- iya deh mbak!" Nina tampak dibuat bingung dengan tingkah Salwa yang tiba-tiba jadi terburu buru itu. "Aneh! Padahal tadi mbak Salwa antusias banget mau lihat Arganata Yudhistira, eh sekarang malah ngacir..." Nina mengangkat kedua bahunya.
~~
Sementara itu, Arga yang masuk paling pertama ke dalam kafe merasa seperti sekelibat melihat sosok Salwa. Kok tadi dari jauh kayaknya gue lihat ada cewek mirip banget ya sama Salwa? Apa perasaan gua doang? Arga celingak celinguk memastikan apakah yang ia lihat itu benar adanya.
~~
Di toilet Salwa tampak gelisah, ia terus menggenggam ponselnya kuat-kuat, sambil berpikir bagaimana caranya dirinya menghindar dari Arga. pasalnya Salwa tidak mungkin selama dua jam harus terus di dalam toilet. "Duh, gue harus gimana ya? Kan gue nggak mungkin dong disini berjam-jam." Salwa duduk diatas toilet yang tertutup dan menopang kepalanya dengan kedua tangan. "Huft..." Salwa menghela napas. "Salwa tenang... pokoknya kamu harus berpikir tenang gimana caranya supaya kamu nggak ketemu sama Arga." Salwa pun berpikir. hampir dua puluh menit Salwa sembunyi di toilet tapi tidak juga menemukan ide. "Sumpah buntu banget!" Kesal Salwa memegangi dahinya.
Dan tiba-tiba ponsel Salwa berbunyi, ternyata ada pesan masuk dari Nina. Salwa pun langsung membuka pesan tersebut dan membacanya.
Pesan dari Nina ;
...Mbak Salwa kok nggak balik-balik sih? Tadi pihak PT. Roseland Brighter ada yang nanya manajernya kemana. Mbak kesini dong...!...
"Aduh gimana dong, orang sengaja menghindar malah segala dicariin pula." Salwa benar-benar bingung kali ini, pasalnya seumur hidupnya ia belum pernah terjebak dalam situasi seperti ini. "Oh apa gue bilang aja kalau gue tiba-tiba sakit perut nggak enak badan terus pulang? Eh, tapi itu namanya gue nggak profesional dongiSalwa merengut, "Tapi gue nggak mau ketemu Arga..." Dilema semakin melanda diri Salwa. Tapi disisi lain, loyalitas dirinya sebagai manajer di kafe Lorena sedang diuji saat ini. "Nggak! Gue nggak bisa kayak gini, karena bagaimanapun gue harus profesional dalam bekerja." Salwa menarik napas dan menghembuskannya dengan perlahan. "Gue harus siap meski sejujurnya nggak siap!" Salwa akhirnya memutuskan untuk pergi kembali ke kafe dan menemui para karyawan dari PT. Roseland Brighter. Dan Salwa pun keluar dari ruangannya dirinya benar-benar merasa tegang saat ini. Tapi karena tidak mau dianggap sebagai contoh pekerja yang tidak profesional Salwa kini siap menerimanya.
__ADS_1
~~
Salwa keluar dari toilet wanita, dan saat dirinya hendak berjalan untuk menuju kembali ke kafe, tidak disangka Salwa justru berpapasan dengan Arga yang juga mau ke toilet. "Arga?" mata Salwa terbelalak melihat langsung sosok Arga tepat di hadapannya. Begitupun Arga yang tidak menyangka sama sekali ternyaya tadi ia tidak salah lihat, ia benar-benar melihat sosok Salwa saat ini. "Ternyata beneran kamu ada disini! Ngapain kamu?"
"Loh kok ngapain, ya jelas aku disini karena aku kan manajer disini!" balas Salwa agak ngegas.
"Manajer? Kok aku nggak tau!"
"Emang kamu harus bangut tau?"
