
Salwa yang baru saja hendak keluar dari kafe sepulang bekerja, tiba-tiba harus dikagetkan oleh kemunculan seseorang yang tidak ia duga-duga. "Hei Salwa," sapa Mayang yang entah sejak kapan berada di dekat Kafe. Perempuan itu mengenakan pakaian yang terlihat sangat modies dengan sepatu semi boots yang dia pakai, berjalan menghampiri Salwa.
"Kamu, ngapain disini, mau ngomel-ngomel sama aku lagi?" Tebak Salwa. Kenapa dia tiba-tiba disini ya?
Mayang terkekeh, "Nope! Aku kesini karenaー ada yang mau aku omongin sama kamu." Lagi-lagi Salwa membuat ekspresi wajah heran mendengar apa yang dikatakan oleh Mayang. "Mau ngomong apa?"
"Emー mending kita cari tempat makan dulu yuk! Biar ngobrolnya bisa sambil ngemil." Mayang mengajak Salwa makan sebelum ia mengatakan apa yang ia ingin ungkapkan pada gadis itu. "Mau makan dimana?" Tanya Salwa.
"Terserah kamu."
"Terserah aku ya? Okeー" Akhirnya tempat yang dipilih oleh Salwa adalah tempat makan jajanan pinggir jalan, yang letaknya tidak terlalu jauh dari kafe Lorena. Wajah Mayang menunjukkan ekspresi wajah tak menyangka sekaligus merasa sedikit jijik. Ini cewek kok ngajak makan ditempat kayak gini sih! Bener-bener nggak banget deh sepupunya Arga ini. Melihat ekspresi Mayang yang terlihat sekali tidak suka makan di pinggir jalan, Salwa pun hanya senyum-senyum penuh arti. Kayaknya si Mayang ini jijik banget gue ajak makan disini. Tapi siapa peduli, orang bakso bakar disini enak banget. "Oh iya kak Mayang mau pesan apa?" ujar Salwa.
"Kak Mayang?" Tanya Mayang heran.
"Iya kak, kan kamu lebih tua dari aku dan kamu temen sekolahnya Arga kan, makanya aku panggil kak."
Mayang menggeleng tidak setuju. "No no... panggil Mayang aja, aku nggak suka dipanggil kak."
"Ohー oke!" Nggak mau dipanggil kak takut kelihatan tua ya? pikir Salwa. "Yaudah Mayang mau pesen apa, aku saranin pesen bakso bakar deh!"
"Hehe... terserah kamu aja deh." Mayang terlihat sekali tidak antusias makan ditempat seperti ini. Mungkin biasa makan di tempat AC atau kafe ternama jadi jijik makan dipinggir jalan kayak gini. "Oke kalau gitu aku pesenin aja ya?" Salwa akhirnya memesan dua porsi bakso bakar untuk dirinya dan Mayang."Oh iya kamu kamu ngomongin apa sebenernya sama aku?" Salwa benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya ingin. dikatakan oleh Mayang padanya.
"Sebenernya pertama aku mau minta maaf soal ribut-ribut dikantor tadi, karena jujurー aku nggak tau kalau kamu itu sepupunya Arga."
Salwa terkesiap menatap Mayang, jadi dia minta maaf hanya karena Arga bilang aku ini sepupunya dia? Kok kesannya nggak iklas banget ya?
__ADS_1
"Kamu maafin aku kan Salwa?" Mayang seolah memohon pada Salwa.
"I- iya aku maafin kok, aku juga minta maaf ya kalau gitu," balas Salwa.
"Asyik! Jadi kita temenan kan sekarang?" Mayang tiba-tiba memegang tangan Salwa seolah merasa sudah berteman akrab. "Jadiー kamu sama Arga dan Irsyad itu udah temenan sejak sekolah ya?" Salwa sejatinya memang ada rasa ingin tahu tentang Mayang dan Arga.
"Iya kita temenan sejak SMA dan kuliah, sayangnya di semester tiga aku pindah ke aussy dan menetap disana, nah baru ini balik lagi," terang Mayang.
"Oh, pantes kalian deket," ucap Salwa dengan nada datar.
"Bukan cuma deket biasa, sebenarnya aku sama Argaー" Mayang senyum-senyum, sepertinya benar adanya kalau Arga dan Mayang itu punya hubungan spesial pikir Salwa melihat gelagat Mayang. "Udah ah malu aku cerita ke kamunya, kamu sendiri, kok aku nggak pernah tau ya kalau Arga punya sepupu cewek seumuran kamu?"
"Umー kalau soal ituー aku emang nggak pernah stay di jakarta, makanya banyak yang nggak tau aku sepupu Arga," terangnya canggung. Huft... u**ntung udah pernah di briefing sama Arga kalau ada yang nanya kayak gini harus jawab gimana.
