
Setelah dari kantor Arga, Salwa langsung diantar oleh mang Dirman menuju kafe tempatnya bekerja. "Makasih ya Mang," kata Mayang yang bersiap turun dari mobil.
"Iya Non, sama-sama," balas Mang Dirman.
Salwa yang baru keluar dari mobil pun segera masuk ke kafe. Ia terlihat berjalan dengan terburu-buru menuju ruanganya, sampai-sampai Nina yang menyapanya pun malah diabaikan olehnya.
"Mbak Salwa kenapa ya? Kok mukanya kelihatan serius tengang gitu jalan ke ruangannya. Mana gue dicuekin lagi," pungkas Nina yang curiga melihat keanehan di raut wajah Salwa hari ini.
**
Setibanya di dalam ruanganya, Salwa langsung meraih gelas berisi air mineral dan meminumnya sampai habis. Setelah minum napas Salwa tampak tersengal-sengal karenanya. Ia bahkan meraba detak jatungnya, yang kini berdetak lebih cepat. "Ya ampun, gimana bisa Mayang ngomong kayak tadi? Apa dia udah tau tentang sebenarnya status hubungan aku sama Arga?"
Salwa pun duduk di kursinya, ia mencoba menetralkan pikirannya yang kacau akibat perkataan Mayang dilobby kantor Arga tadi. "Huh, gimana nih...?"
**
Akhirnya jam makan siang tiba, pertemuan Arga pun sudah selesai. Sebagai sekretaris Arga, Amel pun menyampaikan amanah dari Salwa untuk memberikan puding buah yang dititipkan padanya untuk Arga.
*Tok tok, Amel mengetuk pintu dari luar.
"Masuk!" Seru Arga dari ruangannya.
Amel pun masuk dengan membawa goodie bag yang dititipkan oleh Salwa kepadanya.
"Ada apa Mel?" Tanya Arga yang masih terlihat memeriksa berkas namun sudah tidak tampak terlalu sibuk
"Um, ini pak. Tadi ada orang nitipin ini buat Bapak." Amel berjalan menghadap Arga dan menyerahkan goodie bag tersebut.
"Apa ini?" Tanya Arga yang belum melihat isinya.
"Itu puding buah pak."
"Oh puding buah?" Arga pun baru sadar, "Oh iya Mel, yang nganter puding ini perempuan kan?"
"Iya Pak, namanya Salwa."
"Terus dianya kemana?"
__ADS_1
"Ohー mbak Salwanya sih udah pergi dari tadi pak, makanya dia titip puding itu ke saya, karena katanya takut ganggu bapak yang lagi sibuk."
Jadi Salwa beneran kesini? "Yaudah, kalau gitu kamu boleh keluar."
"Oke pak, tapiー"
"Apa lagi?"
"Umー kalau boleh tau mbak Salwa siapa sih? Cantik loh Pak, pacar baru bapak ya?" Kata Amel menggoda sekaligus penasaran. Sayangnya, Arga malah langsung memasang wajah serius menatap Amel.
"I- iya pak, saya keluar sekarang, permisi pak..." tukas Amel yang kemudian pergi meninggalkan ruangan Arga.
Arga duduk di kursinya, dan membuka tas berisi puding buah dari sang istri. "Kelihatannya enak," pungkas Arga saat pertama kali melihat bentuk puding buatan Salwa tersebut. Arga yang penasaran dengan rasa dari puding itupun langsung mengambil pisau dan piring. Arga memotong puding itu dan mengambilnya ke atas piring dan dicobanya segigit. "Hem...., enak juga puding buatan si beo Jatinegara," puji Arga yang kemudian menyendok lagi dan lagi puding tersebut. Hingga tak sadar kalau beberapa saat kemudian, masuklah Irsyad yang secara tiba-tiba untuk mengajak Arga makan siang bersama. "Arga kita makan siang diー" Irsyad heran melihat Arga yang tumben sekali sudah mengunyah makanan. Irsyad duduk menghampiri Arga yang sibuk makan puding. "Eits, udah makan nih? Baru mau gue ajak lunch." Irsyad melihat puding yang sedang dimakan oleh Arga. "Wah puding dari siapa tuh, kayaknya enak!"
