Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 53


__ADS_3

Hari ini adalah minggu, hari dimana baik Salwa maupun Arga sama-sama tidak berangkat bekerja. Keduanya pun menghabiskan waktunya di rumah. Salwa yang baru saja selesai mandi dan berpakaian segera menuju dapur untuk mengambil semangkuk sereal dan segelas susu untuk sarapannya.


Berbeda dengan Salwa, Arga yang sudah bangun lebih pagi dari Salwa, tampak baru saja pulang dari olahraga paginya. Dengan keringat yang membasahi hampir seluruh tubuhnya, Arga berjalan ke dapur untuk minum. Di meja makan dekat dapur Arga melihat sang istri yang tengah sarapan.


"Tumben udah mandi," celetuk Arga sambil menuang air putih ke dalam gelasnya.


Tapi sayang, nampaknya menikmati sarapan lebih penting bagi Salwa dari pada menanggapi ocehan suaminya itu. Berhubung Salwa yang belum mau menanggapi dirinya, akhirnya Arga yang baru saja selesai minum pun langsung menghampiri sang istri yang masih duduk di ruang makan menikmati sarapan paginya.


Arga pun duduk di hadapan Salwa sambil meletakkan gelas bekas ia minum tadi. "Hei!"


"Hem?" balas Salwa yang mulutnya masih berisi penuh sereal.


"Gimana luka di tangan kamu, masih sakit?" Arga ingin tahu kondisi luka Salwa akibat ketumpahan kuah sup semalam.


"Oh ini," Salwa melihat ke arah luka yang baru saja ia ganti perbannya itu. "Enggak kok udah nggak perih udah dikasih anti biotik juga tadi."


"Oh, bagus deh kalo gitu."


Tiba-tiba indra penciuman Salwa merasa terganggu, ia menghidu bau di sekitarnya dan berakhir dengan melihat ke arah Arga.


"Eh kenapa ngelihatin, terus itu bibir kenapa dimanyun-manyunin gitu?" Tanya Arga yang melihat sang istri melihatnya begitu.


Dengan mata yang menyipit Salwa menatap curiga Arga atas bau tak sedap yang tercium olehnya. "Jadi bener kamu, sumber dari bau yang nggak enak ini?"


"Huh, bau apaan?" Arga mencium area ketiaknya dan benar saja baunya tak enak karena bau keringatnya sehabis olahraga. "Yaelah, namanya orang habis olahraga ya pasti bau keringet kali!"


"Iya tapi masalahnya keringet kamu tuh bau banget!" Protes Salwa sambil menutupi hidungnya.


"Terus?"


"Ya kamu sana mandilahー pake nanya lagi."


"Oh..." Arga pun langsung beranjak dari duduknya.


"Tumben langsung gercep dibilang suruh mandi."

__ADS_1


"Iya gercep soalnyaー" Arga malah berjalan mendekati Salwa.


"Eh kamu mau ngapain?" Salwa seketika jadi was was, ia yakin kalau Arga tiba-tiba mendekat begini, pasti sang suami ingin mengusili dirinya.


"Ehー Arga! Ih... jorok banget sih!" Arga tiba-tiba dengan isengnya mendekatkan ketiaknya yang bau keringat itu ke wajah Salwa hingga membuat Salwa menggeliat dan memberontak karena bau. "Arga ih... bau banget sih!" Akhirnya Salwa bisa lepas dari ketiak bau Arga. Sementara itu, Arga hanya bisa tertawa geli melihat sang istri yang kebauan.


"Nggak usah ketawa, sono mandi!" Kesal Salwa.


Arga pun masih tetap saja tertawa, dan tiba-tiba membuka jaket sport yang dipakainya itu di depan Salwa.


"Eh, eh... kamu mau ngapain buka baju di depan aku?" Salwa panik dan langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


"Idih, ngapain tutup mata gitu? Emang kamu pikir aku nggak pake daleman apa?"


Salwa membuka matanya, dan benar ternyata di dalam jaket Arga masih ada kaus yang dikenakannya. Salwa pun jadi malu dibuatnya.


"Jiah... makanya jangan langsung mikir aku telanjang dada, oh atau kamu emang ngarep lihat dada aku ya?" Goda Arga.


