
Hari minggu pun tiba. Pagi harinya Salwa yang tengah membuat jus di dapur, tengah melihat sang suami sudah rapi dengan pakaian olahraga lengkap dengan tas perlengkapan golf yang sudah menggantung dipunggungnya. "Si Arga mau main golf ya?" Salwa penasaran. Akhirnya setelah jusnya jadi Salwa pun langsung menghampiri Arga yang tengah mengenakan sepatu di ruang tengah. Salwa yang sambil membawa jus pun duduk di ruang utama dan basa-basi dengan Arga. "Ehem! Tumben kamu main golf?"
"Emang kenapa?" balas Arga yang tengah sibuk mengikat tali sepatunya.
"Ya nggak apa-apa, cuma baru tau aja ternyata kamu suka main golf juga toh!"
Arga yang sudah selesai mengingat sepatu pun berdiri dan bersiap. Dengan setelan bermain golf Arga terlihat stylist dan karismatik. "Aku pergi dulu ya, kamu nggak apa-apa kan sendirian di rumah?"
Salwa mengerutkan alisnya. "Yaー nggak masalah, kan emang biasanya aku sendirian."
"Yaudah..." Arga melangkah pergi.
"Arga!"
"Apa?" Arga berhenti melangkah lalu menoleh.
"Kamuー kamu nggak mau minum jus dulu?" Salwa menawarkan jus buatannya pada Arga.
"Nggak, tapi kayaknya boleh juga kalau buat dibawa kesana."
Salwa tampak senang karena Arga mau minum jusnya, ia pun langsung sigap mengambilkan jus buatannya itu dan memasukannya ke dalam botol minum khusus untuk dibawa Arga. "Ini, " Salwa menyerahkan botol berisi jus itu pada Arga.
"Thanks," balas Arga menerima botol berisi jus buatan Salwa. "Udah ya aku mau pergi."
"Iya, bye... bye... semangat ber-golf ya," kata Salwa melihat Arga keluar pintu.
Salwa langsung melempar tubuhnya ke sofa. "Akhirnya, sendirian lagi. Tapi ini kan masih jam setengah sembilan." Salwa tadinya ingin berkunjung ke rumah orang tuanya. Sayangnya, papa dan mamanya hari ini ada acara dengan kolega papa, jadinya terpaksa batal. "Bosen deh hari gini sendirian," keluh Salwa. Namun tiba-tiba ia jadi teringat dengan ajakan Irsyad waktu itu. "Oh iya, kan dua hari yang lalu Irsyad ngajak gue ke pameran budaya. Kira-kira dia masih mau nggak ya pergi sama gue?" Salwa pun melihat jam dinding yang menunjukan masih jam sembilan tiga lima. Ia pun langsung bergegas menelepon Irsyad.
.....
Salwa : Halo Irsyad,
Irsyad : Iya Sal, jadi gimana?
Salwa : Aku mau ikut kamu ke pameran itu boleh?
Irsyad : Boleh banget dong! Terus, kamu mau aku jemput dimana?
__ADS_1
Salwa : Nggak usah dijemput, nanti aku tunggu kamu dekat taman kota aja, kita janjian disana. Oke?
Irsyad : Oke sip!
Salwa : Yaudah kalau gitu sampe nanti ya.
Irsyad : Oke!
**
Arga akhirnya tiba di tempat bermain golf. Memasuki area bermain golf, Arga sudah langsung melihat Mayang bersama sang kakek yang terlihat ingin memukul bola.
"Arga!" Ujar Salwa melambaikan tangannya kepada Arga.
Lelaki itu pun membalas lambaian tangan Mayang dan menghampirinya.
"Aku pikir kamu nggak jadi dateng," tutur Mayang yang raut wajahnya jelas terlihat senang dengan kehadiran Arga. "Eh iya, kita samperin kakek yuk!" Mayang menarik tangan Arga dan mengajaknya untuk menemui kakeknya.
"Kakek, ini Arga," ujar Mayang yang menghampiri sang kakek bersama Arga. Kakek Tamin yang baru memukul bola pun langsung memperhatikan Arga dengan seksama kemudian mendekat. "Kamu udah dewasa dan gagah banget ya sekarang," tukas kakek Tamin sambil menepuk pundak Arga, seolah sedang menunjukan rasa bangga pada sosok lelaki yang ada dihadapannya itu. Maklum saja, Kakek Tamin sebenarnya memang sudah mengenal keluarga Arga sejak Arga masih kecil. Jadi tidak heran jika kakek Tamin menganggap Arga sebagai cucunya juga.
"Oh iya, kamu mau tanding sama kakek main golf?" Kakek Tamin menantang Arga. Tentu saja dengan penuh rasa percaya diri Arga menerima tantangan tersebut. "Siapa takut! Tapi kalau aku menang, kakek harus terima ya!"
Arga yang tengah menyiapkan stick golfnya pun langsung tersenyum miring dan berkata, "Nggak masalah!" Dengan penuh percaya diri Arga pun langsung bersiap untuk memukul duluan.
Di tempatnya berdiri, Mayang terus memandangi momen sang kakek yang tampak sangat akrab dengan Arga. "Aku yakin, dengan begini Arga bakal makin deket lagi sama aku. Dan kemungkinan besar kita bisa balikan lagi." Mayang tersenyum dengan percaya diri.
