Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 48


__ADS_3

Di dalam mobilnya Irsyad merasa kegirangan, karena akhirya dia berhasil mengajak Salwa untuk makan siang hari ini bersamanya. "Yes! untung aja si Salwa mau pergi makan sama gue, jadinya kan gue bisa kasih hadiah ini buat dia." Irsyad memegang sebuah kotak berwarna biru muda dengan pita putih, entah apa isinya. Yang jelas kotak itu berisi hadiah yang untuk diberikan kepada Salwa, gadis yang ia sukai.


Tapi ia berencana memberikan hadiah itu nanti setelah makan siang. Akhirnya ia menyimpan dulu kado di dalam jasnya lalu keluar dari dalan mobilnya.


Irsyad berdiri di sebelah pintu mobilnya menunggu Salwa keluar dari kafe. Dan tak lama kemudian, munculah sosok yang sangat ditunggu-tunggu oleh Irsyad itu. Dengan baju semi formal, Salwa yang terlihat elegan dan cantik keluar dari kafe tempatnya bekerja, dan berjalan menghampiri Irsyad. Gadis itu melambaikan tangannya pada Irsyad seraya mengatakan 'Hai' pada dirinya.


"Maaf ya, pasti kamu udah lama nunggunya?" Tanya Salwa yang kini sudah ada di hadapan Irsyad.


"Ah nggak juga kok," Irsyad melihat jam arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. "Baru sekitarー sepuluh menitan."


"Oh gitu...," Salwa pun hanya mengangguk paham. Tidak ingin terlalu lama disini, Irsyad pun langsung mengajak Salwa masuk ke mobil agar bisa segera menuju ke restoran tempat mereka akan makan siang bersama. "Yaudah yuk berangkat!"


"Hayuk!"


Arga pun langsung dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Salwa.


"Makasih ya Syad," balas Salwa diikuti senyuman manis yang ia tunjukkan kepada Irsyad yang mana membuat lelaki itu merasa berbunga-bunga karenanya.


**


Di perjalanan menuju restoran, Salwa dan Irsyad saling becerita sepanjang perjalanan. Sepertinya, pergi bersama dengan Irsyad cukup bisa membuat suasana hati Salwa yang awalnya tidak cukup baik menjadi lebih baik.


"Eh iya Sal, jadi gimana kamu mau nggak hari sabtu besok, temenin aku ke acara reuni SMA aku?"


"Emー gimana ya?" Salwa terlihat tengah berpikir. Bagi Salwa sendiri sejujurnya mau saja ikut, hanya saja ia berpikir jika itu acara reuni SMA otomatis akan ada Arga dan Mayang juga pasti disana. Alhasil, Salwa pun jadi bingung dibuatnya.


Melihat Salwa yang masih bimbang menjawab Irsyad pun tak mau memaksanya. "Oh yaudah Sal, kamu kalo masih ada pertimbangan lain juga nggak apa-apa kok, kamu pikirin aja dulu, dan nanti kalau udah pasti kamu hubungin aku aja ya?"


"I- iya Syad," jawab Salwa yang sebenarnya agak merasa tidak enak.


**


Sementara itu, Arga dan Mayang juga terlihat tengah menikmati makan siang berduaan di salah satu restoran yang cukup bergengsi dikota ini.


"Oh iya, kamu pasti ikut kan ke acara reuni SMA kita sabtu besok?" Tanya Mayang sambil mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan kaca.


Arga sendiri malah terlihat sibuk menyantap makan siangnya sehingga tidak menghiraukan perkataan Mayang barusan.


"Ih, Arga!"


"Eh iya, kenapa May?" balas Arga yang akhirnya menanggapi Mayang.


"Iya, jadi aku nanya kamu hari sabtu nanti pasti ikut kan ke reunian SMA kita?"

__ADS_1


Arga mengangguk sambil mengunyah makanannya. "Yaー aku sih kalau ada waktu ya ikut-ikut aja, emang kenapa?"


