Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps 82


__ADS_3

Arga yang sudah sejak tadi dikamar tampak baru saja selesai mengecek pekerjaannya di laptop. Ia pun merenggangkan sendi-sendinya dan bersiap tidur. Tidak lama kemudian masuklah Salwa yang telah mengenakan dress tidurnya. Salwa tampak begitu menggoda dimata Arga, gaun tidurnya yang sedikit menerawang membuat pikiran pria itu tak berhenti untuk berfantasi.


"Kamu belum tidur?" Tanya Salwa.


"Gimana mau tidur kamu aja belum naik kasur."


"Emang kamu nungguin aku?" Tanya Salwa sambil mengoleskan hand body ke tubuhnya. Aroma segar dari handbody yang digunakan sang istri semakin membuat liar pikiran Arga. Tak kuasa menahan gejolak dalam dirinya, Arga pun langsung menarik tangan Salwa dan membuat sang istri terjatuh diatas dada bidangnya.


"Arga kamu tuh ngapain sih?"


"Ngapain? Jangan sok polos lah sayang, kamu harusnya udah taukan aku maunya apa dan tugas kamu apa?" Ucap Arga dengan nada menggoda. Sontak Salwa pun dibuat merona dan agak malu-malu karenanya. "Um itu..." Salwa seketika ingat ucapan Audy tadi di dapur.


"Itu apa?"


"Itu loh... Audy."


"Kenapa? Itu anak bikin ulah sama kamu?"


"Bu- bukan itu Arga. Aku cuma keinget omongan dia tadi di dapur soal..."


"Soal?" Arga tampak heran.


"Dia nanya aku, kapan kita kasih dia ponakan gitu," terang Salwa malu-malu.


Arga langsung tergelitik dibuatnya.


"Kok malah ketawa?"


"Nggak apa-apa, habisnya lucu aja cuma ditanya gitu aja kepikiran."


"Lah emang menurut kamu kalau ditanya begitu harus gimana?"


"Gampang." Arga tiba-tiba mengulingkan tubuhnya, kini posisi Salwa ada dibawah Arga. Dengan matanya yang tajam pria itu seolah sudah siap untuk memangsa santapannya. Salwa sendiri jadi makin gugup dibuatnya. Arga memang agresif tapi kali ini lebih agresif. "Arga kamu mau apa?"


"Mau bikinin ponakan buat Audy."

__ADS_1


"Heh?" Mata Salwa langsung terbelalak saat tiba-tiba sang suami dengan handal menciumi tengkuk lehernya. Perlahan hingga semakin lama semakin liar, Salwa pun tak bisa menolak sensasi kenikmatan tiada tara ini, ia sudah terbius oleh permainan Arga. Salwa pun tanpa sadar memeluk Arga dengan kuat saat sang suami mulai melepaskan gaun tidur ditubuhnya, dan malam ini pun menjadi malam penyatuan yang panjang dan penuh kemesraan bagi Arga dan Salwa.


**


Pagi harinya Salwa terlihat belum bangun, Arga yang sudah bersiap ke kantor pun tak kuasa membangunkan sang istri. "Mungkin dia masih kelelahan," ucap Arga diikuti senyum nakalnya. Pria itu mendekati sang pujaan hati, menyingkirkan jaring-jaring rambut yang ada diwajah mulus sang istri dan tersenyum lembut memandangi wajah polos yang tanpa riasan itu, kemudian mengecup pipi kenyalnya lalu membisikan sesuatu dengan suaranya yang berat pada istrinya."Kamu benar-benar buat aku jatuh cinta sama kamu Salwa Natasha. I love you honey." Dikecupnya kening sang istri barulah ia pergi keluar kamar dengan langkah yang tak terdengar.


**


Arga yang baru saja keluar kamar langsung mendengar suara dari arah dapur, ia pun segera memastikan apa yang tengah terjadi disana. "Heh! Ternyata bayi gede yang buat berisik!" Seru Arga melihat adiknya yang tengah sibuk di dapur entah melakukan apa.


"Ye.. pagi-pagi bukannya bilang good morning atau selamat pagi malah ngeledek!"


"Good morning bayi tua..."


"Kalo nggak niat mending nggak usah deh!"


"Ngambek terus kaya bayi!"


"Ngatain bayi lagi aku lempar nih buah ke muka kakak ya!" Ancam Audy sambil menunjukkan sebuah apel ditangannya.