Disaat pasangan suami istri itu tengah berdebat, tiba-tiba muncul dua orang karyawan Arga yang juga ingin ke toilet. Dan dengan kecepatan kilat Arga langsung menarik Salwa dan mengajaknya masuk ke dalam toilet wanita.
~~
"Arga! Lo ngapain ngajak gue kesini? Ini kan toilet cowok!"
"Hmmm..." Salwa mencoba melepaskan tangan Arga yang membungkamnya saat itu. Merasa kasihan dengan Salwa yang sulit bernafas karena dibungkam olehnya, Arga pun melepaskan tangannya dari mulut Salwa.
"Bweh! cuih! Tangan kamu itu asin tau nggak!" Salwa mengelap bekas mulutnya yang dibungkam oleh Arga tadi.
"Ya makanya kamu jangan berisik! Itu di sebelah ada karyawan-karyawan aku, kalau kamu berisik kita bisa ketauan!" jelas Arga dengan menahan volume suaranya sekecil mungkin.
"Iya tapi ini toilet cowok!"
"Iya paham, lagian emang kenapa sih kalau toilet cowok?"
__ADS_1
"Ya- ya soalnya..." Tiba-tiba Salwa jadi salah tingkah saat ia sadar, jika dirinya dan Arga kini berdiri berhadapan dengan jarak yang sangat dekat, bahkan bagian dada Salwa hampir menyentuh tubuh Arga. "Kamu kenapa? Mukamu jadi merah gitu? Emang panas banget ya?" Tanya Arga memperhatikan wajah Salwa yang kini berwarna seperti gurita rebus.
"I- iya nih panas, sempit banget soalnya..." Balas Salwa gerogi tidak mau melihat wajah Arga.
Arga tersenyum penuh intrik. Lelaki itu tiba tiba meletakan jemarinya di dagu Salwa dan mengarahkan wajah cantik sang istri itu menghadapnya dan berujar pelan, "Sebenernya muka kamu merah bukan karena sempit, tapi karena jarak kita dekat banget, iya kan?"
Salwa pun terbelalak, Bagaimana bisa Arga ngomong gitu? Rasa malu Salwa semakin memuncak, Ia pun mendorong Arga agar agak mejauh. "Ih, apaan sih! Nggak usah deh lo kepedean!" Seru Salwa menutupi kenyataan jika memang benar yang dikatakan oleh Arga. "Udah deh, intinya kita harus keluar dari sini, dan mikirin cara supaya kita nggak ketauan sama yang lain kalau kita itu suami istri."
Arga berdecak lalu mengela napas. "Yaelah dasar lola jadi dari tadi kamu di toilet bingung nyari alesan keluar?"
Salwa mengangguk. "Emang kamu tau jalan keluarnya gimana?"
"Ah kalau cuma hal sepele kaya gini mah kecil buat Arganata Yudhistira, sini gua kasih tau!" Arga pun mengatakan idennya pada Salwa agar dirinya berpura-pura sebagai adik sepupu Arga yang baru pulang dari luar kota. Awalnya Salwa menolak karena harus berbohong lagi, tapi mengingat semuanya sudah kepepet alhasil Salwa pun setuju dengan ide Arga.
"Oke deal!" Salwa dan Arga pun sepakat berperan sebagai saudara sepupu demi menutupi hubungan mereka yang sebenarnya adalah suami istri.
~~
Arga akhirnya kembali dari toilet dan melanjutkan meeting santai dengan para karyawannya.
Hingga beberapa saat kemudian munculah Salwa yang datang menghampiri meja Arga untuk menyambut para staf dan karyawan dari PT. Roseland Brighter. "Selamat sore semuanya, saya Salwa selaku manajer disini mengucapkan selamat datang kepada para staf dari PT. Roseland Brighter. Selamat menikmati pelayanan di kafe ini," tutur Salwa dengan sopan dan lembut.
"Terima kasih sambutannya mbak Salwa, lama nggak ketemu ya adik sepupuku?" balas Arga dengan santai di depan para karyawannya.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa LIKE VOTE COMMENT GAISS 🙏
Love -C