Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 68


__ADS_3

Pagi harinya tepatnya pukul 6 pagi, Salwa yang baru saja sadar dari tidurnya bangkit berjalan menuju kamar mandi. Karena kamar mandinya berada di luar kamarnya, Salwa pun perlahan menarik gagang pintu dan mengintip apakah ada Arga diluar? Aman, ujarnya dalam hati. Salwa pun segera berjalan masuk ke kamar mandi, dinyalakannya keran wastafel lalu dibasuhnya wajah Salwa dengan air keran tersebut. Setelah membasuh wajahnya Salwa mengeringkannya dengan handuk, ia memandangi wajahnya di cermin yang ada di hadapannya. Salwa bisa melihat kalau matanya bengkak akibat menangis semalaman hingga ketiduran. "Bengkak gini," ucapnya sambil memegangi kelopak matanya yang menggendut.


**


Setelah selesai mencuci muka, Salwa pun keluar kamar mandi ia menoleh ke jam dinding yang masih menunjukan pukul 06.10 pagi. Pagi ini terasa sepi sekali, pikir Salwa melihat suasana tidak ada berisik sama sekali. Ia ke dapur dan melihat tatanan sapur masih sama seperti terakhir ia disana. Hanya ada gelas bekas minum Arga yang belum dicuci. Arga, kemana dia? Salwa jadi bertanya-tanya dimana suaminya. Harusnya Arga sudah bangun jam segini karena Arga memang sudah harus berangkat ke kantor jam 7 pagi. Salwa berjalan mendekati kamar Arga dan menempelkan telingannya. "Nggak ada suara? Apa udah berangkat?" Salwa pun akhirnya memastikan dengan cara melihat rak kunci mobil digantung dari dua mobil milik Arga yang ada hanya sisa satu mobil itu artinya Arga memang sudah pergi. Tapi ada yang aneh, Salwa tidak melihat jas yang dikenakan Arga kemarin ada dikeranjang cucian maupun di pinggir sofa tempat seringkali Arga asal melempar pakaiannya. "Jadi dia pergi dari semalem dan belum pulang?" Salwa menghela napas lalu duduk bersandar di sofa. "Kenapa malah jadi gini?" keluh Salwa sambil memijit kepalanya sendiri.


**


Di kediaman Irsyad, Arga yang tertidur pulas di atas sofa akhirnya tersadar dari tidurnya. Ia memegangi kepalaya yang masih terasa berat akibat kebanyakan minum semalam. Bau alkohol pun masih menyengat kuat disekujur tubuh Arga. "Agh...!" Arga pun bangun sambil merasakan kepalanya yang masih terasa pusing. "Sial! Gue minum banyak banget kayaknya."


"Udah bangun lo?" Ujar Irsyad tiba-tiba.


Arga pun menoleh ke arah Irsyad yang terlihat sudah rapi mengenakan pakaian kantornya. Irsyad pun menghampiri Arga dan duduk disebelahnya. "Nih minum!" Ujar Irsyad sambil meletakan segelas air lemon hangat diatas meja yang ada di hadapan Arga. Air lemon memang disinyalir mampu mengurangi efek hangover (perasaan sakit kepala setelah bangun tidur karena habis kebanyakan minum)


Arga pun lalu meminum air itu sampai habis, dan meletakan kembali gelas itu diatas meja.


"Gimana, enakan?" tanya Irsyad.


Arga menoleh dan tersenyum miring pada Irsyad."Thanks ya bro! lu udah mau dateng semalem."


Irsyad menepuk pundak Arga. "Gue temen lo bro, santai aja, namanya sahabat emang udah seharusnya ada disaat sahabatnya butuh."


Arga mengangguk pelan. "Lu nggak nanya gue kenapa sampe mabok tadi malem?"

__ADS_1


Irsyad tertawa kecil dan bangkit dari duduknya. "Gua kenal lu udah lama banget Ga, dan gue tau lu tipikal yang nggak suka orang lain nanya-nanya masalah lo. Dan sebagai sahabat gue hargai itu, gue hanya berusaha jadi layaknya sahabat yang bisa memahami sahabat gue tanpa harus mengusik apalagi memaksa masuk ke garis batas yang lo buat."


Arga tampaknya jadi terharu mendengar perkataan Irsyad. "Se- support itu lu ke gue Syad, lo yakin gue sahabat yang baik buat lo?"


"Entah, gue hanya berusaha jadi teman yang baik meski gue pun nggak baik sebetulnya. Gue bersahabat sama lo ya karena sabahat, nggak ada alasan lain."


Arga tertawa garing, agaknya dia merasa tersindir dengar ucapan Irsyad tersebut. Arga merasa justru dirinyalah teman yang buruk untuk Irsyad. "Lo sahabat terbaik yang pernah gue kenal Syad..."


Irsyad tergelitik mendengar perkataan Arga. "Jiah, kaga biasanya gue denger lo muji orang Ga!"


"Karena lo pantes atas pujian itu, Syad!"


"Tumben lo melankolis gini," balas Irsyad.


"Huh! Yaudahlah... Arga, sekarang gua mau siap-siap berangkat ngantor dulu ya bos! Lu kalo mau mandi disini aja, kunci rumah gue ada digantungan deket nakas, lo terserah mau pulang apa mau ke kantor, lu kan bosnya," ujar Irsyad yang tengah merapikan dasinya."Eh gue duluan ya, gue ada kerjaan yang harus di urus pagi ini."


"Syad tunggu!" pekik Arga menahan Irsyad yang sudah mau berangkat ke kantor.


"Apaan bos?"


"Gua mau jujur sama lo."


"Jujur? Jujur apa?"

__ADS_1


"Gue..., gue mau jujur sama lo soal gua sama Salwa. Gue juga sekalian mau minta maaf sama lo karena udah bohong soal status gue sama Salwa yang sebenarnya."


Irsyad hanya tersenyum getir dan berkata. "Ga, sejujurnya gue juga bohong sama lo."


"Maksudnya?"


"Iya, gue pura-pura nggak tau soal hubunga lo sama Salwa, padahal gue udah tau dari kemarin."


"Jadi lu udah tau soal itu? Dari siapa?" Arga penasaran.


"Nggak penting dari siapa, yang penting sekarang kita udah tau semua bahwa lo dan Salwa adalah suami istri."


Arga menatap Irsyad yang tidak berani menatapnya. "Irsyad loー"


"Ah sorry Ga, gue harus cepet cabut nih! Gue nggak. mau reputasi gue jatuh karena nggak profesional, hanya karena gue temen deket lo."


Arga pun mengiyakan ucapan Irsyad dan membiarkannya pergi. Arga meratap sendiri melihat Irsyad pergi. "Gue nggak tahu seberapa berat dan hancurnya lu saat ini Syad, karena gue tau lu suka sama Salwa, tapi gue juga tau, lo pasti akan jauhin Salwa setelah tau ini." Arga tertawa seraya menertawakan dirinya sendiri. "Gue emang brengsek banget Syad! Maafin gue!"


**


"Gimanapun, gue harus terima semua kenyataan ini. Kenyataan kalau Salwa emang istrinya Arga. Tapi jujur gue nggak bisa bohong soal betapa sakit hati gue, remuk rasanya saat tau perempuan yang gue suka ternyata adalah...." Irsyad yang tengah menyetir hanya bisa memukul kemudi sambil meratapi semua kekonyolan ini. "Cewek yang gue suka, ternyata istri sahabat gue sendiri." Irsyad mengguratkan senyum pilu dibibirnya.


**Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2