Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 21


__ADS_3

Salwa tampak sedang sibuk dengan menatap layar laptop diruang kerjanya. Ia terlihat seperti tengah mengetik sesuatu. Tiba-tiba ada seseorang datang mengetuk pintu ruangan Salwa.


"Iya masuk," balas gadis itu menyuruh orang yang mengetuk ruangannya masuk. "Ada apa Nina?" tanya Salwa melihat Nina memasuki ruangannya.


"Ini mbak, itu di depan ada yang nyariin mbak Salwa."


Salwa seketika berhenti mengetik dan mencoba menerka-nerka siapa orang yang mencarinya itu. "Emー perasaan saya nggak janji sama siapa-siapa deh hari ini."


"Saya juga nggak tau mbak, tapi dia cuma bilang ke saya katanya mau ketemu mbak Salwa, gitu katanya."


Salwa melihat jam arloji di pergelangan tangannya. "Oh udah mau jam makan siang sih."


"Jadi gimana Mbak?"


"Emang yang mau ketemu saya cowok apa cewek?"


"Cowok mbak! Mana ganteng juga lagi!"


"Hush! Kamu ini, kalau udah soal cogan aja semangat gitu.Yaudah kalau gitu kamu bilang aja ke dia, suruh tunggu saya sekitar sepuluh menit lagi. Nanti saya temuin dia."


"Oke mbak Salwa, kalau gitu saya permisi ya.. "


Salwa mengangguk mempersilakan Nina meninggalkan ruangnnya. Salwa terlihat mengetuk-ngetukan jarinya ke dagu. "Cowok? Ganteng? Siapa ya? Apa jangan-janganー" Salwa langsung meralat pikirannya itu. "Ih enggak, nggak mungkin si Arga. Lagian emang cowok ganteng yang gue kenal dia doang apa? Lagian nggak usah gue dipikirin, nanti juga gue lihat sendiri orangnya."


Sepuluh menit kemudian~


Salwa keluar dari ruangannya dan menuju kafe untuk menemui laki-laki yang diberitahukan oleh Nina. Dan setibanya di kafe, Salwa langsung bertanya pada Nina dimana laki-laki yang katanya ingin ketemu dia. "Itu mbak di meja pojok sebelah kanan." Mata Salwa reflek langsung mencari laki-laki yang dimaksud Nina itu. Eh dia kan?


"Salwa!" Seru lelaki itu sambil melambaikan tangannya ke arah Salwa. Ternyata cowok yang dimaksud oleh Nina adalah Irsyad Rahadi. Salwa pun membalas lambaian tangan Irsyad dan langsung berjalan untuk menghampirinya. Sebenarnya ada apa ya Irsyad tiba-tiba datang langsung menemuinya di kafe?


"Hai Syad," Salwa menyapa Irsyad yang kemudian menarik kursi dan duduk menghadap lelaki itu. "Tumben kamu dateng ke kafe tiba-tiba gini, emang ada hal penting yang mau kamu obrolin ya sama aku?"


Irsyad tersenyum malu.


"Loh, kok malah senyum-senyum aku tanya begitu?"


Irsyad menyeruput minumannya, barulah ia menjelasakan maksud kedatangannya menemui Salwa. "Jadi hari ini, aku sengaja kesini emang sengaja. Soalnya aku mau nagih janji kamu diobrolan kita di telepon waktu itu."


Salwa sepertinya lupa dengan obrolannya waktu itu, ia pun mencoba mengingat-ngingat obrolannya dengan Irsyad di telepon waktu itu. "Emー sorry ya Syad kayaknya aku lupa deh." Salwa jadi meresa agak tidak enak hati dengan Irsyad.


"Jadi, pas di telepon waktu itu kita kan ngobrol dan kamu janji katanya kalau aku ajak makan, kamu nggak akan nolak. Nah hari ini aku mau ngajak kamu makan siang. Bisa kan?"

__ADS_1


Salwa akhirnya ingat juga dengan ucapannya. "Oh iya bener! Ya ampun aku kok bisa lupa sih, aduh maaf banget ya Irsyad."


"Nggak apa-apa, santai aja. Yang penting kamu mau kan aku ajak makan siang hari ini?"


"Hem... oke!" Salwa setuju dengan ajakan Irsyad tersebut.


~~


Sementara itu di kantornya, Arga terlihat masih sangat sibuk dengan pekerjaannya. Sampai-sampai Amel sekretarisnya masuk dan mengingatkan Arga kalau sudah masuk jam makan siang. Karena kebetulan sudah lelah, Argapun berhenti untuk beristirahat sejenak. Arga mengambil soft drink dari lemari es dan meminumnya. Arga melihat ke arah jam tangan mahal miliknya. "Ternyata emang udah masuk jam makan siang, tapi gue nggak teralalu laper sih!" Tiba-tiba entah mengapa Arga jadi ingat dengan Irsyad yang sejak jam sebelas tadi minta izin untuk keluar. Arga jadi sedikit penasaran kemana sebenarnya Irsyad. Sebab, sahabatnya itu jarang sekali minta izin kalau bukan untuk urusan mendadak atau penting. "Ah gue telepon aja kali ya?" Arga mengambil ponselnya dan menelepon Irsyad.


