
Arga duduk di sofa ruang televisi meluruskan kakinya dan tak lupa mengulet-kan tubuhnya untuk merenggangkan sendi-sendinya yang terasa kaku."Ugh, badan gue pegel-pegel nih!" ungkap Arga sambil memijat-mijat leher dan pundaknya.
"Kenapa kamu, pegel?"
"Nggak, cuma mau remuk aja badan rasanya."
"Oh..."
"Dih, ngapain nanya kalau cuma mau bilang oh doang, nggak ada akhlak!"
Salwa seketika mengerutkan alisnya. "Ya terus kamu maunya aku jawab apa?"
"Ya apa kek, tawarin pijitin kek, apa gitu. Sebagai istri tuh harusnya gitu."
Dasar! Giliran butuh aja ngakuin gue sebagai istri. Dalam hati Salwa rasanya ingin menggerutu sekeras-kerasnya. Meski kesal, tapi mengingat Arga yang hari ini sudah begitu hangat menyambut papa dan mamanya, membuat Salwa jadi tidak tega. Akhirnya, Salwa pun mendekati Arga. "Yaudah aku pijitin kamu, tapi ada syaratnya."
"Yaelah, mijit aja ada syaratnya. Kayak mau nyalon bupati aja."
"Mau apa enggak?" Salwa mencoba meyakinkan.
"Iya iya! Yaudah apaan syaratnya?"
Salwa tersenyum, senyum yang penuh arti."Syaratnya habis aku pijitin, kamu harus cuci piring. Gimana?"
"Apa? Cuci piring?" Arga terlihat berpikir sejenak. "Yaudah oke!"
"Oke Deal ya?" Salwa mengajak Arga berjabat tangan sebagai tanda persetujuan. Tanpa pikir lagi Arga pun langsung menjabat tangan sang istri tanda dirinya setuju. "Udah deal tuh, sekarang ayo cepet pijitin pundak aku," titah Arga. Salwa pun segera memijit pundak dan lengan Arga. "Eeeggg..." Arga bersendawa. "Eh enak juga pijitan kamu, jangan-jangan pas diluar kota kamu itu kuliah jurusan pijit memijit ya?" Sayangnya Salwa enggan menanggapi ocehan Arga tersebut, dan memilih tetap diam serta fokus memijit suaminya itu. "Eh, mbok pijit kok diem aja. Mbok lagi sariawan apa gimana?" goda Arga lagi. "Mbok, mbok ini sebelah kiri belom terasa dipijitnya, ah Mbok ini baru saya puji dikit udah jadi nggak profesional." Raut wajah Salwa semakin terlihat bete, dirinya pening mendengar celotehan-celotehan suaminya itu. "Mbok lebih kencengan dong mijitnya, mbok..." Arga tak henti-hentinya menggoda sang istri yang ia anggap seolah tukang pijit itu.
Ini laki berisik banget deh sumpah! Dari tadi gue udah tahan-tahan nggak nimpalin eh malah makin-makin mulutnya. Awas gue bales loh! Dengan sekuat tenaga akhirnya Salwa memijit badan Arga sekeras-kerasnya, sampai-sampai Arga pun protes. "Aduh! Mbok mijitnya yang bener dong!"
__ADS_1
"Oh nggak bener ya? Maaf ya..." Oke lo rasain nih pijitan penuh cinta kasih dari gue.
"Aw...!" Arga berteriak lalu mengusap-usap pundaknya karena kesakitan dicubit oleh Salwa. "Kok kamu malah nyubit sih!" Arga protes.
"Habisnya kamu berisik banget, katanya pegel tapi mulutnya ngomong mulu ngeledekin aku!" Salwa terlihat ngambek. Alhasil Arga malah dibuat tertawa melihat raut wajah istrinya yang sedang ngambek itu.
"Ngapain ketawa?"
"Ya terserah aku dong, kamu sendiri kenapa malah bete, kan yang harusnya bete aku bukan kamu." Arga pun bangkit dari sofa sambil sambil menertawakan Salwa.
"Eh tunggu, kamu mau kemana?"
