
Akhirnya Mayang dan Irsyad ketemuan di sebuah kafe untuk membicarakan sesuatu. "So, apa yang lo mau omongin ke gue?" kata Irsyad yang kemudian menyeruput kopinya.
"Aku udah tau semuanya."
Irsyad mengerutkan alis. "Maksudnya?"
"Iya, aku udah tau kalau Arga dan Salwa itu, bukan sepupuan."
Irsyad semakin dibuat bertanya-tanya dengan maksud perkataan Mayang tersebut. "Tunggu, apa maksud lo bilang gitu?"
"Jadi tadi siang aku ketemuan sama temen lama aku, dan dia ternyata adalah bos pemilik kafe tempat dimana Salwa kerja. Terus aku ngobrol banyak sama dia, dan kamu tau apa fakta yang aku dapat?"
Irsyad terlihat semakin penasaran. "Fakta apa itu?"
"Faktanya adalah, Salwa bukan sepupu Arga melainkan adik kandung Salma, dan tau apa yang lebih mencengangkannya lagi?"
"Apa?"
"Salwa itu sebenernya istrinya Arga."
"Uhuk- uhuk!" Irsyad yang tengah menyesap kopi pun langsung dibuat tersedak karena kaget dengan apa yang di dengarnya barusan. "Tunggu, lo nggak lagi nge- prank gue kan Maya?"
"Huh, nge- prank?" Mayang tersenyum miring " Kamu pikir aku nggak ada kerjaan apa, sampe harus segala nge- prank masalah kaya gitu? "
"Ya, ya soalnya... lo nggak punya bukti."
"Jadi lo butuh bukti?" Mayang pun memperlihatkan foto Salwa bersama dengan mendiang Salma yang ia dapat dari Tania. Jika dilihat memang ada sedikit kemiripan dari segi wajah antara Salma dengan Salwa. Irsyad pun langsung terkesiap melihat foto tersebut. Ternyata bener yang dibilang Mayang, tapi kenapa?
Irsyad seketika merenung, seolah masih belum bisa percaya dengan semua yang dikatakan Mayang. Gimana mungkin? Jadi Arga selama ini bohong sama gue perihal sebenarnya hubungan dia sama Salwa. Tapi kenapa? Kenapa dia harus bohong? Dan yang lebih menyedihkannya lagi, ternyata cewek yang gue suka adalah istri temen gue sendiri.
**
Keesokan harinya, pagi-pagi sekitar jam sepuluh, Mayang tampak mengunjungi kediaman Arga dan Salwa. "Aku harus pastiin semuanya," tukas Mayang yang kemudian memencet bel apartemen Arga.
__ADS_1
Tak lama seseorang pun keluar dan bertanya pada Mayang. "Maaf, mbak cari siapa ya?"
Mayang seolah menampakan wajah kecewa karena yang keluar bukanlah Arga ataupun Salwa, melainkan sosok wanita yang seusia dengan ibunya. "Ibu ini, pasti mbok Darmi ya?"
"Iya, kok mbaknya tau?"
"Taulah... kan kata Arga yang suka dateng buat besih-bersih di apartemennya udah ibu-ibu. Tapi nggak nyangka kalo setua ini," pungkas Mayang.
Mbok Darmi pun langsung memberikan kesan tidak sukanya pada Mayang, karena merasa perempuan itu kurang sopan. "Yaudah, ada urusan apa kesini? Kalo cari mas Arga dia udah berangkat kerja dari tadi!"
"Oh, gitu. Kalo istrinya Arga?"
"Non Salwa, dia juga udah pergi kerja tiga puluh menit yang lalu."
Mayang tampak kesal hingga mendengus, ia menyesal karena sudah pagi-pagi datang ke apartemen Arga dan Salwa, namun dua orang yang dicarinya malah tidak ada.
"Ada lagi nggak, yang saya bisa bantu?" Tanya Mbok Darmi jutek.
"Nggak ada sih, yaudahlah... kalau gitu saya pergi aja." Mayang pun langsung pergi tanpa permisi sepatah katapun pada mbok Darmi.
**
Di kantornya, entah ada alasan apa di jam kerja tiba-tiba saja Irsyad datang menemui Arga diruangannya. Sejatinya Irsyad jarang sekali menemui Arga saat jam kerja kecuali ada pekerjaan yang memang harus dibahas.
"Masuk!" Ujar Arga yang tengah berjibaku dengan laptopnya.
"Sorry ya bos, gue ganggu di jam kerja," tukas Irsyad yang langsung menarik kursi dan menghadap Arga.
"Ada apa? Tumben banget jam segini ke ruangan gue padahal lagi nggak ada kerjaan yang harus dibahas."
Irsyad sebenarnya ingin langsung dengan gamblang bertanya tentang kebenaran status hubungan apa diantara Arga dan Salwa. Tapi Irsyad yang sudah kenal lama dengan Arga yakin, pasti Arga akan berkelit dan kesal padanya seoalh mengorek-ngorek tentang dirinya. "Sebenernya gue cuma mau nanya urusan lain aja."
"Urusan lain, maksudnya?" Arga. memicingkan matanya.
__ADS_1
"Gue cuma mau nanya, sebenernya Salwa itu sepupu lo dari siapa, nyokap apa bokap lo?"
Mendengar pertanyaan Irsyad Arga sampai langsung berhenti memandangi layar laptonya, dan memicingkan matanya ke arah Irsyad. "Kenapa tiba-tiba lo nanya gitu?"
"Ya... nggak apa-apa cuma mau tau aja. Wajar dong gue nanya gitu sama calon sepupu gue."
"Calon sepupu, maksud lo apa?!" Nada bicara Arga meninggi.
"Ya kan, nanti kalo gue sama Salwa udah jadi lo juga bakal jadi sodara gue," ujar Irsyad diikuti gelak tawanya.
Arga tersenyum miring seolah meremehkan Irsyad. "Pede gila lu bisa dapetin dia."
"Ya harus pede dong, kan lo sendiri yang bilang laki-laki mah wajib pede."
"Tapi nggak semua cewek bisa lo depetin, apalagi Salwa."
Irsyad memandangi Arga serius, "Tunggu deh, lo bilang Salwa sepupu lo, tapi kenapa sih, lo justru kayaknya nggak suka gitu Salwa disuka cowok. Contohnya kaya pas reuni kemarin, gue bisa lihat dari cara belain Salwa dari Tomy, itu bukan tatapan seorang kakak ke adiknya tapiー"
"Syad, mending lo keluar!"
"Loh kok lo malah gitu? Gue kan cumaー"
"Please, profesional! Karena sekarang masih jam kerja!"
Tidak mau membuat temannya itu jadi tersulut emosi jika ia bantah, akhirnya Irsyad memilih mengikuti apa yang dikatakan Arga. "Oke... lo bener, yaudah gue keluar ya, permisi."
"Silakan!" ujar Arga dengan mimik wajah serius.
**
Irsyad pun keluar dari ruangan Arga. "Semakin jelas Ga, dari cara lu ngerespon gue itu udah jelas banget. Salwa emang bukan sepupu lo, tapi dia istri lo."
🌹🌹🌹
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa VOTE, LIKE, COMMENT