Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 55


__ADS_3

"Hai Ga," Sapa Mayang seketika setelah Arga membukakan pintu untuknya.


"Hai," balas Arga. Ia sejenak memperhatikan penampilan Mayang. Mini dress model sabrina dengan heels dan tas branded mahal yang ditentengnya, menempel ditubuh Mayang yang tinggi semampai. Cantik, sepertinya itu yang mendeskripsikan ungkapan Arga untuk Mayang.


"Arga? Hei kok ngelihatin aku gitu, aku nggak disuruh masuk nih?" ucap Mayang sambil menyelipkan rambutnya ke telinga.


"Oh iya, masuk May." Arga mempersilakan Mayang masuk ke dalam apartemennya.


Mayang masuk dan memperhatikan sekeliling ditiap sudut apartemen Arga. "Umー ternyata apartemen disini bagus ya Ga, aku kayaknya minat buat tinggal disini deh!"


"Ohー gitu ya?" Sejatinya Arga kali ini agak tidak tenang perasaannya, karena meskipun Salwa sudah masuk ke kamar, namun dirinya tetap saja merasa was-was. "Oh iya May, silakan duduk." Arga mempersilakan Mayang duduk di sofa.


"Thank you!" Kata Mayang yang kemudian duduk di atas sofa dengan gaya elegan ala sosialita. "Oh iya Arga, apartemen ini kan lumayan luas, dan kamu sibuk kerja. Terus yang ngurus siapa?" Mayang mulai menanyakan hal-hal pribadi Arga.


"Oh kalo soal itu ada Mbok Darmi yang hampir tiap hari kesini buat bersih-bersih, dan ngurus semua kerjaan rumah lainnya."


"Hemー gitu," Mayang mengangguk paham. "Arga aku haus," ujar Mayang.


Tantu saja dengan sigap Arga langsung mengambilkan segelas air putih untuk Mayang. "Nih, sorry ya May cuma air putih, mau aku buatin kopi, kopinya habis."


Mayang menerima segelas air putih itu dan berceloteh. "Nggak apa-apa kok Ga, lagian emang kamu bisa buat kopi?"


Arga lalu ikut duduk di sebelah Mayang, benar-benar Arga terlihat gusar, pasalnya ia kepikiran Salwa yang ada dikamarnya sementara ia disini dengan Mayang. "Oh iya May, kamu kok tiba-tiba kesini, emang ada hal penting ya?" Arga berusaha untuk mencairkan obrolan agar dirinya tidak terlalu terusik dengan pikirannya pada Salwa.


"Nggak ada kok, cuma emang mau main aja. Soalnya aku kangen sama kamu," terang Mayang.


"Kangen?" Arga menyipitkan matanya.


"Iya kangen," Mayang meletakan tangannya diatas pangkuan Arga. "Emang, kamu nggak kangen sama aku?" Mayang menatap Arga semakin dekat, hingga keduanya pun saling beradu pandang. Mata Mayang seolah menggoda Arga, hingga keduanya tak sadar semakin mendekatkan wajah satu sama lain. Sayangnya, momen itu harus buyar karena dering ponsel diatas meja ruang tamu yang tiba-tiba berbunyi. Arga pun langsung terperanjat kaget, dan menoleh ke arah ponsel yang berdering itu. Mampus, itu kan hapenya Salwa, duh... kok dia bisa tinggalin hapenya sih!


Mayang yang berada disebelahnya pun dibuat penasaran denga hape Salwa itu, untungnya... Arga dengan sangat sigap langsung mengambil ponsel itu, sehingga Mayang tidak sempat melihat siapa yang menghubungi. Sayangnya Arga langsung me-reject panggilan tersebut tanpa melihat dulu siapa yang menelepon ke hape Salwa itu.


"Loh kok kamu reject?" Tanya Mayang keheranan.


"Oh ini, paling cuma hal ngga penting!" Ucap Arga yang langsung mengantongi ponsel tersebut ke sakunya.


"Ja- di maksud kamu aku lebih penting, gitu?"


"Iyalah," balas Arga yang tanpa ia sadari malah membuat Mayang semakin ke awang-awang.

__ADS_1


"By the way, Arga aku boleh pinjem kamar mandi kamu?" Tiba-tiba Mayang merasa ingin ke kamar kecil. Arga pun langung menunjukan kamar mandi. "Yaudah tuh kamar mandinya disana," kata Arga sambil menunjuk dimana kamar mandi itu berada.


*


Mayang pun masuk ke kamar mandi. Saat sudah berada di dalam, tidak sengaja Mayang yang tengah meletakkan tasnya, malah melihat ada lulur mandi perempuan di rak tempat keperluan mandi diperlukan. "Gimana bisa ada lulur mandi perempuan disini? Kan Arga tinggal sendirian?" Mayang pun jadi semakin terheran-heran sekaligus curiga karenanya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengamankan lulur itu di tasnya.


