Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 69


__ADS_3

Di ruangannya Salwa terlihat melamun, memutar-mutar sendok kopinya sambil bertopang dagu, sampai-sampai ia sampai tidak menyadari kehadiran Nina yang sejak tadi memanggil-manggil namanya. "Mbak Salwa!" Pekik Nina dengan nyaringnya.


"Huh?" Salwa pun kaget dan akhirnya tersadar dari lamunannya dan bertanya pada Nina. "Nina! Kamu itu bikin saya kaget aja!"


"Ya habisnya Mbak Salwa saya panggil udah berkali-kali nggak denger, malah begong aja. Mikirin apa sih?"


"Nggak mikir apa-apa, udah mau ngomong apa?"


"Ini Mbak, saya cuma mau bilang kalau tadi ada yang cariin mbak Salwa pagi-pagi."


Salwa hingga mengerutkan kening karena penasaran. "Siapa?"


"Ituloh... Mas yang pernah kesini."


"Siapa sih?"


Nina mencoba mengingat-ngingat. "Mas... mas... oh iya mas Irsyad namanya."


Irsyad? Mau ngapain dia? Pikir Salwa penasaran.


"Terus, apa lagi?"


"Udah mbak itu doang."


"Oke..."


"Yaudah kalo gitu saya pamit kerja lagi ya..."


"Ya!" Salwa menerka-nerka apa sebenarnya maksud kedatangan Irsyad kemari. "Apa ya, yang mau diomongin Irsyad? kenapa dia nggak telepon aja?" Salwa pun akhirnya berinisiatif untuk menelepon Irsyad langsung dan bertanya maksud kedatangannya.


*


Setibanya di kantor, Arga langsung menuju ke ruangannya. Tak lupa ia berpesan kepada Amel untuk menyiapkan berkas-berkas untuk meeting nanti siang. "Amel tolong kamu siapkan semua berkas meeting yang saya mau!"


"Baik Pak Arga," balas Amel yang agak terkejut melihat Arga yang datang dengan pakaian yang belum rapi.


"Ngapain kamu lihatin saya begitu?" Tandas Arga dengan dingin


"Enggak kok pak," balas Amel yang langsung kembali kerja. Arga pun lanjut lagi berjalan menuju ruangannya.


"Agak aneh pak Arga hari ini,"kata Amel geleng-geleng.


**


Di ruangannya Arga menyandarkan tubuh di kursi tempat ia bekerja. Ia benar-benar merasa tidak tenang hari ini. Terlihat dari cara berpakaian Arga yang kurang rapi. Maklum saja baju itu milik Irsyad jadinya agak tidak terlalu nge pas. Saat tengah melamun tiba-tiba ponsel Arga berbunyi, saat ia lihat layar hapenya, ternyata dari Mayang. Dengan raut wajah agak lesu Arga mengangkat panggilan itu

__ADS_1


Arga : Iya May ada apa?


Mayang : Arga please ya... nanti sore kamu ikut aku.


Arga : Ikut kamu buat apa?


Mayang : Nanti aku kasih tau tapi yang jelas kamu mau kan?


Arga : Emー May, tapi....


Mayang : Please... ini demi kakek.


Arga : Kakek? Kakek kenapa?


Mayang : Kakek dirawat di rumah sakit.


Arga : Apa? Kakek dirawat lagi?


Mayang : Iya Ga, please ya kamu mau ikut aku nanti sore.


Arga : Oke, aku mau...


Mayang : Oke kalau gitu nanti aku tunggu kamu ya, kamu... jemput aku bisa kan?


--


Akhirnya Irsyad dan Salwa pun ketemuan di kafe Lorena. Salwa yang baru keluar dari ruangannya langsung menghampiri Irsyad yang sudah menunggunya di salah satu meja.


"Hai Syad, udah lama ya?" Ujar Salwa yang kemudian duduk menghadap Irsyad yang tengah menikmati secangkir kopi. "Oh nggak kok Sal," Irsyad melihat ke arlojinya. "Palingan baru sepuluh menitan."


"Oh..." Salwa agaknya sedikit kehabisan kata untuk memulai pembicaraannya dengan Irsyad. "Ehem, so... ada apa sebenernya kamu sampe tadi pagi harus dateng kesini langsung?"


Irsyad menyesap kopinya lalu meletakannya kembali, "Kayaknya aku mending langsung ke inti aja ya Sal,"


Salwa menyipitkan matanya. "Maksud kamu?"


