Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 75


__ADS_3

Mereka pun melepaskan rengkuhannya, Salwa yang ingin menjauh justru kembali ditarik kedalam dekapan Arga.


"Ar- Arga?" Salwa merasakan pelukan Arga terlalu kuat, hingga membuat Salwa agak susah bernapas. Menyadari hal itu Arga pun mengendurkan sedikit pelukannya pada Salwa.


"Kamu kenapa sih, kok tiba-tiba jadi baik banget meluk aku gini?" Salwa heran dengan tingkah suaminya itu.


"Nggak apa-apa, aku cuma mau meluk kamu aja sayang..."


Mata Salwa langsung membulat. Sayang? Arga manggil aku sayang? Salwa menarik dirinya dari dekapan sang suami. "Tu- tunggu? Sebenernya ada apa sih, aku jadi bingung." Salwa memang sama sekali tidak mengerti dengan tingkah Arga yang tiba-tiba seperti ini. Tiba-tiba Arga membelai lembut pipi kanan sang istri, ditatapnya dengan lembut wajah sendu Salwa itu. "Aku minta maaf ya," tutur Arga.


Tentu saja Salwa semakin heran, untuk apa Arga meminta maaf? "Maaf untuk apa?"


"Untuk semuanya, semua yang udah aku lakuin ke kamu." Terlihat penyesalan dari sorot mata Arga. Melihatnya, Salwa pun jadi terenyuh. Sebenarnya ada apa dengan Arga, kenapa dia tiba-tiba minta maaf? Apa mungkin Arga mau mengakhiri semuanya, apa dia ingin berpisah dengan dirinya? Antara rasa takut dan sedih memenuhi relung hati Salwa. Pada akhirnya gadis itu memberanikan diri membalas sentuhan tangan sang suami, Salwa menyentuh tangan Arga yang berada di pipinya. "Kamu nggak perlu minta maaf, disini nggak ada yang paling salah ataupun yang paling benar. Karena di dalam masalah rumah tangga yang ada salah kita, bukan hanya aku atau kamu."


Arga tersenyum memandangi Salwa, bibirnya gemetar mendengar perkataan istrinya barusan. Matanya yang tajam berubah sendu, Arga tak bisa lagi berpura-pura dan menahan perasaannya lagi. "Sekali lagi maafin aku Salwa," ujar Arga yang kemudian memeluk Salwa. "Aku nggak tau, kenapa aku baru sadar kalau betapa beruntungnya aku dapatin kamu, tapi aku malah sering sia-siain kamu Salwa."


"Arga, kamu...?" Salwa tertegun mendengar suara Arga yang terdengar parau seperti orang tengah menangis. Ternyata Arga menangis sambil memeluk sang istri, Arga menyesal mengingat apa yang telah ia lakukan pada Salwa selama ini, dan kini ia telah menyadari kalau dirinya tidak rela dan tidak mau kehilangan perempuan yang dicintainya untuk kedua kali. Mengetahui Arga menangis Salwa pun mengusap-usap punggung Arga hingga sang suami tenang. Setelah tenang laki laki itu pun kembali menatap Salwa, kali ini dengan tatapan lembut dan penuh kehangatan terpancar. Tatapan yang bagi Salwa ini pertama kalinya diperlihatkan Arga padanya. Kenapa ini? Kenapa aku tiba-tiba jadi deg-degan banget ya?


"Salwa..."


"I- iya Arga?" Salwa menatap balik Arga

__ADS_1


"Kita mulai dari awal ya?"


Salwa pun langsung memasang raut wajah bingung. "Da- dari awal maksud kamu?"


Arga hanya tersenyum kecil, tangannya justru terlihat merogoh saku jasnya. Ia mengeluarkan secarik kertas dan membukanya.


"Itu...?" Salwa menyadari kalau kertas itu adalah kertas perjanjiannya dengan Arga yang dulu mereka buat di awal pernikahan. "Mau kamu apain itu Ga?" Jantung Salwa semakin berdegup kencang, ia penasaran dengan apa yang akan dilakukan sang suami dengan kertas perjanjian mereka itu. Arga mengangkat kertas itu dengan kedua jemarinya kedepan wajah Salwa dan.... "Srek!" Salwa terkesiap melihat Arga merobek selembar kertas perjanjian itu. "Arga kamu kok?"


Arga membiarkan kertas itu jatuh ke lantai, dipegangnya kedua pipi Salwa dengan penuh kelembutan lalu ia tersenyum. "Aku mau kita jadi suami istri sungguhan."


Salwa lagi-lagi dibuat tercengang dengan ucapan Arga. "Ma- maksud kamu?"


"Huft, gitu aja nggak paham, dasar telmi!" Kali ini Arga lebih mendekatkan wajahnya ke hadapan Salwa dan berkata. "I love you Salwa Natasha Adnan."


"Habisnya, ini beneran kamu nggak sih?" Tanya Salwa sambil menghapus air mata tanda terharunya.


"Yaiyalah... emang kamu kira siapa?"


"Ta- tapi..."


Dan kamu cinta juga nggak sama aku?" Tanya Arga langsung dihadapan Salwa.

__ADS_1


Dengan gestur malu-malu, Salwa pun mengangguk, "Iya."


"Apa? Nggak kedengaran."


"Iya...."


"Lagi, coba bilang lebih keras lagi."


"Iya...! Aku cinta juga sama kamu! Puas!" Pekik Salwa agak sebal.


"Nah gitu dong. Kalo gitu fix kita..." Salwa menangis terharu dan langsung memeluk Arga. Keduanya pun saling berpelukan.


Terima kasih Tuhan... ternyata ini jawabannya, ternyata dia (suamiku) benar laki-laki yang memang harus mendampingiku menjalani mahligai rumah tangga ini. Terima kasih Tuhan.


*


Di kamarnya, Salwa yang sudah mengenakan piyama tampak nervous dan mondar mandir. Bagaimana tidak, setelah ia dan sang suami saling mengungkapkan rasa dan setuju menjalani pernikahan dengan seutuhnya, itu tandannya Salwa pun harus menjalani peran istri yang sesungguhnya juga. Ia tidak bisa lagi tidur di kamar tersebut, mau tak mau ia harus tidur satu kamar dengan sang suami. Sejujurnya Salwa senang sekali karena akhirnya bisa memiliki kehidupan layaknya pasangan pada umumnya tapi? "Tapi aku beneran deg-degan banget, masa aku harus tidur seranjang sama Arga? Aduh... kalo dadakan gini jadi bikin tegang dobel deh." Salwa menggigiti kukunya, ritual yang masih dilakukan Salwa saat dirinya panik. Tapi batin Salwa menolak, ia tidak boleh seperti ini, bagaimana pun ia harus melakukan perannya sebagai istri. "Tenang Salwa... tenang.... tarik napas... huft...." Salwa mencoba menenangkan diri sebelum akhirnya yakin masuk ke kamar Arga. Lucunya, saat baru siap ingin keluar kamar, Arga justru mengagetkan Salwa karena masuk kamarnya tiba-tiba.


"Arga!" Ujar Salwa kaget.


*Bersambung....

__ADS_1


Nb : Btw temen-temen maaf ya updatenya lama, kemarin ada kesibukan dan ngurusin jadi belum sempat nulis dan ngedit, jadi mohon maaf... 🤧 Tapi kalian tetap setia ya menunggu kisahnya... oke? Sip! Stay health stay safe ya...


__ADS_2