Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 50


__ADS_3

Akhirnya tiba juga hari dimana acara reuni SMA Pramudiya diadakan. Bertempatan di sebuah hall mewah yang terletak di salah satu hotel bintang lima di jantung ibukota. Para alumni SMA Pramudiya angkatan Arga berdatangan silih berganti. Mereka semua berpakaian cukup formal, maklum saja SMA Pramudiya memang dikenal sebagai sekolah elit yang berisi anak-anak kalangan menengah ke atas.


Arga yang datang bersama Mayang pun memasuki hall. Dan saat kedua orang itu masuk, semua mata pasti tertuju pada mereka. Hampir semua yang hadir berbisik dan kagum melihat Arga yang mengenakan baju turtle neck hitam, dengan outer blazer berwarna gelap. Ia berjalan bersandingan dengan Mayang yang mengenakan gaun panjang berwarna merah marun tak berlengan. Pasangan itu berjalan bak tuan dan nyonya yang tengah menjadi pusat perhatian di acara itu.


"Ga, kenapa anak-anak pada lihatin kita ya?" Kata Mayang yang sebenarnya merasa sangat percaya diri dan bangga saat ini. Sayangnya Arga malah tampak biasa saja, entah mengapa Arga memang kurang suka dengan acara-acara yang terlihat formal seperti ini. Padahal hanya reuni tapi rasanya seperti sedang menghadiri pesta resepsi, pikirnya begitu.


Arga dan Mayang bersalaman dengan teman-teman mereka yang hadir. "Wah kalian emang cocok dari dulu," ucap salah satu teman sekolah Arga dan Mayang yang juga diiyakan oleh anak-anak lain. Banyak juga dari mereka yang memuja muji Arga dan Mayang sangat cocok. Arga dan Mayang memang dikenal sebagai pasangan paling cocok saat masih SMA.


"May, aku ambil minuman dulu ya...," Arga meminta izin pada Mayang untuk mengambil minuman.


"Oke, kalo gitu aku mau ngobrol dulu ya sama temen-temen geng aku yang lain," balas Mayang.


*


Sementara Mayang sibuk berbincang dengan teman-teman gengnya sewaktu SMA. Arga mengambil pun minuman yang tersedia. Arga mengambil salah satu minuman beralkohol, entah mengapa dirinya pening sekali rasayang. Bagi Arga, ia melihat banyak diantara teman-temannya yang fake, banyak dari mereka yang nyatanya sejak dulu seperti ingin dekat dengan dirinya hanya karena Arga memiliki power di sekolah. Maklum, SMA Pramudiya memang dibangun oleh yayasan yang dikelola keluarga besar Arga. "Cih, manusia-manusia muka dua!" gumam Arga lalu meneguk segelas anggur ditangannya.


"Bro, sendirian aja!" ujar Tomi yang entah tiba-tiba datang mendekati Arga. Ya, Tomi dia adalah salah satu orang yang seringkali berseteru dengan Arga sejak SMA hingga sekarang.


Arga tersenyum miring. "Mau apa lo?"


Tomi mengambil minuman yang sama dengan Arga lalu berdiri disbelah Arga. "Nggak apa-apa bro, gue cuma mau nemenin lo minum aja. Masalahkah?"


"Oh!" Ujar Arga lalu kembali minum minumannya.


"Ngomong-ngmong, kemana asisten setia lo si Irsyad, biasanya dia ngintilin lo terus, lagi ada konflik kah? Atau lo yang keasyikan sama Mayang jadi lupa sama temen lo itu?" Tomi tertawa setelah mengatakan hal itu, seolah meledek Arga. "Eh iya, tapi... lo itu kan baru ditinggal mati sama Salma, terus lo sekarang deket lagi sama si Mayang. Apa jangan-jangan lo mau balikan sama Mayang, mantan lo yang selalu betingkah sok ratu itu?"


"Nggak ada urusannya sama lo Tom, Mendingan lo ituー" Arga tidak meneruskan perkataannya, ia sadar kalau Tomi tidak lagi menghiraukannya. Tomi justru malah fokus terpaku melihat ke arah pintu masuk hall. Spontan, Arga pun memicingkan matanya dan ikut melihat ke arah mana kini Tomi memandang. Sontak saja Arga pun langsung terperangai dibuatnya. Bagaimana tidak, dirinya kini dengan nyata melihat sosok Salwa yang berjalan memasuki hall bersama Irsyad dan menjadi pusat perhatian yang lainnya, banyak yang berbisik dan memuji kecantikan Salwa saat itu.

