
Dan permainan ular tangga pun akhirnya mereka berdua mainkan. Baik Salwa maupun Arga secara bergantian melempar dadu secara bergantian, untuk menyelesesaikan langkah demi langkah permainan tersebut.
"Ck! Dasar dadu nggak berakhlak!" Maki Arga yang mendapati mata dadu yang membawanya kembali turun ke kolom bawah. Melihat hal tersebut tentu saja Salwa hanya bisa menertawakan nasib kurang beruntung suaminya itu. Ya, mau bagaimana lagi permainan ular tangga memang 99 persen bergantung pada keberuntungan semata bukan?
"Nggak usah ketawain aku kamu, lihat aja bentar lagi juga nasib kamu sama kayak aku. Berhenti di buntut uler trus turun kebawah."
"Oh belum tentu," ucap Salwa yang kini giliran melempar dadu. "Yey! Empat," Salwa pun menjalankan pionnya empat langkah, dimana itu membawanya semakin dekat dengan kotak finish. "Nah bisa dilihat kan, emang dasaranya keberuntungan berpihak ke aku!" Dengan sangat jumawa Salwa berkata seperti itu.
"Nggak usah sombong, jalan menuju finish masih lama. Biar kata kamu tinggal beberapa langkah nyampe ke finish, tapi kalo dadunya bawa kamu ke buntut uler juga kamu bakal turun! Jangan terlalu sombong wahai nyai!"
"Udah ah bawel, cepet kamu lempar dadunya, kita lihat siapa yang lebih beruntung."
"Awas lo lihat nih gue," Arga seolah memantrai dadu itu sebelum dilemparnya, dan ternyata. "Wuhu lihat tuh, lima bro...!" Arga pun tampak senang sekali menjalankan pionnya, karena angka itu mebawanya berhenti ke kolom tangga yang membawanya sejajar dengan pion milik Salwa. Dan dengan ekspresi sombongnya Arga pun meminta sang istri segera melempar dadu. Ih beteh deh, kenapa dia malah naik sih? Akhirnya, Salwa kembali melempar dadu, dan kini sepertinya memang giliran Salwa yang sial, pasalnya mata dadu itu menunjukan angka dua, dimana kolom itu berhenti di ekor ular yang membawa pionnya terjun jauh kebawah. Arga pun langsung menertawakan dan meledek sang istri. "Nah rasain tuh turun!"
Permainan pun bergulir semakin seru. Hingga pada akhirnya lemparan dadu Arga kali ini berhasil membawanya ke kotak bertuliskan finish, itu berarti Argalah yang memenangkan permainan. "Nah lihat kan, aku yang menang kamu kalah! Buat kamu mau siap-siap turutin permintaan aku ya...," ucap Arga dengan begitu sangat jumawa.
"Iya-iya... lebay banget sih, mainan doang!" Dengan ekspresi agak cemberut Salwa pun mau tak mau harus sportif dengan perjanjian yang sudah mereka sepakati di awal tadi. "Yaudah aku suruh ngapain?" tanya Salwa pasrah.
"Aku mau kamuー eh tunggu sebentar," baru saja ingin mengatakan keinginannya, tiba-tiba handphone Arga berdering. Ia pun sejenak mengambil hp-nya yang ada diatas meja disebelahnya itu. Arga agak mengerutkan kening melihat layar ponselnya. "Aku angakat telepon dulu ya," kata Arga yang kemudian izin melipir pergi untuk mengangkat panggilan.
"Telepon dari siapa sih, sampe harus melipir gitu ngangkatnya?" Gumam Salwa yang agaknya penasaran.
*
Arga ke ruang kerjanya untuk mengangkat panggilan yang ternyata dari Mayang.
Arga : Iya, halo May ada apa?
Mayang : Halo Ga, emー aku cuma mau nanya kamu di rumah kan hari ini?
__ADS_1
Arga : Iya, dirumah kenapa?
Mayang : Yaudah kalo gitu aku ke apartemen kamu ya?
Arga : (Arga pun tersentak mendengarnya) Eh, tunggu- tunggu, kamu mau ke apartemen aku?
