Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 16


__ADS_3

"Jadi lo pengen kenal lebih deket sama Salwa, gitu kan maksud lo?"


"That's right, ma bro."


Arga sejujurnya agak bingung harus bagaimana. Disatu sisi Irsyad adalah sahabat terbaik Arga sejak lama, tapi disisi lain, Status Salwa tetaplah istri sah Arga.


"Oi Arga, jangan bengong! Gue mau kenal lebih deket Salwa boleh nggak nih?"


"Um, kalau soal ituー"


"Ayolah bro, kita inikan udah kayak saudara, masa lu nggak mau bantuin gue deketin sepupu lo yang cantik itu. Ini kesempatan gue untuk melepas status jomblo yang udah bertahun-tahun gue sandang."


Akhirnya dengan menghela napas panjang Arga pun memutuskan, "Oke, lu mau gue bantu apa?"


"Jadi lu mau bantu gue?"


"Iye!"


"Nah... itu baru Arganata Yudhistira my bos!" Ujar Irsyad terlihat begitu sumringah mendapati Arga mau membantunya mendekati Salwa.


~~


Salwa terlihat tengah makan siang di sebuah restoran bakmi bersama Tania, sahabat Salwa sekaligus bos pemilik kafe Lorena tempat yang kini Salwa tangani."So, gimana kafe kita sejauh ini Sal? Kamu betah kan kerja jadi manajer di kafe aku?"


Sambil menikmati bakminya, Salwa pun menjawab. "Betah kok Kak, pegawainya juga asyik-asyik. Dan sejauh ini yang aku lihat pengunjung makin rame."


"Bagus deh kalau begitu." Tania tampak puas mendengarnya. "Oh iya Sal, aku dengar kemarin orang dari PT. Roseland Brighter booking kafe kita kan?"


Salwa mengangguk, "Kok kakak langsung tau, kan aku belum kasih laporan?"


"Ya ampun norak deh kamu, hari gini ada internet kale... ya aku baca di internetlah beritanya. Soalnya kemarin ada heboh jadi trending di medsos, katanya pengusaha muda Arganata Yudhistira lagi di kafe Lorena. Dan bagusnya, dari opini netizen yang aku baca, rata-rata jadi pada banyak yang penasaran ke kafe kita gara-gara Arga kesana."


"Oh... gitu," Salwa jadi membatin. Nggak nyangka impact Arga gede juga buat narik banyak pelanggan, gak salah sih kalau banyak yang ngidolain dia.


"Kenapa manggut-manggut, hayo mikirin siapa?" goda Tania melihat Salwa yang tiba-tiba bengong dan manggut-manggut sendiri.


"Apaan enggak kok!"


"Masa sih? Hayo ngaku kamu mikirin Arga ya?"


Salwa yang sedang makan pun seketika salah tingkah dan batuk. "Uhuk... uhuk!"


"Ya ampun sampe keselek gitu, ini minum!" Tania memberi minum pada Salwa yang tersedak, "Santai aja Sal, aku cuma sebut nama Arganata aja kamu udah batuk-batuk."


"Ih apasih Kak Tania nyebelin deh..."


Tania pun hanya bisa tertawa melihat sikap Salwa yang malu-malu pada saat ini.

__ADS_1


"Nggak usah ketawa, nggak lucu tau." Nggak tau apa kalau laki-laki yang dia ledek ke gue itu suami gue sendiri.


"Iya deh juniorku jaman sekolah, eh tapi kamuー"


"Eh sorry kak Tania, aku angkat telepon dulu." Tiba-tiba ada yang menghubungi Salwa dengan nomor tak dikenal. Nomor siapa ya? Salwa bertanya-tanya takut itu nomor penipuan. Awalnya Salwa enggan meladeni, tapi akhirnya karena ponselnya terus saja berdering Salwa pun mengangkatnya.


"Halo... ini siapa ya?"


"Halo, ini siapa?"


.......


*tut... tut...


"Ih siapa sih, kok malah dimatiin tiba-tiba?" keluh Salwa.


Tania yang penasaran pun bertanya, "Siapa? Nomor nggak jelas ya?"


"Iya nih, nggak tau. Udah lama nggak pernah dapet panggilan ghoib eh malah muncul lagi."


"Fans kamu kali Sal," ledek Tania.