**
"Nah udah sampe, kayaknya kita tepat waktu nih!" Ucap Irsyad yang akhirnya berasama Salwa tiba di hall tempat diselenggarakannya pameran. "Yaudah, kita cepet cari parkir terus masuk, aku udah nggak sabar nih mau masuk!" Tutur Salwa yang terlihat antusias sekali .
Akhirnya setelah mencari lahan parkir mereka berdua pun masuk ke hall tempat dimana kini pameran berlangsung. Dengan penuh semangat, Salwa langsung menarik lengan Irsyad untuk berkeliling ke setiap karya yang dipajang. Salwa sepertinya benar-benar terlihat sangat senang datang ke pameran seperti ini. Hal itu membuat Irsyad bahagia melihat gadis yang ia suka senang pergi bersamanya. "Gue seneng lihat lo senyum se-happy ini Sal," gumam Irsyad yang langsung mendekati Salwa.
"Kamu suka banget sama kain tenun ya?" Tanya Irsyad melihat Salwa begitu serius memperhatikan orang yang tengah menenun.
"Iya aku suka banget, dulu pas masih diluar kota hampir sebulan sekali ke pertunjukan atau pameran budaya. Makanya aku seneng banget waktu kamu nawarin aku dateng kesini waktu itu."
"Oh gitu? Berarti cuma pamerannya aja dong yang seru, yang ngajak enggak?" Goda Irsyad.
__ADS_1
Salwa pun langsung tertawa kecil dan memukul pelan Irsyad. "Ih, kamu tuh apaan deh!"
"Habisnya kamu lebih antusias sama pamerannya dibanding akunya, sampe jarang diajak ngobrol." Irsyad tampaknya mencoba memberi kode pada Salwa jika dirinya ingin lebih dihiraukan.
"Ih kamu kok gitu sih? Sumpah, aku beneran seneng dan big thanks sama kamu loh, aku seneng bisa pergi kesini sama kamu." Salwa meyakinkan Irsyad.
"Jadi aku termasuk orang yang seru dong buat kamu Sal?"
"Iyalah...!" Tegas Salwa. "Emanga si Arga yang ngeselin!"
"Huh, siapa? Arga?" Irsyad ternyata mendengar Salwa begumam menyebut nama Arga.
"Oh... umー itu..." Arga jadi kikuk.
"Kok kamu tiba-tiba nyebut Arga, emang apa hubungannya sama Arga?" Irsyad seolah seperti mendesak Salwa menjelaskan.
Aduh! Kenapa sih aku pake keceplosan gitu inget Arga. Huh nyebelin. "Um, ya... nggak ada hubungannya sih. Cuma tiba-tiba inget aja sama Arga yang emang kurang suka pameran kayak gini." Salwa tersenyum menutupi rasa malunya.
"Oh iya bener juga sih kamu, Arga kanー"
"ー Eh daripada bahas Arga mending abis ini kita makan, aku yang traktir deh!"
"Oh ide bagus tuh, yaudah habis ini kita makan!" Jawab Irsyad yang sepertinya sudah lupa pembahasan Arga.
Huft! Untung aja bisa dialihkan topiknya. Kalo enggak, bisa ketauan nanti kalo ternyata gue udah nikah sama Arga. Salwa menghela napas. Nasib... oh nasib... cuma biar pernikahan nggak ketahuan orang lain aja gue jadimerasa nggak tenang deh.
**
Di mobilnya Arga yang baru saja selesai bermain golf bersama Mayang dan kekeknya, masih terus kepikiran dengan obrolannya bersama kakek Tamin. Arga yang terlihat kebingungan pun melampiaskan kekesalannya itu pada setir mobilnya. Ia bahkan melajukan mobilnya dengan sangat cepat, dan berteriak, "Argh! Gue kenapa pake segala kalah sih!" Arga tampak sangat menyesal sekaligus kesal sekali karena kalah dalam tanding golf dengan kakek Tamin tadi. "Terus gue harus gimana sama permintaan kakek Tamin yang mau jodohin gue sama Mayang?"
Di tengah menunggu lampu merah, Arga sampai memijit pelipisnya. Dan saat tengah berhenti, dirinya tidak sengaja menoleh ke arah samping dan melihat mobil Irsyad yang juga tengah berhenti di lampu merah. "Itu kan mobilnya si Irsyad?" Sayangnya, posisi kendaraan Arga dan Irsyad berjauhan, jadi Arga tidak bisa menyapa sahabatnya itu. Akan tetapi, ada hal yang membuat Arga tiba-tiba jadi kaget tidak percaya saat itu. Arga melihat jendela mobil Irsyad yang terbuka dan ternyata ada sosok Salwa dibalik kaca tersebut. Arga pun terkesiap heran. "Ngapain Salwa di mobil Irsyad?" Alis mata Arga berkerut, ia pun langsung mencoba mengikuti laju mobil Irsyad saat lampu merah selesai. Tapi sayangnya, ia harus kehilangan jejak karena didepannya ada mobil lain menghalangi laju Arga. "Aelah sial! Ini mobil depan ngapain sih! Jadi bikin gue ketingalan jejak aja!"
🌹🌹🌹
Halo jangan lupa LIKE COMMENT VOTE ya...
Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :
__ADS_1
LOVE PETAL FALLS (udah tamat)