Ternyata sama kayak yang Arga bilang, berarti dia bener sepupunya Arga. Tapi entah kenapa gue masih ngerasa janggal ya. ungkap Mayang yang belum begitu yakin.
"Bener juga, jadi dulu ituー" Mayang bercerita tentang masa sekolahnya dengan mimik wajah antusias dan senang. Sementara Salwa mendengarkannya dengan penuh perhatian sambil menikmati bakso bakar yang sudah dipesannya tadi.
**
Di apartemen Arga tengah menunggu istrinya pulang, entah kenapa Arga jadi suka tidak tenang kalau dirinya mendapati, istrinya belum ada dirumah saat larut malam. "Ini udah jam sebelas, si Salwa belum pulang? Kemana sih itu anak!" Arga mengomel saat tau kalau sudah jam 11 lewat 10 menit. Dan panjang umur, baru saja Arga mau menelpon Salwa lagi, ternyata istrinya itu terlihat baru saja masuk. Arga pun segera mengha. piri Salwa yang tengah melepas sepatunya..
"Darimana kamu jam segini baru pulang, keluyuran ya?" ujar Arga yang tampak lebih serius dari biasanya.
Salwa yang baru saja selesai melepas dan menaruh heelsnya itu pun menjawab, "Habis nongkrong sama temen!" ucap Salwa sambil berjalan menuju dapur sambil diikuti Arga. "Nongkrong dimana, kok tadi panggilan aku malah kamu reject?"
__ADS_1
"Ya nongkrong aja, emang aku nggak boleh gitu nongkrong juga kayak kamu?" Ucap Salwa lalu minum air putih.
"Bukan begitu, tapi ini kan udah malem. Dan kamu itu perempuan, ditambah kamu itu istri aku."
Salwa meletakan gelasnya ke atas meja dengan sedikit tekanan, ia pun menghela napas dan menatap Arga. "Tumben kamu ngakuin aku istri kamu, bukannya aku ini sepupu kamu yang baru dari luar kota?"
Arga seperti terhentak mendengar Salwa bicara begitu, "Kok kamu ketus gitu? Kamu lagi PMS ya?"
"Nggak! Aku nggak lagi PMS, cuma emang lagi males aja ditanya-tanya, soalnya ujung-ujungnya pasti ribut sm kamu." Salwa yang ingin berjalan pergi melewati Arga, malah tangannya langsung ditarik. "Arga lepasin!" Salwa mencoba menarik tangannya dari cengkeraman tangan Arga. "Aku belum selesai ngomong sama kamu!" Raut wajah Arga makin serius. "Yaudah, tapi lepasin dulu tangan aku!" Arga pun melepaskan cengkeramannya. "Mau ngomong apa lagi?" Tanya Salwa dengan nada bete.
"Aku mau nanya, kenapa kamu tadi di kantor bisa ribut sama Mayang?"
Mendengar nama Mayang disebut Arga, entah mengapa membuat Salwa semakin tidak nyaman dan bete. "Ya mana aku tau, awalnya aku kan cuma nggak sengaja tubrukan sama dia, terus akunya mau minta maaf, eh dianya malah marah-marah sama aku dan langsung ngegas ngejelekin aku."
Arga mengerutkan dahi, "Kamu yakin? Bukannya kamu duluan yang buat dia ketumpahan kopi tadi terus kamunya nggak minta maaf."
Salwa yang moodnya sudah turun ditambah statement Arga yang malah seolah menyalahkan dirinya, membuat Salwa cuma bisa merasa pasrah dan malas untuk membicarakannya lebih lanjut. Salwa pun hanya menghela napas. "Gini ya, aku tuh lagi capek. Dan kamu nanya udah aku jelasin tapi kamu malah kayak nggak percaya gitu. Nah kalau udah begitu, ya terserah sama kamu aja mau percaya sama siapa. Toh aku bener atau salah juga sama aja kan dimata kamu?" Arga pun terdiam dilontarkan ucapan seperti itu oleh sang istri. "Udah ya, aku capek mau istirahat," tutur Salwa yang kemudian melengos dan pergi meninggalkan Arga.
Merasa aneh dengan perubahan sikap Salwa pada dirinya saat ini Arga pun bertanya-tanya. "Si Salwa kenapa sih hari ini kayak jutek banget, nggak biasanya dia begitu sama gue. Ini mah Fix lagi PMS tuh kayaknya."
Bersambung 。。。
🌹🌹🌹
Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :
__ADS_1
LOVE PETAL FALLS (udah tamat)
Gais jangan lupa ya buat di like, komen dan vote. Share juga jangan lupa...🙏 komentar dan dukungan kalian sesuatu buat aku loh...