
Akhirnya Mayang dan Irsyad pun ketemuan, mereka ketemuan di salah satu restoran dekat kantor Mayang. Sambil menikmati makan siang mereka, Irsyad pun mulai membahas tentang maksud dan tujuan Mayang mengajaknya makan siang bersama. "Jadi... lo mau ngomogin apa?" Tanya Irsyad sambil menikmati makan siangnya.
"To the point banget," kelakar Mayang.
"Gue tau elo sejak lama May..., so apa yang pengen lo omongin?" Irsyad tampaknya sudah tidak sabar mengetahui apa yang ingin dibicarakan oleh Mayang. Dan tanpa basa basi lagi, Mayang pun langsung mengeluarkan lulur yang ia bawa dari apartemen Arga dan menunjukannya pada Arga.
"Huh? Itu apaan?" Tukas Irsyad heran.
"Gue nemuin ini di kamar mandi apartemen Arga, dan pas gue tanya punya siapa Arga bilang punya ARTnya."
Sontak Arga yang tengah minum sampai batuk. "Uhuk! Uhuk!"
"Irsyad muncrat tau!" Omel Mayang terkena semburan Iryad.
"Sorry... sorry, gue cuma kaget aja, gimana caranya mbok Darmi yang umurnya aja sekitar 56 tahun, luluran di apartemen Arga? Itu ngarang banget!"
Mayang langsung membulatkan matanya. Berarti bener si Arga bohong sama aku? "Jadi menurut lo, lulur ini punya siapa dong?"
Irsyad mengangkat kedua bahunya. "Nggak tau guw juga."
"Punya siapa ya kira-kira?" Mayang bertanya-tanya.
"Oh iya gue baru inget!" Tukas Irsyad tiba-tiba.
"Inget apa?" Kata Mayang terperanjat.
"Jadi waktu itu pas gue malem-malem ke apartemen Arga gueー" Irsyad menceritakan soal dirinya yang beberapq waktu lalu pernah memergoki Arga membeli pembalut. Dan saat Irsyad tanya pembalut itu untuk siapa, Arga mengatakan untuk mbok Darmi, yang notabennya sudah monopause.
"Apa! Jadi, itu artinya Arga...?" Mayang semakin yakin dengan kecurigaannya selama ini.
Irsyad mengangguk. "Ya, itu artinya Arga bawa cewek ke apartemennya."
Sial, ternyata Arga beneran punya cewek dan dia nggak kasih tau aku! Mayang nampak sekali kesal mengetahui hal tersebut.
Si Mayang kayaknya nggak suka banget tau Arga punya cewek. Irsyad membatin demikian melihat mimik wajah Mayang saat ini. "Yaudah sih May, kalopun itu cewek juga bukan pacaranya Arga kok. Kan pacarnya Arga si Salma baru meninggal sekitar tiga bulan yang lalu."
__ADS_1
"Salma? pacar Arga!? Maksud lo apaan!"Mayang langsung syok mendengar cerita Irsyad barusan.
"Iya, lo emang nggak dikasih tau sama Arga kalo dia sebenernya punya pacar tapi meninggal?"
"Oh ituー kayaknya Arga belum cerita aja kali ya, mungkin dia jaga perasaan gue kali ya," Mayang mencoba membela diri pada kenyataan kalau Arga memang sama sekali belum cerita apa-apa soal mendiang Salma.
"Oh... gitu!"
"Hehehe, iya." Kurang ajar, si Arga kok nggak bilang apa-apa kalo dia pernah punya pacar lagi! Aku harus selidikin semua yang aku nggak tau tentang Arga! Aku harus cari tau siapa itu Salma dan siapa cewek yang sebenernya pemilik lulur itu.
"Lo mau gue bantuin deket Arga?" Irsyad menawarkan bantuan.
Mayang hanya tertawa garing. "Ah buat sekarang sih, lo cukup doain gue sama Arga aja Syad."
"Okey... tapi kalo lo butuh bantuan bilang aja ya...."
Mayang mengangguk. Gue pasti bakal butuh Irsyad tapi nggak sekarang. Saat ini gue harus gerak sendiri dulu buat cari tau semua yang Arga tutupin dari gue.
"Oh iya, Syad ada satu hal lagi yang mau gue tanya sama lo."
"Gue mau tanya, pas reuni kemarin lo ajak Salwa lo jemput dia kan?"
"Hem," angguk Irsyad.
"Lo tau dia tinggal dimana?"
"Tau, Salwa tinggal di apartemen yang sama, sama Argaー"
"Apa lo bilang?!" Mayang tersentak kaget.
"Iya, apartemen sama tapi beda unit!"
Mayang menghela napas. "Oh... gue kira,"
"Gue kira apa, lagian Salwa sama Arga kan sepupuan. Wajar aja, nggak usah cemburu lo!" Ledek Irsyad.
__ADS_1
"Iyalah ngapain coba cemburu sama Salwa," balas Mayang membela diri. Padahal dalam hatinya panas dengar nama Salwa. Heh! Kalau kayak gini caranya, aku harus bener-bener selidikin semuanya! (Tatapan sinis Mayang seketika muncul)
**
Sore menjelang, Arga yang sudah janji akan ikut berziarah pun bersiap-siap meninggalkan kantor untuk menjemput Salwa. Saat hendak beranjak dari kursi meninggalkan ruanganya, tiba-tiba saja ponsel Arga berdering. Tentu saja lelaki yang sudah mengenakan jas itu pun mengambil ponselnya dari dalam saku celana. "Mayang?" Tutur Arga melihat layar hp-nya.
Arga : Iya halo kenapa May?
Mayang : Arga kamu sibuk nggak? Hari ini kamu bisa kan temenin aku pergi?
Arga : (Terlihat berpikir sejenak) Emang kamu mau kemana?
Mayang : Aku ada perlu, kamu mau kan temenin aku?
Arga : Em- gimana ya May, aku sih mau aja nemenin kamu, tapiー kali ini aku beneran nggak bisa, aku udah ada janji sama orang lain.
Mayang : Orang lain siapa? (Terdengar sinis)
Arga : Umー pokoknya ada hal penting yang nggak bisa aku tinggalin, so sorry ya buat kali ini.
Mayang : Oh gitu... tapiー
Arga : Gini aja, lain kali aja ya aku temenin kamu terserah kamu mau kemana okey?
Mayang : Bener ya, okey.... kalo gitu bye
Arga : bye...
*Tut...
"Hish, untung aja si Mayang nggak banyak tanya." Arga melihat waktu pada jam arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. "Duh gue harus cepet nih, pasti Salwa dah nunggu!" Arga pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangannya untuk segera menjemput sang istri.
🌹🌹🌹
Vote, like,disakun
__ADS_1