
Setelah puas menangis di dalam pelukan Arga, akhirnya Salwa melepaskan pelukannya tersebut dan mengusap air matanya.
Arga pun langsung memandanginya dan membantu mengusap air mata sang istri dengan lembut. "Udah kan nangisnya?" Ucap Arga seraya menggoda Salwa agar tidak lagi terlalu larut dalam kesedihan.
"Apaan sih!" Protes Salwa sambil menepis manja tangan Arga yang mengusap pipinya.
Angin malam yang berhembus makin kencang, hingga dinginnya seolah menyeruak menembus kulit. Salwa terlihat menyilangkan tangannya dan mengusap-usap lengannya karena kedinginan. Melihat itu Arga pun reflek memberikan jasnya pada sang istri. Salwa menoleh memandangi Arga, bagaimana bisa suaminya yang seringkali menyebalkan ini begitu peka kalau dirinya kedinginan. "Ma- makasih ya," tutur Salwa yang kini sudah mengenakan jas Arga sebagai outer. Rasanya hangat sekali menurut Salwa. Mungkin karena jas premium sehingga rasanya seperti menggunakan jaket tebal.
"Yaudah kita pulang aja ya?" Arga mengajak Salwa pulang, mengingat sudah semakin malam dan suhu udara juga semakin dingin saja rasanya.
"Arga tunggu dulu."
"Ada apa lagi?"
Keduanya kini berdiri berhadapan, Salwa mendongak menatap wajah tampan suaminya itu dengan penuh rasa yang baginya juga sulit di deskripsikan.
"Mau ngomong apa?" Tanya Arga.
"Sebelum kita pulang, aku mau bilang sesuatu ke kamu kalau... Irsyad udah tau soal kita yang sebenarnya." Salwa menceritakan pada Arga soal Irsyad yang sudah tau tentang pernikahan Arga dan Salwa. "Terus menurut kamu gimana Ga?"
Arga hanya tersenyum kecil dan mengangguk.
"Arga, jawab dong..."
Arga tiba-tiba memegang kedua pipi Salwa yang kemerahan itu dan berkata. "Aku udah juga tau kok!"
"Maksud kamu?"
"Ya aku juga udah tau kalau Irsyad tau hubungan kita."
"Jadi kamu nggak gimana-gimana? Kamu nggak ada marah gitu sama aku, atau curiga kalau aku ember atau udah gimana gitu ke Irsyad?"
__ADS_1
Gemas dengan Salwa, Arga yang awalnya hanya memegangi pipi Salwa berubah jadi mencubitnya... "Uh..."
"Aw...!" Salwa kesakitan dan menarik tangan Arga agar melepaskan cubitannya. Arga pun melepaskannya dan tertawa.
"Malah ketawa lagi! Emang pipi gue squishy apa!"
"Hahaha... habisnya pipi kamu lucu, bikin gemes!" Ungkap Arga yang merasa gemas.
"Huh! Dasar!" Kesal Salwa. "Eh iya Ga,"
"Apa lagi?"
Salwa agak ragu cerita tapi dirinya tidak mau terlalu banyak menutupi sesuatu dari Arga, karena hal itu hanya akan membuatnya makin stres. "Sebenarnyaー ada lagi."
"Ada lagi apa?"
"Ada lagi orang yang tau soal hubungan kita."
"Diaー" Salwa menarik napas panjang lalu melepaskannya. "Dia adalah Mayang."
"Huh?" Arga agak terkesiap mendengarnya. Jadi Mayang udah tau soal gue sama Salwa? Tapi kenapa dia nggak ada cerita sama gue?
"Arga!" Salwa menepuk Arga yang malah termenung setelah mendengar nama Mayang disebut oleh Salwa.
"Apa?"
"Kita pulang yuk, udah makin dingin anginnya. Kamu juga cuma pake kemeja nanti kamu masuk angin lagu."
Arga tersenyum dan menggoda Salwa. "Cie... takut suaminya sakit."