"Iya-iya enggak! Dasarー"


Arga hanya tertawa dan langsung menarik kursi lalu duduk. "Oh iya buatin kopi dong adikku."


"Ogah!"


"Ayolah... kalo nggak mau ya aku usir kamu dari sini," ucap Arga santai.


Dan akhirnya Audy pun menuruti permintaan sang kakak, ia membuatkan kopi untuk Arga meski sambil menggerutu. "Punya kakak kerjaannya ngancem mulu!"


"Jangan ngedumel terus, cepet buat kopinya."


"Iya sabar dong." Akhirnya kopi pun jadi, Audy langsung memberikannya pada sang kakak. "Nih! Kalo nggak enak jangan protes."


Arga langsung menyesap kopi itu.

__ADS_1


"Gimana enak?"


"Jujur, nggak enak! Tapi karena kamu udah usaha jadi ya lumayanlah..."


"Ya whatever! Lagian kak Salwa mana kok nggak buatin kakak kopi. Nggak bisa buat kopi ya dia?"


"Enak aja! Istri aku itu pinter buat kopi, cuma kali ini dia belum bangun karena semalem kecapekan habis mainー ah udahlah bukan urusan anak kecil. Intinya kamu hari ini jangan keluar, jagain Salwa dulu sampe dia bangun. Nah kalo kamu mau sarapan pesen online aja."


"Tapi hape aku kanー"


"Pake hape ini dulu, udah ada saldonya di e-wallet jadi kamu tinggal pesen apa aja bebas." Arga memberikan sebuah hp, diberi benda itu tentu saja wajah sumrigah Audy langsung terpancar. "Oke siap bos! Nah kalau semua udah disiapin kan gampang."


"Oh iya ngomong-ngomong kakak masih belom tau, sebenarnya apa alesan kamu tiba-tiba balik ke Indonesia?"


"Ya karena aku lagi libur semester."


"Oh gitu...."


"Um... Kakak, Kakak nggak mau nanya gimana kabar papa sama mama?"


Seketika raut wajah Arga yang angkuh berubah menjadi sendu. Sepertinya pembahasan tentang orang tuanya membuat Arga jadi canggung. Setelah terdiam beberapa saat ia pun menghela napas panjang dan akhirnya bertanya pada Audy. "Oh iya gimana kabar mereka?"


"Mereka baik kok, tapi terkadang mama..." Audy berhenti bicara.


Arga seketika bangkit dari duduknya. "Ya nggak perlu di jelasin juga, kakak udah tau kok jawabannya."


"Tapi mama juga masih sering nanyain Kak Arga!" Arga yang mau melangkah pergi langsung berhenti, seketika mebdengar ucapan adiknya itu.


"Kakak sekali-sekali datang temuin mama ya..." Pinta Audy dengan nada berharap.


Arga hanya bisa tersenyum getir. "Kita lihat nanti aja, kakak berangkat kerja dulu." Arga pun akhirnya pergi keluar. Audy yang masih manatap kepergian Arga pun hanya bisa pasrah berkeluh kesah. "Huft, mau sampe kapan hubungan Papa Mama dan Kak Arga kembali membaik. Kalau kayak gini, Kak Rian yang ada di surga juga pasti bakal sedih."


**


Arga mengendari mobilnya menuju ke kantor, diperjalanan menuju ke kantornya, entah mengapa pikiran Arga jadi tidak fokus. Tiba-tiba ia memikirkan kedua orang tuanya yang sudah hampir 4 tahun lamanya tidak pernah ia temui lagi. Bukan tanpa sebab hal itu terjadi, ada penyebab yang membuat hubungannya dengan kedua orang tuanya memburuk. "Agh, sial!" Maki Arga yang tampak frustasi dengan pikirannya. "Gua nggak peduli sama mereka, toh selama ini, bagi mereka gue emang bukan siapa-siapa kan? Gua cuma beban buat mereka, gua cuma bisa jadi biang masalah, gua... gua bukan almarhum Rian yang bisa ngebanggain bokap sama nyokap." Seketika wajah Arga berubah menjadi sedih, bahkan matanya tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


🌹🌹🌹


HALO JANGAN LUPA DI KOMEN DAN VOTE YA.... MAKASIH 🙏


__ADS_2