"Ya ke kamarlah, kenapa? Neng mau ikut?"
"Dih..."
"Ya terus apa?"
"Masa sih aku bilang gitu?" Arga memasang tampang pura-pura lupa.
"Udah deh nggak usah pura-pura lupa!" balas Salwa dengan raut wajah kesal.
"Nggak lupa tuh, cuma berharap lupa aja."
"Ih nyebelin banget sih!" Salwa sampai geregetan dibuatnya. "Ah terserahー yang jelas sekarang kamu cepet cuci piring buruan!"
Arga sebetulnya malas sekali melakukan kegiatan itu. tapi mau bagaimana lagi, dirinya tadi sudah terlanjur janji, jadi mau tak mau ia harus menepatinya. Ingat kata pepatah, laki-laki itu yang dipegang adalah ucapannya. "Haiss, yaudah oke gue cuci piring!" Dengan perasaan terpaksa dan langkah kaki yang terlihat malas akhirnya Arga pun menuju dapur.
Di dapur Arga mulai mencuci piring-piring bekas makan bersama mertuanya tadi. Di ruang TV Salwa diam-diam memperhatikan Arga, sebenernya hal itu Salwa lakukan hanya karena takut suaminya itu malah membuat kacau isi dapur. Karena bukan rahasia umum lagi kalau Arga itu pasti benar-benar hampir tidak pernah turun ke dapur seumur hidupnya. Maklum saja, Arga anak sultan yang biasa dilayani bukan melayani kalau ingin apapun, termasuk mencuci piring. "Dia udah matiin kerannya, kayaknya udah kelar deh! Tapi kok cepet ya?" Salwa jadi bertanya-tanya. akhirnya karena kepo Salwa pun menghampiri suaminya itu.
__ADS_1
"Kok cepet? Emang udah selesai?"
"Udah kok."
Salwa menoleh ketempat cucian piring. Dan benar dugaannya, memang sih piring-piring dan gelasnya sudah dicuci semua. Tapiー Salwa melihat ke arah Arga seolah menegur suaminya itu.
"Apaan lagi, udah aku cuci tuh semua."
Salwa berkacak pinggang lalu menghela napas. "Ya emang udah kamu cuci, tapi kenapa airnya kemana-mana gini! Kalau gini kan dapurnya jadi becek Argaー"
"Ya mana aku tau, udah ah mau ke kamar!" Salwa malah menarik lengan baju Arga untuk menghalanginya pergi. "Ih jangan pergi dulu, ayok dipel dulu ini becekannya."
"Ih ogah!" tolak Arga menarik lengan baju yang dipegang Salwa.
"Arga, nggak boleh gitu."
"Boleh, orang ini apartemen gue wek..." Arga malah meledek Salwa. "Ih parah kamu mah!"
"Ya biarin, eh lihat ada apa tuh dideket lampu?"
"Apaan, mana nggak ada apー eh mana si Arga?" Ternyata Salwa hanya dibohongi suaminya itu agar bisa kabur darinya. "Arga...!" Salwa pun kesal mendatangi kamar suaminya. Ia pun menggedor-gedor pintu kamarnya. "Arga buka! Buka nggak?" Salwa terus menggedor pintu kamar Arga "Arga buka! Arganata Yudhistira!" Berulang kali Salwa berteriak dan menggedor pintu kamar Arga, namun tidak direspon juga. Akhirnya karena sudah lelah, Salwa pun menyerah dan memilih untuk membersihkan becekan di dapur sendiri.
Di dalam kamar ternyata Arga tengah tiduran diatas ranjang, sambil mendengarkan musik lewat headset. Pantes aja digedor-gedor dari luar berulang kali sama sekali nggak keganggu. Arga melepas headsetnya dan cekikikan sendiri. "Akhirnya si beo nyerah juga." Arga pun mengehetikan musiknya karena Salwa sudah tidak lagi berisik. "Dasar beo bawel, cantik-cantik bawel banget," ledek Arga soal istrinya itu.
🌹🌹🌹
Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :
>>LOVE PETAL FALLS (udah tamat)
__ADS_1
Like, comment, votenya ditunggu gengs...