Mayang menggeleng, "Nggak apa-apa, cuma aku berharap kita pas reunian nanti bisa dateng berbarengan."


"Ya atur aja, aku sih nggak masalah."


Mayang tampak kesenangan mendengar jawaban Arga yang bersedia datang bersamanya di acara reunian nanti. Dan dari tempatnya duduk, tiba-tiba Mayang mengerutkan keningnya sambil menatap ke arah pintu masuk restoran. "Loh itu kan Irsyad samaー Salwa sepupu kamu?"


Arga yang baru mau memasukan sendok ke mulut pun reflek langsung menoleh ke arah Mayang menatap, setelah mendengar nama Salwa disebut oleh Mayang.


"Salwa?" Arga menatap tajam ke arah Salwa dan Irsyad yang masih berdiri di dekat pintu masuk dan celingak celinguk mencari tempat. Ngapain Salwa sama Irsyad berduaan kesini? Tanya Arga dalam hati, melihat sang istri yang kini bersama sahabatnya itu.


Tak lama kemudian akhirnya, Salwa dan Irsyad pun menyadari kalau Arga dan Mayang sedang melihat ke arah mereka dari tempat mereka duduk. Raut wajah Salwa pun langsung berubah menjadi canggung saat mengetahui adanya Mayang dan suaminya itu tengah makan di restoran yang ia datangi. Kenapa sih malah harus ketemu Arga sama Mayang disini?


Berbeda dengan Salwa, Irsyad justru antusias melihat ada kedua temannya itu. Ia pun langsung menarik tangan Salwa dan mengajaknya menghampiri meja tempat Arga dan Mayang berada.


"Gile, nggak nyangka kita bisa ketemu disini ya?" Tukas Irsyad saat menghampiri Arga dan Mayang.


"Iya, nggak nyangka ya!" balas Mayang.


Berbeda dengan Mayang, Arga justru tampak dingin, matanya terus saja melirik memperhatikan sang istri yang tangannya kini digandeng oleh Irsyad. Sama halnya Salwa, ia pun terlihat seperti ogah-ogahan dan diam aja berpura-pura memperhatikan hal lain.


"Oh iya Syad, kamu samaー" Mayang melirik Salwa yang ada disebelah Irsyad.


"Wow, romantis banget ya makan siang bareng, gandengan lagi kaya orang mau nyebrang." celetuk Arga dengan nada yang terdengar menyindir. Salwa pun reflek melepaskan tangannya dari gandengan Irsyad. Mendengar celetukan Arga, Irsyad pun hanya tergelak. "Yaelah Ga, namanya orang usaha."


"Usaha dalam segala situasi ya? Keren!" Ujar Arga lagi-lagi bernada sindiran.


Mendengar ucapan-ucapan Arga, Salwa malah jadi risih sendiri. Ia pun meminta Irsyad untuk pindah tempat makan. "Emー Irsyad, kayaknya kita jangan makan disini deh. Nggak tau kenapa hawanya tuh kalo disini agak kurang nyaman gitu, kayak ada hawa-hawa nggak enak rasanya," ucap Salwa yang sepertinya bermaksud membalas sindiran Arga.


"Oh disini hawanya enak banget, cuma mungkin kalo yang emang bawaannya panas tuh agak gimana gitu," balas Arga sambil mengunyah makanannya. Salwa yang semakin jengah mendengar perkataan Arga pun merangkul tangan Irsyad dan mengajaknya pergi. "Udah yuk Syad, kita makan dia tempat makan favorit aku aja. Lebih enak dan pastinya suasananya lebih nyaman."


Sejujurnya Irsyad tidak paham dengan situasi saat ini. Ia merasa Arga dan Salwa seperti orang yang sedang bersitegang namun tak ditampakan. Tapi berhubung Salwa mengajaknya pindah Arga pun sudah pasti akan mengiyakan. "Eh yaudah kalo gitu kita pindah deh." Irsyad pun pamit duluan kepada Mayang dan Irsyad. "Yaudah kalo gitu bro, May, gue cabut dulu ya... kayaknya gue sama Salwa makan ditempat lain aja."


