Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 67


__ADS_3

Salwa terbelalak kaget, ia bisa merasakan untuk pertama kalinya seumur hidup, bibirnya dikecup oleh seorang laki-laki yang tidak lain adalah suaminya sendiri. Arga mendekap erat Salwa hingga gadis itu sulit menggerakan tubuhnya, Salwa menahan untuk tak menyambut kecupan Arga namun hal itu sulit, pada akhirnya ia pun menyerah dan menyambut kecupan Arga tersebut. Dan beberapa saat sepasang suami istri itu larut dalam ciuman mesra. Hingga Salwa tiba-tiba menyadari suatu hal dan langsung mendorong Arga. Salwa menggigit bibirnya dan menatap Arga dengan tatapan kecewa.


"Salwa..."


Salwa tak membalas apapun ia justru langsung melengos pergi ke kamarnya. Arga memegangi bibirnya, ia terdiam dan duduk di kursi meja makan meletakan sebelah tangannya di atas meja, dan satu lagi memijat pelipisnya. "Kenapa semakin hari, gue semakin nggak bisa nahan diri gue di depan Salwa?" Arga mengusap tatanan rambutnya kebelakang. Ia merasa ada yang aneh dengan dirinya saat ini. "Gue nggak tau sama apa yang gue rasain hari ini. Gua Bener-bener nggak paham!"


Spontan Arga meraih dan mengenakan lagi jas kerjanya yang tadi sudah ia lepas, tak lupa ia mengambil kunci mobilnya dan pergi keluar. Arga merasa memerlukan udara segar untuk menormalkan kembali perasaannya saat ini.


**


Sedangkan Salwa dikamarnya hanya menangis duduk meringkuk bersandar dibalik pintu kamarnya. "Kenapa sih... malah jadi begini? Aku kira semua akan baik-baik saja asal tidak menggunakan hati. Tapi nyatanya... aku yang malah berharap lebih dari dia." Salwa mengingat kejadian saat ia dan Arga berciuman. Beberapa saat ia terlena merasa dicintai layaknya istri, namun seketika perkataan Mayang terngiang-ngiang di kepalanya, ia pun sadar dan mendorong Arga. "Sebenernya gimana perasaan kamu ke aku Arga...? Aku jadi takut, aku takut jadi terlalu jauh mengaharapkan kamu yang belum tentu punya perasaan yang sama denganku.


**


Arga terlihat duduk di meja bar sebuah kelab malam ia terus saja minum. "Tambah!" Ujar Arga menyodorkan gelasnya pada bartender. Arga tampak berantakan, bajunya yang belum ia ganti sejak tadi masih menempel ditubuhnya, aroma parfumnya pun bercampur dengan bau alkohol yang menyengat. Ia menenggak kembali segelas minuman, Arga tampaknya mencoba melupakan segala perasaan aneh yang menyelimutinya. Ditambah kejadian bersama Salwa tadi, Arga merasa dirinya semakin jauh keluar dari batasannya. "Salwa... gue nggak tau harus gimana sekarang."


"Tambah lagi!" Seru Arga yang kembali meminta bar tender mengisi gelasnya.

__ADS_1


"Hai ganteng!" Ujar seorang perempuan yang tiba-tiba duduk disebelah Arga menyapanya. Seorang wanita pengunjung bar itu mengenakan pakaian ketat dan mini. Ia memainkan matanya seraya menggoda Arga, namun oleh Arga malah diabaikan. Kesal karena diabaikan oleh Arga, wanita itu pun semakin berani. Ia menyentuh pundak Arga dan mengelusnya perlahan membisikan kata-kata untuk menggoda suami Salwa. Arga pun menoleh ke arah perempuan itu meliriknya


sambil tersenyum miring. "Ups!" Arga seketika menggerser dan menyingkirkan tangan perempuan itu dari pundaknya. Perempuan itu terlihat kesal pada Arga yang telah mengisyaratkan tanda penolakan. "Sorry, gue emang suka perempuan cantik, sayangnya lo bukan selera gua!" Ujar Arga pada perempuan itu. Merasa dipermalukan, perempuan itu pun marah dan memaki Arga "Dasar brengsek!" Ia pun pergi.


