Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 11


__ADS_3

Arga baru yang pulang berteriak memanggil-manggil mbok darmi. Sayangnya, bukan mbok Darmi yang datang justru malah Salwa yang muncul mengenakan dress tidur yang potongan dadanya rendah dan tipis. Arga yang awalnya terlihat lelah, seketika dibuat melongo melihat Salwa, bahkan sampai membuat ia menelan ludah. "Anjir seksi banget!" Gumam Arga, untung tidak kedengeran oleh Salwa. "Kok kamu yang dateng? Aku kan panggil mbok Darmi?" Tukas Arga yang ragu-ragu menatap istrinya itu karena takut salah fokus melihat penampilan Salwa saat ini.


"Loh kamu gimana sih, mbok Darmi kan kalau jam segini udah pulang," jelas Salwa yang masih belum sadar kalau penampilannya saat ini berhasil membuat suaminya itu jadi salah fokus.


"Oh gitu ya?"


"Idih, kamu yang gaji masa kamu nggak tau sih!"


"Iya aku kan sibuk, mana paham aku jadwalnya si Mbok." Arga masih menahan diri untuk tidak menoleh ke arah Salwa.


"Lagian kamu kenapa sih teriak-teriak, inget hei ini udah malem."


"Aku cuma mau minta air putih doang!"


"Oh!" Ujar Salwa yang kemudian langsung melipir pergi.


Arga pun menoleh melihat sang istri yang malah langsung pergi. "Bilang "oh" doang terus kabur? nggak ada akhlak!" Tapi Salwa emang cantik banget sih bahkan kalau boleh jujur secara fisik Salwa lebih cantik dari Salma. Arga langsung mengusap rambutnya dengan kasar, "Idih gua mikir apaan sih! Jelas-jelas Salma lebih segalanya dibanding tuh cewek yang suka lemot!"


"Siapa yang lemot?" Arga seketika terperanjat dan langsung bangkit dari rebahannya saat mendengar suara Salwa yang tiba-tiba itu muncul. "Lu itu kunti ya? Dateng tiba-tiba!" ujar Arga menatap Salwa yang kini berdiri di dekatnya. Arga akhirnya melihat secara dekat dan jelas sosok Salwa yang mengenakan dress tidur tipis itu. Tak bisa dipungkiri hasrat Arga sebagai laki-laki pun sedikit begejolak dibuatnya, melihat penampakan sang istri saat ini. Anjir beneran cantik sih nih cewek, mana wangi banget lagi, batin Arga pun tak kuasa menahan untuk tidak memuji Salwa.


"Nih air putihnya!" ucap Salwa sambil menyodorkan segelas air putih kepada Arga.

__ADS_1


"Lho kok?" Arga sedikit bingung dibuatnya.


"Lho kok apanya, kan tadi kamu sendiri yang bilang minta air putih, ya ini aku ambilin! Itu pun kalau kamu terima, kalau nggak mau ya aku ambil lagiー"


"Eits... mau dibawa kemana? Sini, sini gue mau minum!" Arga langsung menyambar gelas dari tangan Salwa dan meminumnya sampai habis. "Nih, balikin lagi sana!" ujar Arga memberikan kembali gelasnya pada Salwa.


Dengan mata terbelalak Salwa pun berkata, "Emang nggak bisa ya taruh sendiri ke dapur? Padahal udah diambilin."


"Nggak bisa!"


Salwa kesal lalu menggerutu, "Dasar laki-laki nyebelin! Tirani nggak berperasaan!"


"Emang!"


"Ck! Apa lagi sih?"


"Aku cuma mau bilang, gara-gara kaus kaki kamu yang norak ini, tadi aku hampir aja dibuat malu sama rekan kerja aku!"


Disalahkan begitu, tentu saja Salwa jadi emosi dibuatnya. "Gara-gara aku? Eh maaf ya, dari awal aku nggak maksa kamu buat pake kaus kaki itu ya. Aku juga tadinya udah mau ambil lagi kaus kakinya, eh malah kamu yang maksa pake sendiri! Jadi salah siapa?"


"Ya- ya tetep aja salah kamu!"

__ADS_1


Sumpah Arga nyebelin banget! Salwa yang tidak mau terlalu lama berdebat dengan suaminya itu pada akhirnya memilih untuk mengabaikannya saja. Tapi... lagi-lagi oleh Arga langkah Salwa dihentikan. "Apaan lagi sih Arga?! Masih soal kaus kaki?" Ujar Salwa dengan nada gemas.


Lucunya, kali ini Arga tidak langsung berucap, ia malah terlihat menatap Salwa lamat-lamat. Salwa yang dipandangi dengan cara seperti itu pun merasa tidak nyaman dibuatnya. Ih, Arga apaan sih ngelihatin gue gitu banget. Arga berjalan mendekati Salwa. Salwa yang dibelakangnya dihadang sebuah sofa pun agak bingung mau menghindar, pasalnya kalaupun ia melangkah mundur yang ada dirinya justru terjatuh."Ka- kamu mau ngapain?" tanya Salwa dengan raut wajah panik.


"Nggak mau ngapa-ngapain, cuma..."


"Cu- cuma apa?" Salwa memutar bola matanya karena tidak berani menatap mata Arga yang begitu dekat memperhatikannya saat ini. Arga seolah tak berkedip, matanya terus menatap Salwa, dan bibirnya pun mendekat kesebelah telinga Salwa. Daun telinga gadis itu merasa semakin panas, hingga akhirnya Arga berbisik ditelinga Salwa, "Aku cuma mau nanya, kamu pakai baju kaya gini, nggak maksud untuk godain aku kan? Gimanapun aku ini laki-laki lho!" Dan akhirnya rasa malu Salwa pun memuncak, wajahnya yang putih seketika berubah mereah. Salwa pun dengan segera mendorong Arga. "Ih apaan sih! Nggak usah kepedean deh, lagian kita kanー"


"Kita kan apa? Kita kan suami istri gitu maksud kamu?"


"Arrghー nggak tau deh, bodo amat! Minggir sana, aku mau ke kamar aja tidur!" Salwa dengan wajah yang masih tampak merah karena malu pun langsung melarikan diri dari Arga menuju ke kamarnya. Melihat istrinya yang kabur karena malu dan salah tingkah malah membuat Arga terkekeh kecil karenanya. "Dia baru gua gituin aja udah salah tingkah sebegitunya, gimana kalau gue lakuin lebih dari itu?" Arga kembali tertawa karena merasa lucu mengingat ekspresi Salwa tadi.


~~


Di kamarnya Salwa terlihat tengah rebahan tengkurap diatas kasur sambil menutupi kepalanya dengan bantal. Tidak disangka Salwa benar-benar salah tingkah dibuatnya oleh tatapan mata Arga tadi. "Sumpah ya, si Arga tadi bikin jantung gue kayak mau copot aja rasanya." Salwa merasa tak terpikirkan sama sekali alasan kenapa Arga sampai bisa menatapnya seperti itu tadi. "Tapi beneran deh si Arga tadi itu ajaib dan aneh banget, kenapa coba dia tiba-tiba ngelihatain kayak gitu? Kan gue jadi, jadi... degdegan dan salting banget tadi..." ungkap Salwa malu-malu yang kemudian menenggelamkan wajahnya ke bantal.


🌹🌹🌹


Hai jangan lupa di Like, vote dan Comment ya...


Follow juga Ig aku @chrysalisha98

__ADS_1


Love -C


__ADS_2