Sambil menunggu panggilannya diangkat oleh Irsyad, Arga pun mengetuk-ngetukan jarinya diatas meja. "Kok nggak diangkat-angkat, sebenernya lagi ngapain sih itu bocah?" Arga jadi makin penasaran.


"Halo!"


Kenapa?


"Lagi dimana lo?"


Makan siang, emang kenapa?


"Nggak apa-apa cuma mau tau aja. Lu makan siang sama siapa?"


Irsyad tekekeh. Ada deh... kepo banget lu!


Pokoknya sama orang istimewa. Udah ya lu doain aja makan siang gue lancar, bye...


Tut.. tut.. sambungan terputus.


"Si tablo, malah ditutup lagi!" Arga bedecak kesal. "Sebenernya dia makan siang sama siapa sih? Kok kayaknya penting banget." Arga tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar. "Eh tunggu dulu, jangan bilang dia makan siang sama bini gue?" Arga menjentikan jarinya. "Coba gue telepon Salwa aja deh," Arga akhirnya mencoba menelepon istrinya, dan setelah beberapa saat panggilannya pun dijawab Salwa. Tapi sayangnya oleh Arga malah buru-buru dimatikan panggilannya. "Idih, gue ngapain ya kepo sama Salwa. Mau dia jalan sama siapa kek, kan bukan urusan gua. Argh... pusing gue jadinya!" Arga mengacak-ngacak rambutnya sendiri.


~~


Di restoran Irsyad dan Salwa kini tengah menikmati makan siang mereka. Namun ditengah-tengah makan siangnya dengan Irsyad, Salwa malah diganggu dengan panggilan tidak jelas.


"Siapa yang telepon?" tanya Irsyad.


"Umー bukan siapa-siapa kok. Udah makan lagi yuk..." Salwa tidak mungkin bilang kalau yang barusan itu tadi adalah panggilan dari Arga, suami Salwa sendiri. Si Arga jadi orang tuh aneh banget deh, dia yang telepon sendiri tapi malah langsung dimatiin pas diangkat. Dasar nggak jelas! Salwa tak habis pikir.


"Kok malah bengong?" sahut Irsyad melihat Salwa yang tengah melamun.


"Oh, enggak kok! Cumaー tiba-tiba jadi inget aja sama orang yang aneh banget."

__ADS_1


"Aneh? Aneh kenapa?"


"Ya aneh aja, masa ada orang tuh tiba-tiba telepon giliran diangkat malah dimatiin." Wajah Salwa tampak bete.


"Emang siapa yang kayak begitu? Orang tadi."


"Ya iya itu si Aー" Eh hampir gue keceplosan.


"Si A, siapa?"


"Iー iya itu si A- Amir maksdunya, iya si Amir alay itu dulu temen SMA aku, orangnya nyebelin banget parah."


"Oh... temen SMA, kocak juga ya namanya."


"Emー bedewey, kamu itu sama Arga dulu satu sekolah kan?"


Irsyad mengangguk, "Iya, emangnya kenapa?"


"Enggak, cuma penasaran aja sm si Arga. Kan dia tuh orangnya suka sok banget, mentang-mentang udah jadi bos diperusahaannya sendiri, trus kayaknya 缶suka nge-bully orang. Ya kali aja pas jaman sekolah dia tuh pernah ngelakuin hal konyol apa gitu?


Irsyad tekekeh geli mendengar ucapan Salwa.


"Kok malah ketawa sih? Perkataan aku ada yang salah ya?"


Irsyad yang hampir tersedak buru-buru menyeruput minumannya. "Enggak sih, aku cuma lucu aja. Kamu itu sepupunya Arga, tapi kok kayaknya nggak tau apa-apa soal dia, dan kayaknya... kamu tuh sebel banget sama dia."


Salwa tersenyum malu-malu. "Hehehe, kelihatan banget ya?"


"Jujur, iya."


Salwa menyelipkan rambut ke telinganya sambil tersenyu karena malu.


"Tapi nggak papa, karena kamu pengen tahu jadi aku ceritain beberapa."


Salwa pun langsung terlihat antusias mendengarkan.


"Jadi, dulu itu Argaー"


🌹🌹🌹


Hai jangan lupa LIKE, COMMENT DAN LIKENYA YA...

__ADS_1


Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :


>>LOVE PETAL FALLS (udah tamat)


__ADS_2