__ADS_1


"Itu kan Salwa?" tutur Mayang yang juga kaget melihat sosok Salwa yang harus diakui, tampak begjtu cantik dan anggun dengan balutan gaun biru selutut dengan model sabrina yang menampakan pundaknya yang indah.


"Gila, si Irsyad dateng sama siapa tuh! Ceweknya bening bener! Kayaknya bukan alumni sekolah kita deh?" pungkas Tomi yang kemudian berjalan untuk memastikan Irsyad bersama siapa.


"Bangs*t!" maki Arga sambil mencengkeram gelas anggur ditangannya.


*


"Salwa silakan duduk," ucap Irsyad yang baru saja menarikan kursi untuk Salwa.


"Makasih Syad."


"Oh iya Sal, aku ambil minuman buat kamu dulu ya?"


Salwa mengangguk, dan menunggu Irsyad di tempat duduknya.


Salwa menoleh menghadap Mayang yang kini berdiri disebelahnya, dan jujur saja Salwa merasa tidak nyaman dengan kehadiran Mayang, tapi bagaimanapun dirinya tetap harus bersikap semestinya di acara ini. "Hai Mayang."


"Jadiー kamu dateng sama Irsyad?" Mayang tiba-tiba menarik kursi dan duduk disebelah Salwa.


"I- iya aku dateng sama Irsyad, kamu sendiri?"


Mayang mengibaskan rambutnya dan mendongakan kepalanya. "Oh ya, aku dateng samaー Dia!" Mayang menatap ke arah depannya sambil tersenyum bangga. "Aku dateng sama laki-laki yang paling keren disini."


Salwa pun menoleh ke arah dimana mata Mayang memandang. Salwa sudah menduga, pasti Mayang datang bersama Arga yang saat ini tengah berjalan menuju ke arah meja tempat dimana dirinya dan Mayang duduk.


"Arga, lihat deh sepupu kamu. Dia dateng sama Irsyad loh...," ucap Mayang seolah agar semua orang tau hal. itu.

__ADS_1


Dan tak lama kemudian, Irsyad yang tadi mengambil minuman untuk Salwa pun kembali menghampiri Salwa.


"Hei, Irsyad," ujar Mayang. "Ups sorry ya gue duduk ditempat lo." Mayang pun beranjak dari kursinya yang terletak disebelah Salwa, agar Irsyad bisa duduk di sebelah Salwa. Sedangkan dirina, langsung pindan duduk di sebelah Arga. Alhasil meja berbentuk bulat yang berisi maksimal 6 orang itu, membuat Arga dan Mayang duduk berhadapan dengan pasangan Irsyad dan Salwa.


"Salwa, ini minum buat kamu," kata Irsyad memberikan segelas minuman non alkohol buat Salwa.


"Oh iya thanks ya Syad," ucap Salwa menerima minuman tersebut dan meminumnya.


Melihat pemandangan itu, mata Arga langsung menatap tajam pada Salwa yang duduk disebelah Irsyad. Apa-apaan Salwa sama Irsyad sok mesra banget, bikin eneg!


Mayang melirik Arga, dan memegang bahunya. "Arga, aku ambilin kamu minum juga ya...?"


"Nggak usah, bentar lagi acaranya kan dimulai." Tukas Arga yang matanya masih saja memandang tajam ke arah sang istri, yang terlihat beberapa kali tersenyum saat mengobrol dengan Irsyad.


Arga kenapa ngelihatin gue gitu banget sih? Pikir Salwa yang sekilas melirik pandangan mata Arga pada dirinya.


Sedangkan Mayang juga merasakan hal yang sama melihat tatapan Arga yang sejak tadi seperti fokus terus pada Salwa. Kenapa Arga ngelihatin Salwa terus sih! Aneh?


Kenapa ya, si Arga sama Salwa kok kaya orang kikuk gitu? Padahal mereka kan sepupuan tapi rasanya kaya orang lagi perang dingin? Tanya Irsyad dalam hati, yang juga merasa aneh melihat gelagat Salwa yang seperti menghindari menatap ataupun bicara pada Arga.


🌹🌹🌹


LIKE, VOTE, COMMENT


Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :


LOVE PETAL FALLS (udah tamat)

__ADS_1


__ADS_2