Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 80


__ADS_3

Arga tiba di kafe tempat Salwa bekerja. Dengan setelan jas dan kacamata hitam, Arga yang bertubuh 180 senti meter terlihat berkarisma berdiri bersandar dipintu mobil. Lelaki itu merogoh ponselnya untuk menghubungi Salwa. "Halo, Salwa aku udah didepan kafe kamu. Dalam lima menit kamu sudah harus keluar temuin aku."


...


"Nggak ada tapi-tapi, oke bye see you."


TUT... Arga langsung menutup ponselnya diikuti seringai bibirnya yang seolah mengatakan kalau ialah bosnya.


**


Salwa yang baru saja selesai beres-berespun jadi agak jengkel dan menggerutu dibuatnya oleh sang suami. "Duh si Arga tuh kenapa sih kalo dateng segala dadakan banget mana bossy parah lagi!" Setelah selesai membereskan ruanganya, Salwa langsung bergegas menenteng tasnya dan keluar. Meski jengkel Salwa tetap saja berusaha menuruti apa yang suaminya minta.


"Mbak Salwa buru-buru banget?" ujar Nina melihat Salwa jalan tergesa-gesa.


"Iya nih kalo nggak buru-buru saya bisa kena amukan, yaudah saya duluan ya...," pungkas Salwa lalu pergi secepat mungkin.


Nina pun hanya bisa menggeleng dengan penuh rasa heran. "Siapa yang mau ngamukin mbak Salwa?"


*


Salwa akhirnya keluar dari kafe, ia bisa melihat sosok suaminya yang dengan percaya diri berdiri bersandar didepan pintu mobel menatapnya dengan senyuman puas. Salwa pun berjalan menghampiri Arga. ”Duh, kamu ngapain sih nyuruh aku cepet-cepet?" protes Salwa dengan raut wajah cemberut.


"Soalnya kalo aku nggak bilang gitu, kamu pasti lama turunnya."


Salwa mengerucutkan bibirnya karena masih ngambek. Untungnya Arga punya cara untuk membuat Salwa agar segera tidak ngambek. Arga tiba-tiba menarik tangan Salwa dengan lembut lalu membukakan pintu mobil untuk sang istri dan berkata. "Silakan naik ratuku,"


Salwa tampak malu-malu dan terlihat menahan senyum. Awalnya ia jual mahal namun apa daya pertahanannya rutuh juga pada akhirnya. Salwa pun tersenyum dan masuk ke dalam mobil, Arga pun senang dan segera menyusul masuk ke dalam mobil.


**


Diperjalanan Arga dan Salwa saling bercerita dan melempar candaan. Hingga akhirnya tiba-tiba Salwa ingat kejadiannya tadi, dan bercerita kepada Arga bahwa dirinya tadi bertemu dengan gadis muda yang habis kecopetan.

__ADS_1


"Trus kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Arga khawatir.


"Enggak kok, orang aku nggak lihat kapan dicopetnya."


"Oh terus nasib si cewek itu gimana?"


"Um, awalnya aku takut mau nolongin dia karena waspada modus tipu-tipu dengan pura-pura kasian. Tapi ngerasa dia jujur jadi aku bawa aja ke kafe." Salwa pun menceritakan semua kepada Arga tentang gadis yang telah ia tolong tadi.


**


Di sebuah pub Mayang tampak tengah bertemu dengan seorang pria yang terlihat berpampilan semi formal. Dan pria itu ternyata Tomy teman seangkatannya bersama dengan Arga juga.


"So, tanpa banyak basa basi, lo udah setuju kan bakal bantuin gue buat misahin Arga dari Salwa."


Tomy meneguk minumannya lalu tersenyum miring. "Lu tenang aja May, apa yang lo mau gue udah paham. Karena isi otak lo sama gue itu nggak beda jauh."


"Baguslah kalau gitu," Mayang tersenyum puas.


"Jadi lo udah tau caranya misahin mereka kan?" Tanya Mayang.


Tomy menatap Mayang dan tersenyum arogan. "Lo lihat aja nanti hasilnya."


"Oke, kalau gitu kita cheers dulu!" Ajak Mayang sambil mengangkat gelas berisi minuman beralkohol.


Tomy pun mengangkat gelasnya dan, "Cheers buat kerjasama kita."


Kedua serigala licik itu terlihat tengah merayakan kerjasama mereka untuk melakukan siasat jahat terhadap Arga dan Salwa.


**


Salwa baru saja selesai memasak makan malam, setelah semua hidangan ia taruh diatas meja makan ia pun memanggil sang suami yang baru saja selesai mandi. "Arga makan malem dulu yuk..." Tak lama kemudian Arga yang mengakan celana bahan panjNg dan kaos over size pun datang ke meja makan dan duduk. Arga melihat hasil masakan sang istri yang dari tampilan dan baunya saja terlihat lezat.

__ADS_1


"Kamu mau banyak atau sedikit nasinya?" Tanya Salwa yang hendak menyendokkan nasi untuk suaminya.


"Dikit aja, lauknya yang banyak."


"Oke," Salwa pun mengambilkan sepiring nasi sesuai permintaan Arga, tak lupa ayam goreng mentega dengan sayur capcai pun ia tambahkan ke dalam piring berisi nasi untuk sang suami.


"Aku nggak suka sayur banyak-banyak," protes Arga yang seperti anak kecil yang tidak suka sayuran.


"Nggak kok ini dikit aja sayurnya. Lagian kamu tuh butuh banyak sayur tau!"


"Ya orang nggak suka."


Salwa menyerahkan sepiring nasi yang sudah terisi lengkap dengan lauk pauk dan sayur kepada Arga. "Ini makanan kamu." Setelah itu giliran Salwa yang mengambil makan untuk dirinya sendiri. Setelah siap dengan piring masing-masing, sepasang pasutri itu mulai untuk menyantap makan malam mereka. Sayang, baru saja Arga mau menyuap sedokan pertamanya ke mulut, tiba-tiba saja bel berbunyi. Arga pun langsung berdecak kesal mendengarnya. "Siapa sih dateng malem-malem gini? Nggak ada akhlak banget!"


Salwa yang belum kebetulan belum menyendok pun bergegas bangkit dari kursi untuk membukakan pintu.


"Eh mau ngapain?" Tanya Arga.


"Mau bukain pintulah, kan ada tamu."


"Yaelah ngapain sih! Biarin aja kita kan lagi makan, nanti aja abis makan bukainnya. Salah sendiri malen-malem bertamu!"


"Ya kalo habis makan orangnya keburu pergi dong Arga...! Udah deh nggak apa-apa biar aku yang bukain."


Meski dilarang suaminya Salwa tetap bersikukuh membukakan pintu. Melihatnya, Argapun mengikuti langkah Salwa yang hendak mebukakan pintu.


TING TUNG TING TUNG! Suara bel terus saja berbunyi.


"Iya sebentar..." Salwa pun akhirnya membukakan pintu.


"Loh Irsyad ada apa?" Salwa melirik kesebelah kanan Irsyad. "Loh, kamu itu kan?" Salwa tampak tercengang untuk sejenak melihat sosok yang ada disebelah Irsyad.

__ADS_1


HALO JANGAN LUPA DI VOTE DAN COMMENT YA TEMAN-TEMAN...


__ADS_2