"Lo mau? Makan aja, tuh gue dibawain banyak."
"Dibawain siapa?" Irsyad penasaran.
"Adalah pokoknya, udah lo ambil piring sana kalo mau!" Titah Arga.
"Mau kemana lo?" Kata Irsyad.
"Kamar mandi! Mau ikut?" Ledek Arga.
"Idih, najis lo!" Balas Irsyad. Ketika dirinya mengambil puding, tak sengaja Irsyad melihat ada secarik kertas berisi tulisan terselip di sebelah puding tersebut, dan sepertinya Arga belum membacanya. "Wah ini pasti tulisan dari pengirim, gue jadi kepo!" Irsyad pun membuka dan membaca isi kertas tersebut yang bertuliskan,
Arga, ini puding buatan aku buat kamu... dimakan ya... kalo nggak suka jangan dibuang, awas kalo dibuang!Happy working
^^^-Salwa^^^
"Sa- Salwa?" Irsyad cukup terkejut dibuatnya, saat melihat nama Salwa tertera di kertas itu. "Salwa kirim ini buat Arga, dengan pake nulis pesan kayak gini?" Seketika, Irsyad pun jadi teringat akan obrolannya kemarin dengan Mayang di restoran. "Apa jangan-janganー dugaan Mayang soal hubungan Arga sama Salwa ituー" Arga masih mencoba berprasangka positif. "Enggak, gue nggak bisa langsung curiga, gue harus pastiin sendiri."
"Gimana Syad? Enak kan pudingnya?" Tanya Arga yang baru saja keluar dari toilet. Sontak Irsyad jadi agak gelagapan dan kaget dibuatnya, ia pun langsung menyembunyikan kertas ucapan yang dipegangnya itu kedalam saku jasnya. "Ehー iya, e- enak kok!" Irsyad mencoba tidak terjadi apa-apa.
"Muka lo napa tegang gitu deh?" Ujar Arga melihat gelagat Arga.
"Huh? Tegang? Tegang apaan sih! Gue cuma lagi takjub aja ini salah satu puding terenak yang pernah gue makan soalnya," elak Irsyad.
__ADS_1
Arga hanya mengangkat satu alisnya dan menatap Irsyad sambil berkata "Oh... masa sih?"
"I- iyalah...! Emang ini puding sebenernya dari siapa. sih?" Balas Arga.
Arga berdecak, "Udahlah Syad... lo nggak perlu tau juga, yang penting enak kan?" Kata Arga semangat seolah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui Irsyad.
"Iye dah, iye... serah lo deh bos!"
Arga hanya tersenyum kecil, dan kembali menyantap puding itu.
Kenapa Arga seperti sengaja nggak mau ngasih tau pengirim puding ini? Tapi... dengan Arga nggak mau kasih tau gue, gue jadi semakin penasaran, apa bener ada yang disembunyiin Arga soal Salwa dari gue? Hem, gue harus selidikin!
**
Saat itu di Mall, tampak Mayang sedang belanja pakaian di sebuah butik ternama, dan secara tidak sengaja dia malah berpapasan dengan seseorang yang seprtinya kenalan lama Mayang.
"Mayang? Kamu... Mayang kan?"
"I- iya... saya Mayang," balas Mayang sambil mengamati perempuan yang menyapanya itu. Dan tak butuh waktu lama, Mayang pun akhirnya mengenali sosok perempuan sebayanya itu. "Kamu... Tania kan?"
"Iya... Mayang, aku Tania...."
"Aa... Tania..."
"Mayang..."
Keduanya pun saling berpelukan heboh, layaknya teletubbies.
"Kamu kapan balik dari australi May...?" kata Tania yang baru tau.
"Udah beberapa bulan lalu kok, Eh kita dah lama nggak meet up, gimana kalo kita ke duduk-duduk dulu sambil kongkow di restoran?" Usul Mayang.
"Wah ide bagus, ayuklah..." Karena sudah lama sekali tak bertemu, akhirnya Mayang dan Tania pun sepakat untuk berbincang dulu di restoran sambil melepas rindu diantara teman lama yang baru ketemu itu.
🌹🌹🌹
Jangan lupa kasih vote, like, comment ya... sayangi authornya 😄
__ADS_1