
Di atas tempat tidur, meski jam sudah menunjukan pukul dua pagi Salwa yang sejak tadi mencoba tertidur tetap saja sulit tidur. Dirinya tidak bisa tidur lantaran masih saja mengingat kejadian tadi. Salwa masih bisa merasakan sentuhan tangan Arga yang menempel di dadanya tadi. Karena tidak bisa terpejam sama sekali, alhasil Salwa pun bermonolog sambil meratapi langit-langit di kamarnya. "Ya ampun, kenapa sih tangan dia pake usil segala, kan gue jadi kepikiran gini terus, hiks... males deh!" Salwa mecubit-cubit selimutnya, bibirnya yang mengerucut menandakan gelisah karena dirinya benar-benar tidak bisa tidur. Salwa tiba-tiba mengambil pigura foto dirinya dan mendiang Salma. Ia berbicara di depan foto mendiang kakaknya tersebut sambil menunjuk-nunjuk foto sang kakak berkata, "Kak,sebenernya Arga tuh gimana sih, kok bisa kakak jatuh cinta sama laki model dia? Emang, dari dulu dia udah hobi mabuk-mabukan begitu ya?" Salwa menghela napas, dan tiba-tiba ia merasakan tenggorokannya mengering karena haus. Dirinya pun menaruh pigura itu kembali, kemudian turun dari ranjang dan keluar kamar untuk mengambil air putih di dapur.
~~
Saat Salwa berjalan ke dapur, ia melewati ruangan tengah tempat dirinya tadi meninggalkan Arga disana dalam kedaan mabuk. Karena penasaran, Salwa oun mengintip memastikan apakan suaminya itu masih disana atau tidak. Dan ternyata Arga masih tertidur di sofa itu dengan posisi tengkurap. "Kasian juga dia tidur disini kaya gini, apa gue bangunin aja ya? Eh, tapi bodo amatlah siapa juga yang peduli...." Ternyata Salwa masih merasa keki atas kejadian tadi, Salwa pun akhirnya urung melakukan niatnya itu, dan malah memilih membuang muka lalu dan lanjut berjalan melengos ke dapur untuk mengambil air putih.
~~
Pagi hari pun tiba, Salwa yang sudah siap dengan pakain formalnya berjalan menuju dapur untuk sekedar membuat roti selai dan secangkir teh herbal yang biasa ia minum. Saat tengah asyik mengoles selai ke lembaran roti, seketika Salwa ingat Arga. "Eh iya... gue belum denger suaranya si Arga, apa jangan-jangan dari semalem dia masih tidur di sofa? Coba cek dulu deh!" Karena penasaran Salwa pun mengeceknya sendiri ke ruang tengah.
~~
Sontak Salwa pun dibuat mengernyitakan dahi. Jadi, dia beneran semaleman tidur di sofa? Batin Salwa sampai berucap demikian karena tidak menyangka jika suaminya itu benar-benar tidak berpindah tempat ke kamarnya. Salwa pun tiba-tiba jadi agak merasa iba pada Arga, karena bagaimanapun Arga adalah suaminya yang mana seharusnya tidak ia biarkan semalaman tidur di sofa tanpa selimut. "Huh... coba semalem tangan lo nggak usil pasti udah gue bantuin ke kamar!" Gumam Salwa sambil terus menunduk memandangi wajah Arga yang tengah tertidur pulas. "Tapi... kalau dilihat-lihat, Arga ini emang ganteng sih...," ucap Salwa spontan yang kemudian meralat ucapannya tersebut. "Ih apaan sih, kok gue malah muji si Arga." Salwa seketika jadi dibuat malu oleh dirinya sendiri. "Tapi... daripada dia nanti sakit terus gue yang repot, mending gue bikini air pake lemon aja ya? Itung-itung sebagai tanda kalau gue adalah manusia yang masih memiliki kebaikan hati. Iya deh mending gue bikinin air lemon aja buat netralisir rasa pusing bekas pengaruh alkohol si Arga!" Dan Salwa pun meninggalkan Arga untuk membuatkannya segelas air lemon dan kemudian menyelesaikan sarapannya.
~~
Setelah selesai sarapan Salwa pun bersiap untuk berangkat ke tempat interview. Dan ternyata Arga belum juga bangun dari tidurnya. Kayaknya dia hangover perah deh. Ya memang begitu. Tidak mau. membangunkan suaminya, Salwa pun hanya meletakan segelas air lemon buatannya tersebut diatas meja, yang ada di depan sofa tempat Arga tidur. Tak lupa, Salwa juga menuliskan sebuah note pada secarik kertas, dan menempelkannya di gelas air lemon tersebut. "Nah... beres! Sekarang tinggal gue harus buru-buru pergi buat interview biar nggak telat." Dan Salwa pun pergi meninggalkan apartemen agar tidak terlambat interview.
Beberapa saat setelah Salwa pergi, Arga akhirnya terbangun dari tidurnya yang lelap. Dan saat matanya terbuka sempurna, seketika pandangan mata Arga langsung tertuju pada catatan yang menempel digelas yang berisi air lemon yang ada dihadapannya itu. Arga pun membaca *note* yang berisi sebuah catatan yang bertuliskan kata ;
*Ini segelas air lemon ampuh buat mengusir hangover diminum ya...! Oh iya gue pamit pergi interview oke*.