Mayang : Iya, aku mau ke apartemen kamu. Boleh kan?
Arga : ー Oh, ya... boleh aja, emang kamu mau dateng jam berapa?
Mayang : Ya jam sekarang.
Arga : Sekarang, maksud kamu?
Mayang : Iya sekarang, soalnya aku udah mau masuk ke kawasan apartemen kamu.
Arga : Serius kamu?!
Arga : Tapi kamu kan nggak tau apartemen aku yang mana.
Mayang : Siapa bilang? Aku tau kok, kan aku udah tau dari Irsyad. Yaudah ya kalo gitu aku mau parkir nih, sekitar sepuluh menit lagi aku sampe ditempat kamu oke, bye...!
*tut....
"Mampus gue! Si Mayang mau kesini, dan Salwa ada disini juga." Arga kelihatan pusing hingga reflek mengacak-acak rambutnya. "Argh! gara-gara si Irsyad nih, kan gue jadi bingung harus apa! Nggak mungkin kan gue amprokin Salwa sama Mayang disini? Apes banget deh!"
Arga melihat waktu di ponselnya, ia berpikir harus bisa mengendalikan semua keadan ini sebelum Mayang datang. "Kayaknya gue harus ngumpetin Salwa dulu nih? Iya harus!" Pikirnya.
*
__ADS_1
"Udah teleponnya?" Tanya Salwa melihat Arga kembali sehabis mengangkat telepon.
"Udah, eh iya Salwaー"
"Kenapa?" Salwa mengerutkan alisnya karena melihat gelagat suaminya itu agak aneh. "Kamu tuh mau ngomong apa sih, nggak biasanya kamu kaya sok sungkan gitu sama aku."
Arga menarik napas lalu mengehalanya. "Salwa, jadi gini sebenernyaー" Arga akhirnya cerita soal Mayang yang sebentar lagi akan tiba kemari, dan ia pun meminta Salwa agar mau mengunci diri dikamar dulu untuk beberapa saat, sampai Mayang pergi.
"Ih... nggak mau! Masa aku yang harus ngalah, kan aku yang tinggal disini!" Protes Salwa tak terima jika dirinya harus mengalah demi Mayang.
"Salwa tolong ngertiin aku dong! Lagian kan kita udah sepakat nggak akan ganggu hal-hal kayak begini."
"Ya ngertiin iya, tapi kan nggak gini juga! Lagian kenapa kalian ketemuannya nggak diluar atau di hotel gitu sih!" Salwa tampak kesal sekali karena Arga yang malah memintanya untuk mengalah demi Mayang yang padahal bukan siapa-siapanya.
"Salwa, aku minta baik-baik ya. Jangan sampe aku ungkit siapa pemilik apartemen ini baru kamuー"
"Yaudah iya! Aku sadar diri kok ini apartemen punya kamu, dan kamu bebas mau ngapain aja sama Mayang atau siapapun. Tenang aja aku yang bakal kurung diri dikamar kok, puas?"
"Nah gitu dong, pengertian sama suami," balas Arga sambil senyum-senyum cengengesan pada Salwa.
Salwa semakin bertambah emosi lalu menatap Arga dengan sinis. Dirinya antara pasrah, marah dan kecewa namun tak bisa ia luapkan dengan jelas. "Terserah kamulah!" Ujar Salwa yang kemudian buang muka pada Arga dan melenggang pergi ke kamarnya.
"Dia marah beneran ya?" Arga bertanya-tanya melihat Salwa membuang muka padanya barusan "Tapi kaloー"
*Tingtung tiba-tiba suara bel berbunyi, sepertinya Mayang sudah ada di depan pintu masuk apartemen Arga. "Itu kayaknya si Mayang dateng, huft... untung aja semua keadaannya udah kondusif seperti yang gue mau." Ungkap Arga, yang kemudian lekas pergi untuk membukakan pintu tamunya yang datang.
🌹🌹
Like, vote, comment ya...
__ADS_1
Follow my ig juga @chrysalisha17 Makasih..