
Salwa baru pulang dari kerja. Setibanya di rumah ia melepas sepatunya dan langsung menuju ke dapur untuk mengambil air putih. Salwa meneguk air putih yang diambilnya itu sampai habis tak tersisa. "Hem... seger...!" Ucap Salwa lalu mengusap sisi bibirnya yang agak basah, karena terkena air putih yang diminumnya tadi. Setelah menghilangkan dahaganya, Salwa yang masih menenteng tasnya dipundak sebelelah kanannya pun beranjak pergi dari dapur.
Sayangnya, saat dirinya berjalan menuju ke kamarnya Salwa malah harus di hadang oleh pria yang tidak lain adalah Arga. Suaminya itu terlihat sengaja menghadang langkah Salwa dengan tubuhnya yang lebih tinggi dari Salwa. Karena jalannya selalu dihalangi oleh Arga, akhirnya Salwa pun kesal juga. "Aduh, kamu apa-apaan sih ngalangin jalan aku aja deh!"
Arga yang tampak menyilangkan tangannya di perut, terus saja sengaja menggerakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri agar Salwa tidak bisa lewat. Semakin geram Salwa pun berhenti bergerak dan menatap Arga dengan tatapan marah. "Mau kamu apa sih Arga?"
"Nggak ada, cuma heran aja sama sikap kamu makin lama makinー"
"Makin apa? Makin ngelunjak sama kamu, gitu?" Salwa terdengar menantang Arga.
"Wow, makin berani ya sekarang, hebat banget ya Irsyad ngajarin kamunya."
Salwa mengerutkan alisnya tanda tak nyaman, ia pun langsung menatap heran pada Arga yang bisa-bisanya bicara begitu. "Arga sumpah ya, kamu itu lama-lama nggak jelas tau nggak!"
__ADS_1
"Ya aku emang nggak jelas terus kamu mau apa?" Tantang Arga.
"Nggak mau apa-apa, aku cuma maunya kamu minggir dan jangan ngalangin aku!" Salwa pun mencoba menerobos Arga, namun tubuhnya yang lebih kecil dari sang suami membuatnya agak sulit menerobosnya, dan malah membuat tas Salwa nyangkut di tangan Arga hingga membuat mereka saling tarik menarik tas dan berujung dengan tas itu jatuh hingga isi di dalamnya keluar semua. Baik Salwa maupun Arga pun spontan melihat ke arah lantai yang dipenuhi barang-barang milik Salwa yang berceceran. Termasuk hadiah pemberian dari Irsyad pun ikut berceceran di atas lantai. Dan tentu saja mata Arga langsung tertuju pada kotak hadiah pemberian dari Irsyad. Arga yang sudah sangat penasaran dengan kotak itu pun dengan kilat menunduk untuk meraihnya dari lantai. Sayang, alih-alih ingin mengambil kotak itu, tangan Arga justru lebih dulu ditepis oleh tangan milik Salwa dan langsung mengambil kotak pemberian dari Irsyad itu sebelum diambil oleh Arga.
"Itu hadiah apa?" Tanya Arga yang jelas sekali tampak kepo dibuatnya.
Salwa tidak menjawab dan memilih untuk kembali memunguti barang-barangnya yang berceceran di lantai, termasuk memasukan kado itu ke dalam tasnya.
"Salwa, aku tanya itu kado apa?"
"Argh, sial!" Maki Arga yang merasa kesal atas sikap Salwa barusan.
**
__ADS_1
Di kamar Salwa pun mengunci pintu kamarnya, dan kemudian duduk di sisi ranjang. Ia pun segera mengeluarkan kotak hadiah yang diberikan oleh Irsyad tadi. "Huft! Hampir aja ini hadiah diambil sama si resek Arga!" Salwa memandangi kotak kecil berpita itu. Karena sudah tidak sabar ingin tau apa isinya, Salwa pun langsung membuka kado tersebut. Seketika senyum Salwa merekah saat melihat kado tersebut sudah dibuka. Diambilnya isi dari kotak tersebut, dan ternyata isinya adalah sebuah gantungan kunci berbentuk kelinci yang sangat lucu. "Ini gemes banget...," ucap Salwa sambil nemandangi gantungan kunci pemberian Irsyad itu. Salwa kembali melihat isi kotak itu, dan ternyata di dalamnya ada surat ucapannya juga. "Apa nih tulisannya?" Salwa pun membaca isi surat yang bertuliskan;
Dear Salwa,
Aku nggak tau kamu suka apa. Tapi pas ngga sengaja aku lihat gantungan kelinci ini di mall, seketika aku langsung inget sama kamu yang imut kayak kelinci makanya aku langsung beli buat kamu, semoga kamu suka ya...
^^^Best Regards^^^
^^^Irsyad Rahadi.^^^
Salwa pun dibuat tersenyum riang setelah membaca isi kartu ucapan dari Irsyad tersebut. Ia kembali menggenggam gantungan itu dan memandanginya sambil berkata, "Makasih ya Syad, aku suka kok hadiahnya..."
🌹🌹🌹
__ADS_1
Hai jangan lupa like, comment, vote ya...