"Ih apaan sih, udah ah sono mandi!"


Sementara Salwa masih merasa malu dengan tingkahnya tadi. Ia pun sampai menepuk-nepuk kedua pipinya. "Ya ampun Salwa, kenapa sih lo harus mikir sejauh itu! Hih malu kan jadinya."


**


Hari pun semakin siang, baik Arga maupun Salwa tampak gabut alias tidak ada kerjaan yang penting. Arga yang sejak tadi sibuk merakit gundam pun agaknya mulai bosan.


Sementara Salwa yang baru saja selesai membereskan kamarnya pun langsung tidur-tiduran di atas kasur, dirinya merasa bosan dan ingin melakukan sesuatu hal. "Oh iya aku baru inget, di koper aku kan bawa mainan ular tangga!" Gadis itu pun langsung beranjak bangun dan memeriksa isi kopernya. "Nah ini dia!" Salwa mengambil set permaian ular tangga yang dulu sering ia mainkan saat bosan bersama temannya di kos-kosan semasa kuliah dulu. "Eh tapi kalau mau main ini kan minimal harus dua orang, sedangkan gue cuma sendiri?" Salwa memegangi pelipisnya. "Oh, apa gue ajak Arga aja ya main ginian!" Sontak tanpa banyak berpikir, Salwa pun langsung membawa set ular tangga itu keluar kamar dan menemui Arga.


*


"Arga," Dengan gayanya yang terlihat seperti anak sekolah dasar, Salwa mendekati Arga yang tengah diam sejenak setelah penat merakit gundam miliknya.


"Hei, Arga!"


"Apa...?" Arga pun menoleh ke arah Salwa.

__ADS_1


"Daripada bosen, kita main ini yuk!" Salwa menunjukan ular tangga miliknya kepada sang suami. Tentu saja hal itu langsung memicu guratan di kening Arga. "Aku, kamu ajak main ular tangga?"


Salwa mengangguk antusias. "Iya, kamu mau kan?"


Arga mengehela napas. "Salwa gini ya, ular tangga itu mainan bocah, dan kamu sama aku bukan lagi bocah jadi... buat apa coba?"


"Yaー main aja buat ngisi waktu gitu dengan mengasah otak."


Arga kembali menghela napas dengan ekspresi malas. "Salwa, please deh ngasah otak itu dengan main tts, puzzle, atau catur, bukan ular tangga. Atau kita main catur aja gimana?"


"Catur? Tapiー aku sama sekali nggak bisa main ca-tur," terang Salwa dengan polosnya.


"Seriusan, nggak bisa?" Arga seperti tak percaya. "Sumpah ya Salwa kamu masa nggak bisa main catur sih, sedangkan Salma aja jago banget."


Lagi-lagi, mendengar Arga membandingkannya dengan mendiang sang kakak hati Salwa pun terasa nyeri. Raut wajahnya yang tadi sumringah pun berubah jadi tak bersemangat.


Arga pun langsung sadar. Aduh! Gue lupa, si Salwa kan suka sedih kalo gue ungkit soal Salma. "Ohー yaudah, kalo kamu nggak bisa main catur nggak masalah kita main ular tangga," tukas Arga yang terpaksa mengiyakan permintaan Salwa.


"Beneran, kamu mau main?" Salwa belum yakin suaminya itu serius mau main ular tangga.


"Serius, tapiー harus ada syaratnya."


"Syarat? Syarat apaan, main ular tangga kok pake syarat!" Salwa tak habis pikir apa syarat yang dimaksud suaminya itu.


"Ya terserahー kalo mau main itu ulertangga sama aku ya mainnya harus pake syarat."


Karena Salwa memang ingin sekali main ular tangga akhirnya iapun pasrah. "Huh! Yaudah deh, syaratnya gimana?"


Arga tersenyum puas, "Nah gitu dong, lagian syaratnya gampang kok! Pokoknya nanti, siapa pun yang kalah dia wajib nurutin satu permintaan yang diminta sama si pemenang, gimana?"


Salwa sejenak berpikir. "Emー, oke, setuju!" Salwa akhirnya menyetujui syarat yang diberikan oleh Arga.


🌹🌹🌹


Love, like, comment ya...

__ADS_1


Follow ig aku @chrysalisha17


__ADS_2