Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 42


__ADS_3

Malamnya, Salwa yang sehabis menyeduh teh datang menghampiri Arga yang sedang duduk di ruang tengah sambil menatap layar laptopnya. Sambil membawa secangkir teh chamomile, Salwa duduk di dekat Arga. Agaknya Salwa jadi ingin tahu sepenting apa kerjaan sang suami, sampai-sampai harus dikerjakan dirumah malam-malam begini. "Ehem!" Salwa membunyikan suara batuk untuk mendapatkan perhatian Arga yang sejak tadi serius berkutat dengan laptopnya.


"Kenapa?" Sahut Arga yang matanya tetap fokus ke layar laptop.


"Kamu, sibuk banget! Ngerjain apa sih, pasti penting banget ya?" Salwa mendadak kepo ingin mengintip.


Lagi-lagi, dengan pandangan mata yang tetap fokus ke layar laptopnya, lelaki itu pun menjawab, "Kamu juga nggak bakal ngerti kalau aku jelasin maksud kerjaan aku."


Alis Salwa mengerut, tentu saja ia tidak terima dengan ucapan Arga barusan. "Enak aja, gini-gini aku juga kuliah kali. Mentang-mentang jabatan kamu CEO di perusahaan kamu sendiri ngatain aku nggak paham!" Salwa bersungut-sungut.


Arga melirik Salwa dengan tatapan usil. "Dasar beo, digituin aja baper ngambek," ledek Arga.


"Bodo amat!" Salwa memalingkan wajahnya.


Tak lama Arga pun mematikan laptopnya dan berbalik duduk menghadap sang istri yang kini tengah meneguk secangkir teh yang dipeganggnya. "Lagian kenapa sih, tiba-tiba kamu jadi kepo sama kerjaan aku?"


"Yaー namanya pengen tau, emang salah ya?"


"Nggak ada yang salah, cuma heran aja, kok kamu dari tadi pagi baik banget sama aku, dari buatin sarapan sampe sekarang perhatian nanyain aku." Arga jadi merasa curiga kalau Salwaー


"Ngapain sih ngelihatin aku kayak gitu?!" Salwa mendadak jadi tidak nyaman saat Arga menatapnya lamat-lamat. Sampai-sampai Salwa jadi tidak berani menatap balik suaminya itu karena salah tingkah. "Please deh Arga, nggak usah sok serius ngelihatin aku!" Salwa protes namun matanya tidak berani melihat secara langsung, ia hanya berani melirik-lirik Arga saja.


Melihat gelagat Salwa yang tampak sekali salah tingkah ditatap olehnya, Arga pun tak kuasa menahan gelak tawanya. Lelaki itu jadi tertawa geli.


"Dih, kamu itu udah gila ya? Masa tau-tau malah ketawa sendiri sih, emangnya ada yang lucu gitu?" Salwa sampai bergidik keheranan melihat Arga seperti itu.


"Ada!"


"Apaan yang lucu, nggak ada yang lucu kamunya aja yang aneh!" Tukas Salwa dengan ekspresi jutek.


"Ada kok yang lucu."


"Emang apaan yang lucu?"


"Kamu," jawab Arga sambil menatap dengan tatapan yang sangat tidak biasa bagi Salwa.

__ADS_1


Dan kali ini, Salwa bukan hanya salah tingkah tapi pipinya pun tiba-tiba terasa panas. Ia bahkan sampai menyentuh pipi sebelah kirinya dan membatin. Ih gue kenapa sih, kok jadi salah tingkah terus gini?


Saat Salwa bingung pada dirinya sendiri, Arga tiba-tiba malah mendekatinya dan berbisik ditelinganya, "Muka kamu merah tuh!" Sontak Salwa pun jadi terkejut hingga membuat teh yang dipegangnya oleng dan tumpah ke celana bagian paha Arga. Salwa pun langsung meletakan cangkir teh itu dan reflek mengusap-usap bagian celana Arga yang ketumpahan tehnya. "Aduh... maaf ya, soalnya aku tadi kaget dan tangan aku goyang jadinya tumpah deh, untung udah nggak terlalu panasー" Salwa berhenti bicara saat tangannya yang sedang mengusap-usap celana suaminya itu, tiba-tiba digenggam oleh tangan Arga. Salwa yang menunduk pun seketika mendongak mengikuti arah kemana tangan Arga yang menggenggam tangan miliknya itu bergerak.


Kini sepasang suami istri itu malah saling menatap satu sama lain. Jantung Salwa pun bedetak lebih cepat saat ini, seolah ada pemicu yang menggerakannya dengan sangat kencang.


Dan tidak tau kenapa, tiba-tiba Arga mendekatkan wajahnya ke arah Salwa. "Ar- Arga kamu mau ngapain?" Degup jantung Salwa pun semakin keras, seolah dapat di dengar oleh orang lain. Salwa tidak tahu apa yang ingin dilakukan oleh Arga padanya. Yang jelas tatapan Arga berbeda saat ini, matanya seperti orang yang tengah siap menangkap buruannya. Semakin dekat? Bibir Arga semakin dekat dengan bibir merona sang istri. Salwa yang semakin panik pun akhirnya pura-pura bersin langsung di depan wajah sang suami. "Haciim!" Sontak Arga pun mundur dan mengusap wajahnya yang terkena semburan bersin Salwa.


