
Setelah selesai membelikan dasi untuk Arga, Mayang pun mengajak Arga untuk menemaninya membeli makanan cemilan favoritnya. Sialnya, saat mereka berdua berjalan menuju stand makanan yang ingin dibelinya, tiba-tiba saja ada dua orang anak kecil yang tengah berlari-larian dan bercanda di dekat Mayang sambil membawa segelas minuman. Kedua bocah itu berlari-lari mengitari Arga dan Mayang. Arga yang melihatnya pun hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah polah kedua bocah tersebut. Akan tetapi, hal sebaliknya justru ditampakan oleh Mayang. Perempuan itu tampak jelas sekali merasa risih dan tidak suka dengan tingkah kedua bocah tersebut, bahkan ia sampai menggerutu karenanya. "Duh ini bocah-bocah nggak ada yang jagain apa! Lari-larian ditempat gini!"
"Udahlah Mayー namanya juga anak-anak biasaー"
"Aduh anak-anak resek! Tuh, jadi basah kan baju saya!"
Arga tiba-tiba kaget mendengar teriakan Mayang yang terkena tumpahan minuman salah satu dari kedua bocah tadi. Mayang memarahi kedua bocah itu sampai mereka sepertinya ketakutan, untungnya ada seorang perempuan yang sepertinya kerabat kedua bocah itu datang mengahampirinya dan minta maaf karena sudah menumpahakan minuman dibaju Mayang. "Aduh maafin ponakan saya ya...," ucap tante kedua bocah tersebut.
"Iya Mbak, nggak papa kok! Udah ya..." sahut Arga, yang kemudian segera mengajak pergi Mayang. Arga yang sudah paham betul sikap Mayang yang mudah tersulut kalau sedang kesal, langsung mengajak Mayang pergi agar tidak terlalu panjang urusannya nanti.
**
Selama di perjalanan pulang dari rumah orang tuanya, Salwa masih terus saja kepikiran dengan perkataan sang mama. irinya jadi semakin takut saja kalau keluarganya tahu sebenarnya tentang hubungan dirinya dan Arga yang nyatanya tidak seperti hubungan suami istri pada umumnya. "Aku jadi takut mama curiga deh kalo kayak begini?" gumam Salwa.
"Curiga? Curiga apa Non?" Sahut mang Dirman yang ternyata mendengar sepenggal ucapan Salwa barusan.
Di kursi belakang Salwa duduk ia jadi gelagapan ditanya begitu oleh supirnya. "Oh, Emー itu, gawat maksudnyaー gawat kalo sampe Arga pulang, terus kita belum sampe!"
"Oh... gitu, Mamang kira gawat apaan, tenang Non, Bos Arga mah nggak mungkin marah kalo cuma urusan gitu. Bos orangnya santai kok dari dulu."
"Hehe, gitu ya Mang," Salwa hanya tertawa garing untuk menutupi rasa gelagapannya.
Tiba-tiba saja suara handphone Salwa bedering, gadis cantik itu pun langsung merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya yang berdering. Dalam hatinya ia membatin, apa mungkin Arga yang telepon...?
Sayangnya, saat Salwa melihat nama kontak yang tertera di layar smartphonenya itu ternyata bukan Arga, melainkan sahabat Arga, yakni Irsyad. Salwa pun mengangkat panggilan dari sahabat suaminya itu.
Salwa : Halo! Iya Syad ada apa?
Irsyad : Halo Sal, sorry ya ganggu waktu istirahat kamu malem-malem.
Salwa : its oke kok Irsyad, lagian aku lagi masih di jalan pulang kok!
Irsyad : Huh, jalan pulang? Emang kamu habis darimana.
(Salwa pun membuat ekspresi wajah kecele karena salah bicara.)
Salwa : Oh iya, aku habis dari rumah temen, maksudnya... hehe.
Irsyad : Em, gitu toh....
__ADS_1
Salwa : Eh iya, kamu ada apa telepon aku? Emang kamu nggak ikut meeting bareng Arga?
Irsyad : Meeting? Meeting apaan? (Irsyad terdengar bingung)
Salwa : Loh bukannya kamuー (Salwa berhenti bicara, ia tidak meneruskan ucapannya karena takut, Irsyad jadi curiga dan bertanya-tanya kalau dia bilang dirinya tau kalau Arga tengah meeting.)
Irsyad : Salwa? Kamu masih denger aku kan?
Salwa : Ehー sorry Syad, tadi singnal -nya agak jelek.