"Yaudah gih sono!" balas Arga terdengar ketus.


"Iya Syad, nggak apa-apa kok!" tutur Mayang yang juga merasa aneh dengan atmosfer yang terasa.


"Udah yuk Syad, semuanya duluan ya..." ucap Salwa datar, lalu mengajak Irsyad agar buru-buru meninggalkan tempat tersebut.


Sementara Irsyad dan Salwa sudah pergi, Arga terlihat menghabiskan makanannya dengan buru-buru. "Arga kamu makannya pelan-pelan dong!" ujar Mayang melihat cara makan Arga yang seperti orang emosi. Sebenernya Arga kenapa sih? "Arga!" Seru Mayang lagi.


Arga yang sudah selesai menghabiskan makanannya pun meneguk minumannya. "Kenapa? Aku udah kenyang nih!"

__ADS_1


"Sebenernya kamu tuh kenapa sih Ga? Kenapa setelah lihat Irsyad sama Salwa tadi kamu tiba-tiba jadi kayak orang marah gitu?"


"Biasa aja kok, by the way udah yuk, kayaknya aku musti balik kantor lagi nih!" Arga melihat jam arlojinya.


"Tapi Argaー"


"Eh aku mau ke toilet sebentar, kamu habisin aja dulu makan kamu, nanti abis aku dari toilet aku bayar semua," kata Arga yang kemudian beranjak dari duduknya untuk pergi ke toilet.


Mayang tampak kesal, bahkan ia sampai melempar serbet yang ada dihadapannya. "Arga kenapa sih! Kenapa coba jadi dingin gitu sama aku? Sebenernya ada apa sih sama dia!" Mayang menerka-nerka. "Tapi kenapa ya, aku kok merasa aneh sama tingkah Arga dan Salwa barusan. Entah kenapa, sampe detik ini aku masih berpikir kalau Salwa tuh kayak bukan sepupunya Arga, mereka tuh kayakー argh, entah deh, pusing deh, semuanya jadi buyar!" Mood Mayang seketika hancur dibuatnya.


**


Setelah selesai makan siang, Irsyad mengantarkan Salwa kembali ke kafenya. "Makasih ya Syad, udah mau repot-repot nganter aku dan traktir makan siang lagi."


"Ah bukan apa-apa kok, santai aja."


"Umー yaudah, kalo gitu aku balik kerja lagi ya." Salwa melepaskan sabuk pengamannya dan beranjak dari mobil Irsyad.


"Eh Sal, tunggu!"


"Iya, ada apa?" Salwa yang baru saja mau membuka pintu mobil pun jadi tidak jadi melakukannya.


"Sebenernya aku..."


"Iya, sebenernya kenapa sih Syad?" Salwa jadi penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Irsyad.


"Sebenernya aku mau kasih ini buat kamu." Irsyad mengeluarkan kotak hadiah dari dalam saku jasnya dan memberikannya pada Salwa.


"Ini apa?" kata Salwa menerima pemberian dari Irsyad tersebut.


"Nanti kamu buka aja sendiri."


Salwa terlihat senang, "Yaudah kalo gitu nanti aku lihat sendiri aja deh." Irsyad merasa bahagia melihat raut wajah Salwa yang tampak senang menerima hadiah darinya itu.


"Yaudeh ya Syad aku balik kerja dulu, danー makasih banget ya hadiahnya. Pasti bakal aku simpen baik-baik."


Irsyad pun langsung tersenyum senang. "Iya, semoga kamu suka ya Sal!"


"Pastilah!" Ujar Salwa yang kemudian keluar dari mobil Irsyad.


"Bye Irsyad, hati-hati ya..." ucap Salwa dari luar kaca jendela mobil. Irsyad pun membalas dengan lambaian tangan dan senyuman lalu pergi.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Comment, vote, like ya...


__ADS_2