*


Sementara itu di kamarnya, Salwa tampak sekali tengah bersungut-sungut, sambil memukul-mukul bantalnya di atas ranjang. "Arga apa-apaan sih, masa gue harus ngalah karena dia mau pacaran sama Mayang. Emangnya si Mayang siapa? Jelas-jelas yang istrinya Arga kan gue!" Salwa juga tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Bisa-bisanya suaminya itu melakukan hal ini padanya. Apa sebenarnya dipikir oleh Arga sampe segitunya membela Mayang? "Ya... aku sadar diri sih kalo dia emang nggak punya perasaan sama aku, tapi gimana pun kita kan tetep suami istri, ya seenggaknya hargain aku dikit kek!" Wajah Salwa seketika berubah pilu, tangannya pun sontak meraba dada sebelah kirinya. "Padahal, udah tau nikahnya bukan karena cinta, tapi kenapa tetep sakit gini sih rasanya diperlakuin dia kaya gini."


*toktok Tiba-tiba kamar Salwa diketuk dari luar.


"Siapa lagi?" Salwa pun langsung beranjak dan membukakan pintu. Raut wajah Salwa langsung masam saat tau siapa yang mengetuk pintunya. "Mau ngapain! Bukannya kamu suruh aku ngurung diri di kamー"


"Sstt..." Arga menutup mulut Salwa dengan tangannya. "Kamu jangan kenceng-kenceng ngomongnya!"


Salwa langsung menyingkirkan tangan Arga dari mulutnya, dan berbicara dengan intonasi nada yang terdengar berbisik-bisik. "Yaudah terus ngapain kamu kesini?"


Arga merogoh kantung celananya lalu mengeluarkan ponsel Salwa. "Nih hape kamu, tadi hampir aja ketauan sama Mayang gara-gara hape kamu bunyi."


"Bunyi? Emang siapa yang telepon?" Tanya Salwa sambil menerima hape itu dari tangan Arga.


"Nggak tau, soalnya aku bingung jadi aku reject aja."


"Sstt...!" lagi-lagi Arga mengingatkan Salwa agar tidak bicara keras-keras.


"Iya tapi kamu parah banget, masa direject sih! Gimana kalo ternyata panggilan penting?" Salwa terlihat makin jengkel pada suaminya itu.


"Yaudah sorry...."


Arga...! Tiba-tiba Arga dan Salwa sama-sama tersentak dan panik saat mendengar suara Mayang memanggil Arga.


"Eh udah ya, itu aku kan udah balikin hape kamu, sekarang kamu masuk lagi gih..." Arga meminta Salwa kembali masuk kamar, sedangkan dirinya kembali menghampiri Mayang di ruang tamu.


*


"May kamu udahan dari kamar mandinya?" Tanya Arga basa-basi.


"Iya udah, dan sekarang aku mau nanya sama kamu."

__ADS_1


"Nanya apa?"


"Ini apa?" Mayang memperlihatkan lulur mandi yang tadi ia temukan ada kamar mandi.


Dan terang saja Arga pun langsung dibuat terbelalak melihatnya. "Itu..." Aduh, itukan punya si Salwa, kenapa bisa sampe kelihatan sama Mayang?


"Kok diem, ini punya siapa?" Tegas Mayang.


Gue harus cari alasan nih! "Oh ituー itu mah punya mbok Darmi yang ketinggalan."


"Kamu yakin?" Mayang tampaknya belum percaya ucapan Arga itu.


"Ya- yakinlah! Emang kamu pikir punya siapa?"


Mayang memicingkan matanya ke arah Arga.


Gue harus kelihatan yakin sama omongan gue ke Mayang, gue nggak boleh kelihatan kikuk! "Yaudahlah May, kenapa sih kamu masalahin banget kayak gitu doang."


"Ya masalah dong! Kanー"


"Kan apa? Sorry ya May, asal kamu inget kita ini nggak ada hubungan apa-apa jadi please jangan seolah neken aku," tegas Arga serius.


Brengsek, si Arga kok malah bilang gitu sih! Maki Mayang dalam hati. Tenang Mayang, kamu nggak boleh terlalu vokal saat ini, karna kalo kamu terlalu vokal menyuarakan emosi, Arga pasti nggak suka. "Um, maaf ya... Ga, akuー aku nggak maksud apa-apa kok," Mayang seolah menunjukan rasa penyesalannya pada Arga, supaya lelaki yang ia sukainya itu iba padanya.


"Iya May, nggak apa-apa kok aku juga minta maaf," tutur Arga yang jadi merasa bersalah karena sudah keras pada Mayang tadi.


"Umー yaudah kalau gitu, kayaknya aku mending pulang aja ya," pungkas Mayang tiba-tiba.


"Oh kamu udah mau pulang? Yaudah, kebetulan aku juga ada file-file yang harus aku kerjain."


Alih-alih berekspektasi supaya ditahan tidak pulanh oleh Arga, Mayang malah jadi malu sendiri dibuatnya.


Ih... kenapa sih, Arga nggak nahan aku! Nyebelin banget deh! "Emー gitu, yaudah deh kalau gitu aku pulang ya...," tukas Mayang yang sebenarnya masih berharap ditahan oleh Arga.


"Ya," angguk si lekaki.


Hiks! Beneran, nggak ditahan pergi sama Arga?


"Yuk May, aku antarin kamu pulang," ajak Arga yang sepertinya ingin agar Mayang segera meninggalkan apartemennya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Vote, like, comment ya...


__ADS_2