Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 26


__ADS_3

Di kantornya Salwa terlihat agak stress dengan beberapa e-mail pengaduan yang masuk. Belum lagi ada pengaduan yang tidak-tidak soal penilaian kafe baru-baru ini sejak kejadian customer yang marah-marah kemarin. "Ternyata tuh embak-embak judes kemarin ngefek juga ya, kayaknya dia bukan orang biasa deh. Buktinya dia bisa bikin beberapa vloger kuliner pada kasih penilaian yang enggak-enggak." Salwa sampai memijit-mijit kepalanya karena mulai uring-uringan. "Duh pusing deh!" Untungnya, Salwa teringat dengan coklat yang dibawa Arga semalam yang diberikan padanya. "Oh iya kan semalem gue dikasih coklat sama Arga." Salwa jadi ingat dengan artikel yang pernah ia baca yang mengatakan kalau, coklat bisa mengurangi stress. Diambilnya coklat pemberian Arga itu dari dalam tasnya. "Nah ini, daripada gue stress mending gue makan coklat yang semalem dikasih Arga." Salwa akhirnya memakan coklat tersebut, "Hem... enak banget!" Sepertinya apa yang artikel bilang itu benar soal coklat bisa menghilangkan stress, buktinya Salwa terlihat lebih baik. Karena masih agak tersisa dan tidak mungkin dihabiskan sendiri, Salwa berniat akan memberikannya sebagian coklat itu buat Nina, pegawai yang sudah dianggap adiknya sendiri.


"Emー karena ini coklatnya enak banget dan lumayan bisa mengurangi stress gue. Kayaknya nggak ada salahnya kalo gue bilang makasih ke Arga. Eh tapiー nanti dia kepedean lagi." Tapi karena tidak mau dibilang tidak tahu terima kasih. Salwa pun akhirnya tetap mengirim pesan ucapan terima kasih untuk Arga. "Terserah deh dia mau kepedean atau apa. Yang penting niat gue bilang makasih sama dia."


**


Sementara itu, dirunganya Arga dan Irsyad tengah mengobrol disela-sela waktunya sebelum beberapa menit lagi meeting dilaksanakan..


"Jadi Mayang beneran balik ke Indonesia?" Tanya Irsyad yang baru tahu simpang siur kepulangan Mayang ke Indonesia dua hari yang lalu.


"Loh emang lu nggak tau Syad? Kan di grup SMA udah rame bukannya?"


"Ya gue tau beritanya doang katanya si Mayang mau balik kesini dan gue pikir itu cuma isu doang, secara kan tahun lalu juga di grup bahas itu. Nah pas lo ceritain katanya kemarinketemu Mayang, ya otomatis gue agak kaget aja, ternyata dia beneran balik ke Indoensia."


Arga juga bercerita kepada Irsyad kalau kemarin dirinya dan Mayang habis makan malam bersama. Tentu saja hal itu membuat Irsyad semakin tertarik dan penasaran dengan sosok Mayang saat ini. "Denger lo cerita soal makan malem sama Mayang gue jadi inget jaman kita masih sekolah. Lo sama Mayang kanー"


"Ah gosip aja lo! Udah cepet kita ke ruang meeting itu Amel bilang klien udah pada dateng."


"Siap Bos!" Sahut Irsyad yang kemudian balik kanan mengekor Arga keluar dari ruangan untuk menuju ruang meeting.


**


Arga dan semuanya sudah berada diruang meeting. "Apa sudah bisa kita mulai meeting hari ini?" Tanya Arga sebelum meeting benar-benar dimulai.


"Maaf Pak Arga," Interupsi salah sseorang jajaran direksi dari PT. Buana Semesta mengangkat satu tangannya.


"Iya ada apa?"


"Maaf Pak, kalau bisa tolong beri waktu sekitar lima sampai sepuluh menit lagi, karena perwakilan dari PT kami sedang ada dijalan Pak."


Arga menimbang-nimbang, "Oke saya beri waktu lima menit, tapi kalau perwakilan dari PT anda tidak datang, maka dengan berat hati Roseland Brighter hanya akan bekerjasama dengan PT lain yang ada disini."

__ADS_1


"Baik, terima kasih pak." Dan akhirnya semuanya pun menunggu sejenak, dan tidak sampai lima menit akhirnya seseorang memasuki ruang meeting. "Permisi semua, maaf saya dari PT. Buana Semesta datang terlambat."


Seketika mata Arga terperangai melihat sosok yang baru saja masuk ke ruangan. "Mayang?" Gumam Arga.