Irsyad : Iya nggak papa, betewe tadi kamu mau bilang apa sih, kok tiba-tiba suaranya ilang.
Salwa : Ohー enggak, tadi aku cuma mau bilang kan biasanya kamu suka meeting dadakan, kok tumben nggak ikut dan malah telepon aku gitu.
Irsyad : Haha, nggak lah Salwa. Lagian ya, hari ini tuh meeting udah kelar sampe tadi siang. Dan baru ada lagi besok sama Pak Atma. Sepupu kamu si Arga aja udah pulang daritadi sore.
Salwa : Gitu ya?
Irsyad : Halo Sal, kok suara kamu kecil banget?
Salwa : Emー mungkin sinyalnya lagi kurang bagus,
Irsyad : Oh yaudah kalau gitu. Nanti aku telepon kamu lagi ya.
Salwa : Oke!
*
Salwa langsung mematikan obrolannya dengan Irsyad. Dirinya justru seolah jadi dibuat penasaran tentang keberadaan sang suami setelah berbicara dengan Irsyad. Gue jadi penasaran, sebenernya Arga meeting sama siapa? Kenapa Irsyad yang notabennya asisten pribadi dia malah nggak ikut? Salwa jadi bertanya-tanya dibuatnya. Apa jangan-jangan Arga bohong? Salwa langsung menggoyangakan kepala sambil memejamkan mata, seraya menepis pikiran buruknya itu. Aduh, aku apa-apaan sih! Kok kesannya kayak gue jadi peduli banget dan harus tau soal Arga, aneh banget!"
**
Setibanya di apartemen, Salwa langsung segera membuka sepatunya dan duduk di sofa ruang utama. Ia menyandarkan punggungnya yang lelah dengan poisisi kaki bereselonjor. Dirinya yang lelah mencoba merileksasikan dirinya sesaat sebelum Salwa pergi mandi dan bersih-bersih. "Ugh, capeknya...," ungkap Salwa sambil merenggangkan tengkuk lehernya yang terasa kaku.
Tiba-tiba munculah sosok Arga yang sudah mandi dan berpakaian santai, datang mengahampiri Salwa yang tengah kelelahan. Melihat sang suami, Salwa pun langsung duduk tegak melihat ke arah suaminya yang duduk di samping dirinya dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
"Eh, kamu udah pulang?" Tanya Salwa spontan.
"Udah!" Balas Arga yang kemudian menatap Salwa dari ujung kepala sampai ujung kaki.
__ADS_1
"Kenapa lihatin aku gitu?" Salwa agak menringsekan tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan Arga, karena ia imasih teringat dengan kejadian kemarin Arga yang hampir seperti ingin menciumnya.
"Gimana makan malamnya?" Tanya Arga tiba-tiba.
"Oh, makan malamnya... ya gitu deh!"
"Gitu deh, apaan? Yang jelas kalo ngomong."
Salwa mengehela napas. "Ya gitu maksudnya, lancar-lancar aja kok!"
Arga mengangguk tenang, "Syukur deh kalau gitu. Oh iya, salam maaf aku udah kamu sampein ke mama papa kan?"
"Udah kok!" Tukas Salwa dengan tampang polosnya.
"Baguslah..."
Saat ini Salwa yang melihat sosok Arga, tiba-tiba jadi teringat dengan percakapannya dengan Irsyad tadi soal meeting hari ini. Salwa seperti ingin memastikan suaminya itu sebenarnya jujur atau tidak soal alasan tidak jadi pergi dinner dan pergi meeting. "Arga!"
"Ya?" Arga menatap Salwa.
Namun, alih-alih bertanya soal alasan Arga meeting, dirinya malah keburu jadi ragu melihat sang suami. "Eh, nggak jadi deh!" Salwa mengurungkan niatnya, entah kenaap dirinya jadi berpikir positif, jikalau bisa saja suaminya itu memang meeting tapi tanpa ditemani oleh Irsyad.
"Dasar aneh!" ledek Arga.
"Yaー biarin aja!" Salwa tampak gerogi membela dirinya karena malu, mau mengatakan satu hal tapi tidak jadi.
"Lah kok malah kamu yang bete?"
"Siapa yang bete?" Salwa bangkit dari duduknya. "Udah ah males, mending mandi!" Tukas perempuan itu lalu melenggang pergi meninggalkan Arga sendirian di ruang tengah.
"Heh, dasar cewek!" ucap Arga melihat tingkah Salwa yang baginya aneh itu.
🌹🌹🌹
Like, vote, comment ya gaiss
Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :
LOVE PETAL FALLS (udah tamat)
__ADS_1