Reinvent Of Love

Reinvent Of Love
Eps. 73


__ADS_3

Keesokan paginya saat matahari sudah muncul, Salwa pada akhirnya terbangun dari tidur lelapnya sejak semalam. Salwa membuka matanya perlahan dan melihat langit-langit kamar yang sudah tidak asing baginya itu. Dan seketika ia bergegas bangkit karena merasa aneh. "Perasaan, semalem masih di mobil, tapi kok gue malah udah di kamar aja? Apa gue ngelindur?" Salwa masih berpikir bagaimana bisa dirinya tiba-tiba bagun dan sudah diatas ranjang, sementara semalam dirinya merasa tidak berjalan ke kamar.Salwa pun membuka selimutnya dan ia menemukan dirinya masih mengenakan pakaian yang semalam ia pakai. "Apa mungkin?" Salwa pun bergegas turun dari atas ranjang lalu keluar kamar.


Salwa celingak celinguk ke setiap sudut apartemen mencari Arga. "Apa dia udah berangkat kerja?" Salwa langsung melihat ke arah jam dinding. Ternyata jam sudah menunjukan pukul delapan pagi, dan itu tandanya Arga sudah pergi berangkat kerja. "Huft, padahal baru mau nanya sama dia apa bener dia yang bawa gue ke kamar? Eh malah udah pergi aja." Tapi mau bagaimana lagi, lebih baik nanti saja kalau Arga sudah pulang kerja Salwa bertanya.


Salwa yang baru bangun pun langsung menuju ke dapur untuk melakukan ritualnya setiap bangun pagi, yakni minum air putih. Salwa mengambil gelas kemudian menuang air putih dari dispenser dan meminumnya. Saat ia selesai minum tiba-tiba saja mata Salwa langsung dikecoh dengan penampakan sebuah tentengan, yang mana tentengan itu berasal dari restoran kesukaan Salwa. Tanpa banyak berpikir Salwa pun langsung meletakan kembali gelasnya dan kemudian berjalan menghampiri meja makan. "Siapa yang habis pesen makanan di restoran ini ya?" Tanya Salwa yang kemudian langsung membuka kantung tersebut. "Wah... " Ternyata di dalamnya berisi seporsi bubur ayam kampung kesukaan Salwa. "Tapi ini bubur siapa yang pesen? Apa mungkin Arga?" Salwa kemudian mengeluarkan seporsi bubur tersebut yang mana didalamnya ternyata ada secarik kertas berisikan tulisan. "Kertas apa nih?" Salwa pun langsung membaca isi kertas yang bertulisakan :


To : Burung Beo a.k.a Salwa Natasha.


Ini aku udah pesenin bubur kesukaan kamu buat sarapan, sebelum berangkat makan buburnya sampe habis ya.... awas aja kalo sampe nggak habis.


^^^Salam^^^


^^^Arganata Y (Mr. Handsome)^^^


Salwa langsung tergelitik geli setelah membaca isi kertas itu. "Dih pede banget sih nulis mister handsome, walau emang handsome sih...," ucap Salwa menahan senyum malu-malu. Salwa tidak menyangka Arga perhatian sekali padanya. Bahkan ia sampai memesankan makanan dari restoran favoritnya. Salwa yang kebetulan memang sudah lapar tentu saja langsung menarik kursi lalu duduk. Dibukanya oleh Salwa penutup bubur ayam kampung yang dari aromanya saja sudah lezat sekali. "Hem.... baunya udah bikin ngiler." Salwa sudah tidak sabar memakannya. "Semalem nggak sempet makan, puji Tuhan paginya malah dapat sarapan gratis dari Arga." Dengan raut wajah berseri-seri Salwa pun mulai menyantap bubur itu dengan penuh rasa nikmat. "Hem... enak!"


**


Setibanya di kantor Arga langsung berjalan menuju ruangannya. Saat melangkah keluar dari lift Arga langsung dipanggil oleh Irsyad yang ternyata juga bermaksud menuju ke ruangan Arga. Irsyad mengampiri Arga dan menyapanya. "Pagi bos," ucap Irsyad sambil menepuk pundak Arga. "Pagi," balas Arga singkat. Seolah tidak terjadi apa-apa antara Arga dan Irsyad, keduanya tampak berkomunikasi seperti biasanya.