"Aku cuma mau bilang sama kamu sebenarnya..." Irsyad mengehela napas dulu sejenak sebelum meneruskan ucapannya. "Aku udah tau sebenernya kamu bukan sepupu Arga."


Mata Salwa sontak langsung terbelalak menatap Irsyad. "Jadi, kamu..."


"Iya, aku udah tau dari kemarin kalau kamu bukan sepupu Arga, tapi kamu istrinya Arga."


Salwa bergeming, ia jadi bingung harus bersikap bagaimana sekarang ini pada Irsyad. Bersalah, senang, atau apa? "Umー Irsyad akuー aku minta maafー"


"Kamu nggak perlu minta maaf, nggak ada yang salah dalam hal ini. Hanya bodohnya aku nggak sadar dari lama hehe." Irsyad tersenyum getir.

__ADS_1


"Maafin aku Irsyad," ungkap Salwa dengan nada menyesal.


"Aku nggak marah kok sama kamu." Irsyad kembali menyesap kopinya. "Kalau gitu aku balik ya, aku cuma mau bilang itu aja kok! Sekarang aku udah lega, karena aku udah tau semuanya." Irsyad tersenyum pada Salwa. Kebalikannya, justru Salwa jadi semakin merasa bersalah pada Irsyad karena telah membohonginya.


"Yaudah aku balik ya..." Irsyad bangkit dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya lalu beranjak pergi.


"Irsyad tunggu!"


"Ya?"


"Aku boleh anter kamu ke parkiran?" Pinta Salwa.


Irsyad mengangguk tanda meniyakan.


*


Setibanya di parkiran Irsyad langsung pamit pada Salwa.."Yaudah ya Sal, aku pamit pulang duluan."


Dengan mata sendu penuh penyesalan Salwa kembali mengucapkan maaf pada Irsyad. "Syad, aku bener-bener minta maaf dan menyesal karena udah bohong sama orang sebaik kamu."


Denyang senyum tipis Irsyad membalas Salwa. Ia dekati gadis itu dan berkata, "Salwa aku sekalipun nggak pernah nyesel ketemu sama kamu, bahkan setelah ini pun aku sama sekali nggak menyesal karena udah kenal sama kamu. Lagian... kita masih bisa temenan kan?"


Mata Salwa berkaca-kaca. "Makasih ya Irsyad..," ujar Salwa yang seketika langsung memeluk Irsyad. Alhasil Irsyad pun dibuat terkejut. "Sa- Salwa?"


"Makasih udah mau tetap baik sama aku Syad, aku seneng banget bisa kenal orang kayak kamu."


Irsyad ragu-ragu untuk membalas memeluk Salwa. Namun gejolak rasa sayang pada gadis itu membuat Irsyad tidak bisa menahannya, ia pun akhirnya membalas pelukan Salwa dengan mengusap-usap punggungnya. "Aku juga seneng bisa kenal sama kamu Sal." Meski hati ini rasanya perih banget, gue bisa deket sama Salwa tapi nggak bisa memiliki dia.


**


Arga menjemput Mayang sepulang kantor. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Mayang terlihat keluar dari gedung dan menghampiri mobil Arga yang terparkir. Arga yang sejak tadi menunggu di dalam mobil menyuruh Mayang untuk segera masuk ke dalam mobil.


Setelah Mayang masuk mobil, Mayang menanyakan kabar Arga.


Bukannya menjawab tentang kabar Arga malah bertanya. "Kita berangkat sekarang kan?" Ucapnya dengan nada datar.


"I- iya sekarang aja," balas Mayang yang baru saja selesai memasang sabuk pengaman. Mayang menoleh ke arah Arga disebelahnya sedang menyetir dan terlihat begitu serius.


"Um- Arga, makasih ya kamu udah mau ikut aku jenguk kakek."


"Hem," balas Arga singkat.


Mayang pun berubah cemberut, ia tidak suka melihat Arga yang dingin sekali padanya kali ini. Kenapa sih Arga, kenapa dari tadi jawabinnya gitu banget! Bete deh jadinya! Maya, bersandar sambil menyilangkan kedua tangannya diperut dan memasang wajah kusut. Jangan-jangan, Arga lagi mikirin istrinya yang sok iyeh itu lagi? Mayang melirik Arga.


*Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2