^^^-*Salwa*^^^
__ADS_1
Setelah membaca note itu Arga pun terlihat menyunggingkan senyum miring. Lelaki itu pun mengambil segelas air lemon yang ada dihadapannya dan memandanginya lalu berkata, "Ternyata adeknya Salma baik juga, mau bikinin gue minuman penetralisir hangover." Arga kemudian meminum air tersebut hingga habis. Bibirnya merasa getir merasakan masamnya air tersebut.
~~
"Oke deh Salwa Natasha Adnan anda diterima sebagai manajer di kafe Lorena ini!" ujar wanita yang meng-interview Salwa yang tidak lain adalah temannya sendiri yakni Tania. Tania adalah senior Salwa saat masih di SMA.
"Ini serius Kak Tan? Tapi aku kanー"
"Sstt... udah ya Salwa gak usah bawel, saya milih kamu sebagai manajer di cabang kafe saya yang baru ini bukan tanpa alasan. Saya tau kamu itu punya banyak pengalaman, dulu kamu pas kuliah diluar kota kamu kan banyak ikut menghandle acara atau seminar kan, terutama urusan konsumsi, jadi saya yakin kamu pasti bisa membantu saya mengelola kafe ini."
Dan setelah melakukan diskusi dan pembicaraan yang cukup lama, akhirnya Salwa pun setuju untuk menjadi manajer di restoran milik temannya tersebut. Setelah melakukan tanda tangan kontrak Salwa dan Tania saling berjabat tangan tanda jika mereka sudah resmi berkerjasama mengurus restoran tersebut.
~~
Di apartemennya, Arga tampak baru selesai mandi. Ia yang masih menggunakan *bathrobe* terlihat berjalan ke ruang tengah menghampiri laptopnya untuk mengecek e-mail. Hari ini Arga memang memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor, dikarenakan *hangover-nya* belum sepenuhnya hilang. Dirinya ingat jika kemarin malam ia memang minum banyak sekali, untungnya ada Irsyad bersamanya sehingga ia bisa disupiri oleh temannya itu dan pulang dengan selamat. "Gue laper lagi!" ungkap Arga yang perutnya tiba-tiba berbunyi.
~~
__ADS_1
Karena sangat lapar, lelaki duapuluh tujuh tahun itu pun segera menuju ke dapur. Dan untungnya masih ada roti dan selai yang kemarin dibeli oleh Salwa. Tanpa pikir panjang Arga yang lapar itu pun langsung menyambar roti tawar itu dan mengolesinya dengan selai coklat. Arga memakan roti tersebut dengan gigitan yang besar hingga mulutnya penuh. Dengan mulut yang masih penuh terisi roti Arga pun bertanya-tanya sambil mengunyah. "Ini kok selainya rasanya agak beda ya? Biasanya lebih manis, tapi ini better sih...! Apa mbok Darmi beli selainya beda merek ya?" Meski begitu, hal itu tidak terlalu dipedulikan oleh Arga, mengingat ia termasuk lelaki yang cuek dengan makanan. Setelah perutnya terisi Arga pun mengambil ponselnya untuk menelepon Irsyad.
~~
Sepulangnya dari interview, Salwa tampak tengah berjalan kaki sambil membawa buket bunga. Raut wajahnya terlihat sumringah mengingat dirinya kini sudah punya pekerjaan yang jelas. *Tapi untuk apa Salwa membawa bunga*? Ternyata Salwa membawa bunga karena ingin berziarah ke makam kakaknya, sekaligus memberitahu sang kakak jika dirinya kini telah bekerja sebagai manajer sebuah kafe yang cukup terkenal.
~~
Sesampainya di makam mendiang Salma, Salwa pun langsung meletakan buket bunga tersebut dan menghantarkan doa untuk sang kakak. Ia pun bercerita tentang pekerjaan barunya itu di depan makam sang kakak. Selain cerita soal dirinya yang sudah dapat pekerjaan Salwa juga bercerita soal Arga yang sifat dan juga kepripadian hidupnya sama sekali tidak diketahui oleh Salwa. "Oh iya Kak, aku tuh baru tau kalau Arga itu suka mabuk... dan kayaknya masih banyak hal yang aku bener-bener nggak tau soal dia. Jujur, dengan hubungan aku dan Arga yang kayak gini. Aku nggak yakin kita bisa bertahan. Maaf ya kak kalau aku bilang begini." Salwa mengangkat bahunya dan menghela napas. "Tapi kakak nggak usah khawatir, karena aku nggak pernah menganggap pernikahan ini adalah mainan, jadi aku pasti akan tetap berusaha sebaik mungkin untuk ngejalaninnya okey?" Salwa tersenyum menatap nisan Salma.
🌹🌹🌹
Jangan lupa **Like, Comment, Vote** ya...!
Follow juga IG aku @chrysalisha1998
Love -C
__ADS_1