"Mayang?" Irsyad pun melihat seksama perempuan yang baru saja masuk itu. "Eh iya beneran Mayang," gumam Irsyad yang jadi melongo melihat sosok teman lamanya itu. Mayang pun langsung mengambil posisi duduk, Arga yang tetap bersikap profesional pun langsung membuka meeting hari ini. Arga mempersilahkan perwakilan dari PT. Buana Semesta untuk mempresentasikan ide mereka, dan siapa sangka yang mempresentasikan adalah Mayang. Dengan bahasa yang lugas, dan tidak monoton Mayang membuat para hadirin terpukau dengan ide dan cara dirinya berkomunikasi, tak terkecuali Arga yang juga puas melihat presentasi Mayang. Kamu emang selalu jadi yang terbaik dalam urusan mempresent sesuatu May, puji Arga dalam hati.


**


Salwa memberikan sisa coklat pemberian Arga itu pada Nina. "Gimana Nin, enak kan?"


"Hum, parah! Rasanya kayak... kayak mo meninggol geto..." (Ala anak-anak tik tok)


Salwa terlihat senang karena coklat pemberiannya itu disukai oleh Nina.


"By the way ini coklat dari mana Mbak? Bukannya ini coklatnya dijual cuma di luar negeri sana ya? Pasti ini oleh-oleh, iya kan?"


Salwa tersentak, ia tidak kepikiran kalau Nina akan tanya hal seperti itu padanya. Aduh gimana nih? Nggak mungkin kan gue bilang kalo coklat dikasih dari Arga. "Umー iya, iniー tuh oleh-oleh dari temen aku yang baru pulang study di luar negeri."


"Ouh gituー"


**


Meeting telah usai. Semua perwakilan perusahaan saling menjabat tangan satu sama lain. Akhirnya perusahaan Arga akan melakukan kolaborasi bisnis dengan dua perusahaan sekaligus, salah satunya perusahaan tempat Mayang bekerja. Para hadirin pun satu persatu keluar ruangan, kecuali Arga, Irsyad, dan Mayang. Entah mengapa mereka sama-sama tidak ingin segera keluar ruangan. Dimulai dari Irsyad yang menyapa Mayang, "May! Apa kabar lo? Sumpah ya, lo makin glowing aja."


Mayang tersenyum senang mendengar pujian dari Irsyad. "Ah bisa aja lo Syad, kabar gue baik," balas Mayang sambil melirik-lirik ke arah Arga yang justru terlihat sibuk dengan ponselnya. Arga tengah mengecek beberapa pesan dan e-mail yang masuk. Salwa?Arga agak tercengang saat melihat nama istrinya itu di pop-up chat yang masuk. Tumben banget dia nge-chat gue? Arga pun langsung membuka chat dari Salwa itu. ternyata isi chat Salwa adalah ucapan terima kasih yang berbunyi :


Hei, sorry ya ganggu. Tapi aku cuma mau bilang, makasih ya.... Arga. Coklat yang kamu kasih ke aku semalem itu enak banget. Sekali lagi thank you bapak Arganata Yudhistira. 😄


Membaca pesan Salwa, entah mengapa membuat Arga tertawa kecil. Padahal cuma coklat, tapi dia udah seneng banget, dasar bocah. Arga pun membalas pesan istrinya itu dengan ekspresi wajah tak biasa, sepertinya Arga membalas dengan ucapan yang cukup jenaka.


Sementara itu Mayang dan Irsyad yang melihatnya jadi penasaran. "Ga, lo lagi baca apa sih? Kok cekikikan gitu?"

__ADS_1


"Iya, kamu bales chat siapa sih Ga? Orang spesial ya?" Tandas Mayang yang sepertinya tidak terlalu suka melihat Arga fokus pada handphone dibanding dirinya.


"Ohー ini, bukan apa-apa kok, cuma chat dari salah satu kolega aja." Arga bangkit dari kursinya.


"Em, yaudah kalau gitu. Lo mau ikut nggak Ga?"


"Ikut? Ikut kemana?"


"Jadi gue sama Mayang, mau ngopi di kafe lo mau ikut?"


"Em... gimana ya, sorry banget, tapi gue harus ketemu sama pak Atma siang ini. Jadi mending kalian berdua aja deh."


"Oh, jadi kamu nggak bisa ya...?" Mayang menampakan raut wajah kecewa.


"Duh sorry banget, tapi lain kali aku janji kita bakal nongki bertiga," ucap Arga.


Mayang pun seketika berubah senang karena Arga seperti merasa tidak enak padanya. "Yaudah kalo gitu, gue pergi dulu ya ketemu pak Atma. Irsyad tolong anterin Mayang kedepan ya."


"Oke bos!"


Arga melenggang pergi namun dipanggil oleh Mayang. "Arga!"


"Iya?" Arga berbalik badan


"Hati-hati ya...," ucap Mayang dengan nada manja.


Arga hanya membalas dengan mengangkat ibu jarinya pada Mayang lalu pergi.


🌹🌹🌹


Hai jangan lupa buat ya kasih like, kritik dan juga di vote ya...🙏

__ADS_1


Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :


LOVE PETAL FALLS (udah tamat)


__ADS_2