Arga yang sepertinya mulai mabuk pun ingat jika dirinya masih harus menyetir. Tidak mau ambil resiko, Arga akhirnya menelepon Irsyad agar menyusulnya kemari, sayangnya panggilan Arga tidak dijawab oleh Irsyad. Akhirnya Arga pun memutuskan mengirim chat pada Irsyad agar datang ke tempatnya saat ini.


Selang beberapa saat, Arga yang tengah merebahkan kepalanya diatas meja bar, tiba-tiba saja didatangi oleh seorang pria yang entah apa alasannya langsung memakinya. "Woi brengsek! Bangun lo!" Ujar lelaki itu pada Arga sambil menarik kerah belakang Arga hingga membuat Arga terbangun. Arga pun reflek melepaskan tangan lelaki itu dari kerah bajunya. "Apa-apaan lo!" Seru Arga yang tidak terima tiba-tiba diserang.


"Lo kan, yang udah ganggu cewek gua!" Tuduh si lelaki.


Arga melirik kesebelah lelaki itu dan disebelahnya ternyata ada wanita yang tadi menggodanya namun ia tolak. Arga tergelitik menertawakan si lelaki.


"Cih, nggak perlu diledek juga lo dan cewek cabe-cabean disebelah lo itu, udah hina dari sananya!" Ejek Arga dengan tubuh yang mulai tak seimbang karena mabuk.


"Banyak bacot lo!" Sang lelaki itu tiba-tiba langsung memukul Arga. "Sini lo, jangan sok jagoan!" Ujar lelaki.


Arga mengusap pipinya yang kena tinju. Ia berjalan mendekati si lelaki itu dan... "Bruak" Arga meninju keras si lekaki itu hingga terpental, suasana makin riuh. Si lelaki itu kesakitan dan hidungnya berdarah. Ia tak pun terima dan ingin membalas Arga.

__ADS_1


"Masih kurang sakit? Mau gue bikin mampus sekalian!" Ejek Arga pada lelaki itu.


"Sudah-sudah hentikan!" Ujar manajer yang datang bersama keamanan untuk mencegah keributan besar.


"Tolong jangan buat keributan disini! Hargai pengunjung lain!" ujar si Manajer


"Heh, manajer lu catet muka tuh orang sama ceweknya, blacklist mereka!"


"Tapi pakー" si manajer tiba-tiba kaget saat melihat wajah Arga.


"Pak Arga?" Ujar si manajer yang sepertinya sudah tidak asing dengan Arga. Tentu saja, Arga adalah pengunjung sekaligus investor kelab malam tersebut yang mana bisa dibilang dia termasuk jajaran bos pemilik kelab malam tersebut. Tanpa banyak basa-basi, si manajer pun mengiyakan perkataan Arga untuk mengusir pengunjung itu dan mem- blacklistnya.


"Bodyguard, seret orang itu dan pacarnya sekarang!" Titah manajer. Dan akhirnya sepasang kekasih itu pun dibawa keluar oleh para bodyguard. Tak lupa sang. manajer pun minta maaf pada Arga karena tidak memberikan pelayanan yang baik. "Sekali lagi saya minta maaf pak Arga," ujar si manajer.


Arga bergeming, kepalanya makin terasa berat karena mabuk. "Kamu balik kerja!" perintah Arga pada manajer itu.


"Iya Pak!"

__ADS_1


Arga juga meminta semua pengunjug agar tidak berkerumun melihatinya. Arga seketika makin merasa hilang keseimbangan, ia pun hampir lunglai, untungnya seseorang datang dan menahannya. "Sorry gue telat bro!" Kata seseorang yang membantu memapah Arga saat ini. Arga pun hanya tertawa kecil. "Lu emang sahabat terbaik gue Syad!"


Bersambung....


__ADS_2