Salwa eketika salting dan jadi sewot sendiri. "Apaan sih kepedeaan!" Ujarnya yang kemudian malah berjalan meninggalkan Arga.
__ADS_1
"Hahaha... malah ngambek," ledek Arga yang lansung mengikuti langkah Salwa.
**
Di ruangannya Mayang tampak menemui sang kakek yang baru saja selesai makan malam. Mayang mendekati sang kakek, lalu tanpa basa-basi langsung bertanya perihal apa yang tadi dibicarakan oleh Kakeknya dan Arga saat ia keluar. Awalnya kakek tidak langsung mau memberitahu, namun karena cucu kesayangannya itu memaksa alhasil kakek Tamin pun menceritakannya.
"Jadi, bener Mayang mau dijodohin sama Arga?" Mayang begitu sumringah mendengar ucapan sang kakek.
"Iya, tapi tetap kakek harus tunggu jawaban dari Arga, karena gimana pun Arga yang berhak menentukan pilihannya, mau atau tidak dijodohkan dengan kamu."
Mayang memutar bola matanya, ia teringat akan Arga yang sebenarnya sudah menikah dengan Salwa. Tapi siapa peduli, bagi Mayang dirinya hanya perlu membuat Arga menceraikan Salwa.
"Kamu beneran cinta ya sama Arga?" Tanya kakek memastikan perasaan Mayang.
Mayang tentu saja langsung mengangguk dengan yakin. "Iya Kek, aku kan udah lama kenal Arga dan kita juga dulu pas sekolah pernah punya hubungan, ditambah sekarang aku sama Arga sering banget ketemu dan habisin waktu berdua. Aku yakin Arga juga ngerasain apa yang aku rasain."
Kakek pun hanya bisa tersenyum dengan keoptimisan Mayang. Kakek tua itu pun langsung membelai rambut sang cucu dan berkata. "Kakek senang sekali kamu menyambut ini dengan sangat positif. Tapi kamu tetap harus inget ya May, kebahagiaan sepasang kekasih itu dibentuk atas dasar dua hati yang saling bertaut."
Mayang hanya tersenyum seraya mengabaikan wejangan sang kakek. Dirinya malah terlihat semakin optimis dengan pemikirannya. "Tenang aja kek, aku yakin banget Arga punya rasa yang sama ke aku, hanya tinggal tunggu aja waktunya," ungkap Mayang merasa jumawa. Tenang aja kek, cepat atau lambat Arga pasti bakal pilih aku dan menceraikan si perempuan sok oke itu!"
**
Setibanya di parkiran apartemen, Arga pun membuka sabuk pengamannya sambil berkata pada Salwa kalau sudah sampai di apartemen. Namun karena tak di respon Arga pun kembali memanggil Salwa dan menoleh ke arahnya. "Sal kita udahー" Arga langsung terdiam tatkala melihat keadaan Salwa yang ternyata malah ketiduran. "Ye... malah tidur," ungkap Arga yang kemudian malah memandang kagum wajah Salwa yang tampak sangat polos saat tertidur. Melihat Salwa yang sepertinya kelelahan hingga ketiduran dimobil sepulas itu, Arga pun jadi tidak tega untuk membangunkan istrinya itu. "Huft!" Arga menghela napas, akhirnya Arga pun turun duluan, kemudian berjalan kesebelah membuka pintu mobil sebelah kiri. Arga pun langsung melepaskan sabuk pengaman Salwa, menarik tangannya perlahan dan kemudian menggendongnya. Arga akhirnya memilih menggendong Salwa dari pada membangunkannya.
Dengan perlahan Arga menggendong Salwa memasuki lift menuju apartemennya. Di dalam lift Arga terus memandangi wajah polos Salwa sambil sesekali tersenyum dan berujar lembut. "Sal... semakin hari aku semakin yakin, kalau aku yang bakal ngerasa sulit kalau harus ngelepas kamu."
🌹🌹🌹
Bersambung....
Jangan lupa like, comment, vote
__ADS_1