Sementara, Salwa yang takut diamuk oleh sang suami karena telah bersin tepat di depan wajahnya, langsung saja bersiap mengambil langkah seribu dan ngibrit ke kamarnya.


Arga terlihat sangat kesal sekali, sampai-sampai ia berteriak, "Salwa! Awas kamu ya!" Arga kembali mengusap-usap wajahnya yang rupawan. "Aelah, berani-beraninya tuh anak ngebersinin gue! Tunggu aja, lihat bakal gue bales nanti! Dasar beo nggak ada akhlak!"


**


Keesokan harinya, Salwa yang ingin bersiap pergi berangkat kerja pun membuka pintu kamarnya kecil, dan melirik ke seluruh ruangan. Memastikan jika Arga sudah berangkat pergi ke kantor. "Wah aman!" Salwa kemudian keluar dari kamarnya. Sambil mengelus dada ia pun menghela napas lega. "Akhirnya si Arga pergi juga, kalo sampe dia lihat gue, pasti dia bakalan ngamuk soal gue yang udah bersinin muka dia." Ditambah lagi, Salwa masih ingat kejadian semalam dimana Arga seperti mau menciumnya. "Ih apaan sih! Gue kan nggak mau inget-inget itu! Lagian, mana mungkin Arga mau nyium gue. Orang dia aja nggak suka sama gue!" Salwa seperti mencari-cari alasan untuk kejadian semalam . Salwa pun menepuk kedua pipinya. "Udah ah nggak penting juga, mending berangkat kerja cari duit!" Ujar Salwa yang tidak mau ingat hal semalam.


**


Di ruangannya, Arga tampak sedikit termenung. Ia meletakan kedua tangannya yang mengatup dan bertupu pada siku di atas menja. Arga memikirkan kejadian tadi malam, dimana dirinya semalam merasa ingin sekali mencium istrinya."Kenapa ya semalem nggak tau kenapa gue pengen banget ngelakuin hal itu ke Salwa? Ya... gue akui gue emang laki-laki yang punya cukup besar hasrat dan keinginan biologis. Apalagi di depan cewek cantik kaya Salwa. Tapi, entah kenapa semalem kaya beda aja gitu." Arga pun sampai memijit keningnya karena bingung. "Gue bener-bener ngerasa aneh deh sama diri gue sendiri."


**


Arga : Halo!


Salwa : Ha- halo, Arga!


Arga : Hem, ada apa?


Salwa : Umー gini, aku cuma mau mastiin, nanti malem kita jadi pergi dinner ke tempat mama kan?


Arga : Iya jadi, aku udah minta Amel cek jadwal aku kok! Dari jam 5 jadwal aku udah kosong.


Salwa : Oh, syukur deh kalau gitu. Oh iya nanti berangkatnyaー


Arga : Udah kamu tunggu aja di persimpangan deket area kafe kamu. Nanti aku jemput kamu disana.

__ADS_1


Salwa : Emー oke, kalau gitu sampe ketemu nanti.


Arga : Hem, yaudah...bye


Salwa : Oke, bye..!"


*


"Huft...! Untung aja dia nggak marah," tukas Salwa tersenyum lega. Lucunya, saat Salwa tengah sumringah karena merasa lega, dirinya justru dibuat terkejut oleh kehadiran Nina yang tiba-tiba ada di hadapannya. "Astaga! Nina, kamu tuh ngagetin aja deh!"


"Lah, kok jadi saya sih? Orang mbak Salwanya aja dari tadi yang nggak denger saya bilang permisi."


"Oh, gitu ya." Salwa nampak tersipu malu.


"Iya gitu."


"Yaudah, ada apa kamu nemuin saya?"


Nina pun menjelaskan kalau dirinya ingin minta izin pada Salwa untuk pulang lebih cepat, karena keluarga kakak ipar Nina yang dari kampung akan tiba di Jakarta. Kebetulan kakak iparnya itu tidak ada yang menjemput di bandara, jadinya mau tak mau harus Nina yang harus menjemputnya, karena kakak Nina sedang tugas di luar kota jadi tidak bisa menjemput istrinya itu.


"Oh gitu, yaudah nggak apa-apa. Lagian kamu baru kali ini izin kan?"


"Jadi boleh Mbak?"


Salwa mengangguk, "Boleh."


"Yeiy... makasih mbak Salwa yang cantik! Kalau gitu saya permisi ya mbak," ucap Nina yang kemudian keluar dari ruangan Salwa.


🌹🌹🌹


Hey hey... jangan lupa vote, like, comment ya...


Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :


LOVE PETAL FALLS (udah tamat)

__ADS_1


__ADS_2