"Fans apaan atulah... nggak ada fans gitu. Itu mah namanya orang kurang kerjaan."


"Iya, iya Salwa... udah habisin dulu makan kamu." Mereka pun meneruskan makannya.


~~


"Halo!" Salwa terlihat bete....


Ha- halo...


"Eh ada suaranya? Iya halo ini siapa ya?"


Apa benar ini Salwa?


"Iya bener ini Salwa, masnya siapa?" Terdengar dari suaranya adalah laki-laki.


Ini aku Irsyad,


"Eh, Irsyad?" Darimana dia tau nomor gue? Hem ini pasti kerjaannya si Arga.


Iya ini aku Sal, maaf ya ganggu malem-malem.


"ーEh, iー iya nggak apa-apa kok, ada apa ya Syad?"


Nggak ada apa-apa cuma mau ngetes ini bener nomor kamu bukan?

__ADS_1


"Iya nomor aku kok, pasti kamu dapet nomor ini dari Arga ya?"


*Irsyad tertawa kecil. Bener! Kamu tau aja kalo aku dapet nomor ini dari Arga.


"Udah pasti taulah..., eh iya beydewey mau ngobrol apa?"


--


Dikamarnya, Arga tampak tidak fokus. Ia kepikiran tentang dirinya yang langsung saja memberikan nomor Salwa pada Irsyad tanpa bertanya dulu pada sang istri. "Kira-kira si Salwa ngomel nggak ya gue kasih nomornya ke Irsyad tanpa bilang dulu ke dia?" Arga sebenarnya bukan takut pada Salwa, dirinya hanya malas saja kalau Salwa tiba-tiba mengetuk kamarnya dan berkhotbah panjang kali lebar tentang kelancangannya memberikan nomor teleponya pada Irsyad.


"Tok tok " suara pintu kamar Arga diketuk. "Nah bener kan, pasti si salwa, dan pasti dia mau ceramah." lelaki itu berjalan membukakan pintu. Dibukanya pintu kamar Arga dan ternyata benar, dengan raut wajah yang sulit ditebak Salwa berdiri didepan pintu kamar Arga. "Eh, kenapa?" Arga pura-pura tidak tahu apa-apa.


Salwa menyilangkan kedua tangannya diatas perut. "Nggak usah pura-pura nggak tau deh!"


"Lah emang nggak tau, kok maksa!" Arga tetap pura-pura bodoh.


"Kamu kan yang ngasih nomor aku ke Irsyad?"


"Umー kalau iya emang kenapa?"


Salwa kesal kali ini ia sampai berkacak pinggang. "Tuhkan! Pake nanya lagi, kenapa kamu kasih nomor aku tanpa nanya ke aku dulu?"


"Loh emangnya ada masalah, emang salah kalau dia mau ngehubungin kamu?" Arga memutar balik keadaan kali ini ia yang balik menyerang Salwa. "Lagian Irsyad bukan orang jahat kamu nggak perlu takut sama dia kali!" Lagi-lagi cek cok pasutri ini tak terhalaukan.


"Iya tapi kanー"


"Ah udahlah, udah malem. Males ribut sama kamu," ujar Arga yang sudah pusing dengan pertikaian recehnya dengan sang istri.


"Yaudah, emang kamu mah nggak mau disalahin."


"Ya udah oke, aku yang salah puas?" Arga tampak pasrah akhirnya memilih untuk mengakui kesalahannya walau terlihat terpaksa.


"Pengakuan apaan tuh, nggak minta maafー"


"Oke, Salwa aku minta maaf ya..." Arga refleks menujukan ekspresi malasnya, karena pada akhirnya ia harus mengaku kalau memang dirinya yang salah.


"Yaー yaudah! Jangan diulang."


"Baik ibu Salwa Natasha Adnan. Sekarang saya boleh masuk kamar kan bu? Soalnya saya ngantuk mau tidur."


Salwa melengos, "Yaudah tidur gih."


"Okeh selamat malam Ibu Salwa." Dan Arga pun langsung menutup pintu kamarnya, padahal masih ada Salwa disana.


Salwa menyentak bahunya, "Huh! Dasar nyebelin!Udah dia yang salah malah galakan dia. Dasar combro!" Salwa pun pergi untuk kembali ke kamarnya dengan perasaan kesal.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa di VOTE, LIKE, COMMENT...


Love -C


__ADS_2