"Bos sebelum jam kerja mulai, gue boleh ngomong sesuatu di ruangan lo nggak?"


"Silakan aja, gua kan dari dulu nggak pernah ngelarang orang ngomong," ujar Arga santai sambil terus berjalan menuju ruangannya.

__ADS_1


Setibanya di ruamgannya Arga pun langsung duduk di kursi kerjanya dan mempersilakan Irsyad duduk menghadapnya.


"Jadi Syad, lu mau ngomong apa, tapi kalo boleh gue tebak lu pasti bakal bahas soal Salwa iyakan?"


Irsyad langsung tersenyum kecil. "Lu emang pinter Ga."


"Yaudah apa yang mau lo omongin. Kita open aja sama semuanya, toh udah nggak ada rahasia lagi kan diantara kita."


"Oke to the point aja, jadi gue kesini sebenernya mau nanya satu hal sama lo, apa sih sebenernya maksud lo nyembunyiin status lo sama Salwa dari orang-orang?"


Arga tampak begeming, wajahnya datar menatap meja di hadapannya sambil mengetuk-ngetukan jarinya diatas meja. "Huh..!" Arga membuang napas tiba-tiba, "Sebernya... gue lakuin hal itu karena saat itu gue merasa kalau gue memproklamirkan status gue sama Salwa, sama aja gue merasa udah ngelupan Salma. Dan gue sama Salwa setuju akan hal itu. Tapi....


seiring berjalannya waktu, kebohongan itu malah seolah makin bikin hidup gue jadi makin rumit dan justru gue bukan menjauh dari Salwa, sebaliknya malah kayak makin deketin gue ama dia. Dan, sebenernya gue emang udah mau jujur lama sama lo tapi, yang gue lihat lo punya hati sama Salwa jadinya gueー" Arga mengangkat pundaknya.


"Maafin gue Syad, maaf karena gue nggak bisa peka mikir sampe kesana." Arga terlihat begitu menyesal karena telah membohongi sahabatnya itu.


"Its okey Ga, gue udah berusaha nerima semuanya kok. Tapiー"


"Tapi apa?"


"Tapi gue mau lo jujur satu hal sama gue."


"Soal?" Arga menaikan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Gue mau nanya, sebenernya gimana perasaan lo sama Salwa?"


Arga sudah menduga pasti Irsyad akan tanya ini padanya. "Perasaan? Jujur, gue belom bisa lupain Salma, sosok Salma masih membekas banget dihati gue. Tapi... gue juga nggak bisa bohongin perasaan gue ke Salwa, bagi gue Salwa itu hal yang sulit buat gue ungkapkan, banyak rasa yang sulit buat gue ungkapin. Tapi yang jelas gue nggak mau kehilangan dia."


Irsyad mengangguk, "Huft... yaudah kalau gitu perasaan lo. Yang jelas gue cuma mau lo inget, gue ikhlas Salwa nggak jadi milik gue, tapi... kalau sampai lo tega nyakitin Salwa dan mainin hatinya. Gue pastikan saat itu juga gue bakal beneran rebut Salwa dari lo!"


Arga tersenyum kecut.


"Oke, kalo gitu gue permisi dulu ya Ga, thanks buat waktu lo." Irsyad pun bangkit dari duduknya. "Oh iya Ga, sebelum gue keluar, gue juga mau bilang kalau Mayang juga tau soal lo sama Salwa."


Arga hanya mengangguk paham."Trus, ada lagi yang mau lu sampein Syad?" Imbuh Arga.


"Nggak ada, itu aja."


"Oke...."


"Yaudah gue permisi," ucap Irsyad lalu berjalan menuju pintu keluar ruangan.


Arga duduk bersandar di kursinya. "Bicara soal Mayang, kalo dia udah tau, kenapa dia nggak nanya apa-apa sama gue soal hubungan gue sama Salwa ya?"


🌹🌹🌹


** Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2